FeaturedKomunitas

Evaluasi Coach Alga Topan Usai Asia-Pacific Amateur Championship 2026: Bekal Berharga di Lapangan Links Kelas Dunia

HARUS diakui bahwa para pegolf amatir di seluruh dunia termasuk Indonesia, sejak mulai diperkenalkannya WAGR (World Amateur Golf Ranking) banyak atlet golf Indonesia terutama dan khususnya yang sering mendapat undangan untuk tampil dalam event berskala internasional.

Salah satunya adalah event AAC yang berlangsung di Te Arai Golf Course Auckland – New Zealand pada Kamis (28 Oktober 2026) hingga Minggu (31 Oktober 2026).

Sebanyak 6 atlet golf amatir Indonesia yang terdiri dari Rayhan Abdul Latief, Randy Arbenata M Bintang, Jaya Wardana Dornan, Kenneth Handson Setianto, William dan Asa Najib Bhakti.

“Itu terjadi karena ke 6 atlet golf kita memiliki ranking terbaik WAGR,” kata Coach Alga Topan.

Dan, sebagaimana informasi yang tersebar ke seluruh dunia, dari 6 atlet yang tampil berkompetisi dalam event AAC yang sangat prestisius tersebut, dari 6 atlet Indonesia yang tampil bertanding 3 di antaranya tidak berhasil ke final round (missed cut).

Ketiga atlet yang tidak lolos tersebut adalah Kenneth (dengan skor 81 dan 83), William (dengan skor 86 dan 83) serta Asa Najib (dengan skor 85 dan 85).

Sedangkan 3 atlet lainnya berhasil lolos ke final round (make cut). Mereka adalah Rayhan Abdul Latief (dengan skor 73,75,70 dan 73) finished di peringkat 16, disusul Randy M Bintang (dengan skor 73, 82, 73 dan 73) finished di peringkat T 46 serta Jaya Wardana Dornan yang finished di peringkat 48 (dengan skor 76,76,77 dan 76).

Menjawab pertanyaan terkait dengan hasil yang telah ditorehkan oleh atlet bimbingannya,, dalam perbincangan bersama Media GolfJoy, Coach Alga Topan mengungkapkan, walaupun belum berhasil finish di top 10 sesuai dengan target yang diharapkan, “namun pencapaian  prestasi yang kami kami peroleh pada event AAC tahun 2026, tentunya event AAC sanyat banyak memberikan pelajaran dan pengalaman bagi para atlet,” tukas Coach Alga.

“Karena,” kata Coach Alga lebih lanjut, “mereka mendapat kesempatan bermain di Links course yang menjadi salah satu lapangan lapangan 100 terbaik di dunia dengan tingkat kesulitannya yang tinggi,” tambah Coach Alga.

Lebih jauh Coach Alga mengungkapkan bahwa tidak hanya atlet bimbingannya, pelatih timnas golf kelahiran Sawangan, Kota Administratif Depok, itu pun — yang terus mendampingi atlet bimbingannya di setiap — round banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman untuk terus belajar lebih dalam hal strategi dan course management yang harus diterapkan dalam menghadapi lapangan jenis links coourse dengan kategori hight performance seperti di Te Arai Golf Course Auckland New Zealand.

“Semoga semua ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan pada event AAC tahun ini menjadi bekal bagi kami untuk terus meningkatkan performa dan kemampuan skor permainan untuk bekal menghadapi event internasional di masa mendatang,” ujar Coach Alga Topan mengakhiri perbincangannya bersama Media GolfJoy.

Penulis Toto Prawoto

Foto AAC


Related posts

TOPGOLF Tawarkan Fasilitas Layanan Lengkap di Bandung

Hasim

Erling Haaland Punya Stik Golf yang Ditandatangani Bubba Watson

Hasim

Jacob Bridgeman Juarai Genesis Invitational untuk Kemenangan PGA Tour Pertamanya

Hasim

Leave a Comment

1 × two =