FeaturedKomunitas

Desy Fatmawati – Founder Hijab Golf Club

Meskipun belum ada data yang dapat dijadikan sebagai bahan rujukan, namun setiap kali Media GolfJoy hadir meliput charity event yang diikuti oleh para daily golfer baik pria maupun wanita — terutama dan khususnya setelah pandemi covid yang melanda seluruh dunia termasuk di Negara Kesatuan Republik Indonesia berakhir — jumlah pegolf pendatang baru cenderung terus meningkat.

Hal tersebut sesuatu yang wajar mengingat bahwa olahraga golf adalah salah satu cabang olahraga yang sangat memperhatikan jarak antar pemain yang berada dalam satu pairing group dan antar pairing group itu sendiri — saat permainan menyusuri hole by hole berlangsung di golf course yang diwarnai dengan beragam tantangan.

Dan, dari puluhan bahkan sampai ratusan orang yang mulai aktif menekuni olahraga golf sejak pandemi hadir  kemudian berlalu, banyak juga kaum hawa berhijab yang tertarik dengan olahraga tersebut.

Salah seorang di antaranya adalah ladies golfer berhijab kelahiran Jakarta pada 2 Desember 1986 yang bernama Desy Fatmawati.

Sebelum aktif menekuni olahraga golf, “Saya pernah berkarier sebagai pramugari di salah satu maskapai penerbangan Indonesia selama 5 tahun,” selanya. “Saat ini, saya menjalani peran sebagai seorang entrepreneur sekaligus ibu rumah tangga,” lanjutnya.

LEFTY GOLFER

Dari sekian banyak jumlah ladies golfer berhijab, Desy Fatmawati berbeda dengan rekan-rekannya, dan bukan tidak mungkin dia satu-satunya ladies golfer berhijab kidal atau Lefty Golfer.

“Waktu pertama kali belajar, tantangannya cukup terasa, karena paralatan untuk pemain kidal tidak sebanyak yang right-handed,” kata Desy Fatmawati.

“Karena tidak banyak pemain kidal, setiap kali bermain sering menjadi perhatian teman-teman di flight. Banyak yang penasaran melihat swing dari sisi yang berbeda,” tambahnya.

Desy Fatmawati menegaskan bahwa olahraga golf mengajarkan dirinya banyak hal — tentang kesabaran, fokus, dan juga menikmati setiap proses.

Terlepas masalah tersebut, yang jelas dalam perjalanannya di kemudian hari, Desy Fatmawati, mendirikan Hijab Golfer pada pertengahan 2021.

MENGUBAH PARADIGMA

Menjawab pertanyaan tentang mengapa mendirikan Hijab Golfer dan apa yang melatar-belakanginya, sebagai founder Desy Fatmawati mengungkapkan bahwa terbentuknya Komunitas Hijab Golfer berawal dari keinginan untuk menghadirkan sebuah wadah bagi para perempuan berhijab yang memiliki minat terhadap olahraga golf.

Komunitas ini lahir dengan tujuan untuk mengubah paradigma bahwa mengenakan hijab bukanlah sebuah batasan untuk tetap aktif, berprestasi, dan menikmati berbagai aktivitas, termasuk olahraga.

“Terlebih lagi, golf saat ini menjadi salah satu olahraga yang semakin diminati dan berkembang pesat, terutama setelah pandemi,” ujar Desy Fatmawati. 

“Dan, melalui Komunitas Hijab Golfer, diharapkan para hijabers dapat merasa lebih percaya diri untuk bermain golf, membangun kebersamaan serta saling menginspirasi satu sama lain,” tambah Desy Fatmawati, menegaskan.

“Siapa pelatihnya?”

“Kita biasanya membuat event coaching bareng dengan coach-coach dari member Komunitas Hijab Golfer sendiri yaitu mBak Agnes Sudjasmin seorang atlet golf nasional, ada juga dengan daddies dan coach Fathi,” sahut Desy Fatmawati sambil menambahkan bahwa hingga saat ini tercatat hampir 350 orang member yang bergabung di Komunitas Hijab Golfer.

Seperti diketahui bahwa Komunitas Hijab Golfer tidak memiliki jadwal latihan rutin dan event monthly medal.

“Dulu sebelum saya pindah ke luar negeri, biasa kita adakan GoBar tiga bulan sekali. Tapi, semenjak saya pindah jarang bikin acara .. Kalaupun bikin acara universary untuk Hijab Golfer di Kemayoran, Riverside, Suvarna .. Tahun ini universary yang ke 5 tetap akan kita adakan. Tapi, waktu dan tempatnya belum ditentukan. Insya Allah segera diumumkan,” papar Desy Fatmawati. “Sedangkan untuk pengurus Hijab Golfer saya dibantu oleh Melisa Suciati dan Ima daddies golfer sebagai co Founder.

Setelah pindah ke luar negeri (Singapura), selain aktif di komunitas, Desy Fatmawati juga menjalani peran sebagai ibu rumah tangga, “Di samping itu,” selanya, “saya memiliki usaha rumahan di bidang kuliner bernama House of Tarchi yang bergerak dalam pembuatan berbagai kue dan hidangan manis,” lanjut Desy Fatmawati.

Di akhir perbincangan bersama Media GolfJoy, Desy Fatmawati berharap golf di Indonesia dapat terus berkembang menjadi olahraga yang semakin inklusif dan diminati oleh berbagai kalangan, khususnya para perempuan. Karena golf memiliki nilai yang sangat indah yakni mengajarkan kesabaran, integritas, dan sportivitas. 

Oleh karena itulah maka Desy Fatmawati berharap semakin banyak ladies golfer di Tanah Air yang tidak hanya menjadi golf sebagai hobi, tapi juga sebagai ruang untuk bertumbuh, membangun persahabatan serta menunjukkan prestasi.

Penulis Toto Prawoto

Foto Dokumentasi.

ANDA BERUNTUNG !

Related posts

Damai Indah Golf PIK Course Raih Anugerah Adikarya Wisata 2019

Tiara

Isi Liburan, Bryson DeChambeau Terus Tingkatkan Kecepatan Bola

Hasim

Tiger Woods Siap Main Minggu Ini di Genesis Tanpa Pincang

Hasim

Leave a Comment

two × one =