Rayhan Latief berhasil mencatatkan penampilan terbaik bagi Indonesia sepanjang sejarah penyelenggaraan Asia-Pacific Amateur Championship usai menuntaskan putaran final pada hari Minggu. Meski demikian, ia berharap agar bisa lebih bersaing dalam perebutan gelar impian tersebut.
Pegolf berusia 19 tahun ini membukukan skor 2-over 73 pada putaran final di Te Arai Links dan finis di posisi T16, satu peringkat lebih baik daripada pencapaiannya di Dubai tahun lalu ketika ia menyamai rekor George Gandranata yang juga finis T17 pada tahun 2011.
Adapun Fifa Laopakdee asal Thailand sukses mempertahankan gelar Asia-Pacific Amateur untuk sekali lagi berhak mengikuti The Masters dan The Open. Ia bermain dengan skor 70 dan memastikan kemenangan tiga pukulan atas pimpinan klasemen putaran ketiga, Zack Swanwick (75) asal Selandia Baru. Fifa menjadi pemain kedua yang mampu mempertahankan gelarnya setelah pegolf Jepang Hideki Matsuyama (2010/2011).
Rayhan, yang merupakan mahasiswa tingkat dua pada University of North Texas, memulai putaran finalnya dengan meyakinkan lewat birdie di hole 4. Namun, angin yang berembus kencang di sembilan hole terakhir membuatnya kehilangan tiga pukulan sehingga harus puas hanya dengan mencatatkan finis terbaik bagi Indonesia.
“Saya mengharapkan banyak hal besar ke depannya,” ujar Rayhan, yang tampil untuk kelima kalinya secara berturut-turut dalam Kejuaraan ini.
“Pastilah ini menjadi pengalaman baru dalam memainkan lapangan links yang sejati dengan kondisi yang cukup berat dalam beberapa hari terakhir. Jelas ini menjadi pelajaran yang berharga buat saya dan karier saya.”
Dengan angin kencang yang menerpa para pemain, khususnya dalam dua putaran pertama, Rayhan sadar bahwa pengalaman ini bakal mempersiapkan dirinya dengan lebih baik untuk kembali menjadi penantang gelar pada Asia-Pacific Amateur tahun depan, yang bakal digelar di Hoiana Shores, Vietnam untuk pertama kalinya.
“Saya membuang sejumlah pukulan di hole-hole par 5, padahal seharusnya saya menghindarinya. Pelajaran berharga dari pekan ini ialah saya mesti lebih melatih pukulan tee saya,” tutur Rayhan.
“Saya seratus persen menantikan tahun depan. Dengar-dengar lapangannya tidak sekeras lapangan di sini, tapi pasti memberi gambaran tantangannya bakal seperti apa.”
Fifa kembali mencatatkan namanya dalam sejarah Asia-Pacific Amateur berkat permainannya yang tenang dan memukau. Pegolf berusia 21 tahun, yang tahun lalu memenangkan Kejuaraan ini lewat play-off dengan Taisei Nagasaki di Dubai, meneteskan air mata dalam acara penyerahan trofi.

“Ini tahun yang berat buat saya. Permainan saya sepanjang tahun ini tidak begitu bagus, dan karena ajang ini menjadi salah satu ajang terakhir, saya ingin membuktikan kepada diri sendiri kalau saya masih punya kemampuan dan bisa kembali memenangkan ajang ini. Bisa mewujudkannya jelas menjadi luar biasa berarti bagi saya,” ujar Fifa.
