Kegiatan gobar tersebut terjadi pada akhir 2018 lalu.

Made Zakir pemilik Jagorawi Golf Country Club, mengajak teman-temannya Ex Junior JGC Angkatan 70-an seperti Boy Junir, Fery Junir, Andi Irzan, Indra Widodo, Mirza Siregar, Sambudi Sukarman dan Ongki Sukadri untuk bermain golf bersama di JGCC.

“Kami bermain golf sambil bernostalgia penuh canda – sambil bercerita ketika kami sama-sama baru mengenal golf pada era tahun 70-an,” kenang Andi Irzan – seperti yang diceritakan kepada GolfJoy. “Usai main kami makan siang bersama. Menunya, antara lain, gulai dan rendang hitam buatan istri Made Zakir, dan klappertaart buatan istri saya untuk dessert,” tambahnya.

Andi menegaskan bahwa para pegolf yang hadir dalam gobar di JGCC akhir 2018 tersebut semuanya Ex Junior JGC yang mulai kenal dengan olahraga golf pada 1968-1971 dan masih aktif sampai sekarang.

Akan tetapi, ketika suasana suka-cita dan tali silaturahmi kembali terjalin erat – pada pertengah 2019 – Made Zakir sebagai penggagas gobar Ex Junior JGC Angkatan 1970-an meninggal dunia terkena serangan jantung di Club House sesaat setelah bermain golf di JGCC miliknya …

Amanah
Agar ikatan tali silaturahmi yang terjalin tersebut semakin bertambah erat, pada awal 2020 Andi Irzan mengajak para senior lainnya yang juga Ex Junior JGC Angkatan 1970-an kembali melakukan kegiatan gobar untuk mengenang jasa mendiang Made Zakir dan beberapa nama lainnya yang telah menghadap sang Khalik.

Dan, atas saran Sambudi (Ex Junior JGC 1968), Andi Irzan diminta untuk melibatkan Ex Junior JGC angkatan yang lebih muda hingga era 1980-an Ex Junior JGC dari 2 (dua) program yang diprakarsai oleh Ketua Harian KONI Pusat Letnan Jendral Dadang Suprayogi, dengan pelatih Agustine Qosquela dari Filipina serta program pelatihan yang diprakarsai oleh Kolonel Djali Aznam dengan Teaching Pro asli Indonesia bernama John Lantang.

Dengan bantuan Kemal Pawaka dan Arvin Djali Aznam berhasil menghimpun 44 pegolf Ex Junior JGC Angkatan 1970-an ke dalam What’sApp Group.

Dengan demikian komunikasi pun berjalan lancar khususnya untuk membicarakan berbagai hal yang berhubungan dengan kegiatan gobar silaturahim.

Usia 60 Tahun ke Atas
Apa yang disampaikan Andi Irzan kepada GolfJoy dibenarkan oleh Kemal Pawaka.

Ketika GolfJoy menyinggung tentang kegiatan gobar silaturahmi pada 5 Agustus 2020 – kenapa diselenggarakan di Padang Golf MATOA Nasional, dan tidak diselenggarakan di Jakarta Golf Club (JGC) Rawamangun – baik Bang Andi maupun Mas Kemal – mengemukakan hal yang sama.

Yakni, karena para pegolf Ex Junior JGC Angkatan 1970-an rata-rata usianya sudah mencapai usia 60 tahun ke atas, dan Padang Golf MATOA Nasional menyediakan Buggy Cart. “Teman-teman kami yang usianya sudah mencapai 60 tahun ke atas butuh Buggy Cart untuk tetap bisa berolahraga golf sambil bersilaturahmi,” kata Mas Kemal.

Usai gobar, segenap yang hadir selain sepakat untuk menggabungkan Ex Junior JGC Angkatan 1970-an dan Ex Junior Angkatan 1980-an (yang salah seorang di antaranya yakni Rizal Arya yang namanya sangat familier di lingkungan komunitas golf di negeri ini), mereka juga sepakat untuk menjadikan Padang Golf MATOA Nasional sebagai Home Base mereka.

Bukan tanpa alasan mereka menjadikan golf course yang berlokasi di Jagakarsa – Ciganjur, Jakarta Selatan tersebut sebagai “markas” sekaligus tempat Andi Irzan dan kawan-kawan akan menggelar gobar setiap tiga bulan sekali, karena pemilik Padang Golf MATOA Nasional, mendiang Bob Hasan, dikenal sebagai publik figur yang sangat peduli terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga golf di republik tercinta ini!

Para Juara Gobar Silaturahmi Junior JGC Angkatan 1970-an:
Best Score 1. Kemal Pawaka (73), 2. Fajar (77), 3. Arvin Djali Aznam (77), 4. Harris Gondokusumo (78), 5. Adi Prakoso (79)

Best Nett System 36: 1. Reza Rinaldi (70), 2. Bara Mustika (71), 3. Bambang Suwita (71), 4. Sambudi Sukaman (71), 5. Taufik Mufrodi (71).

Senior Junior: 1. Paul Harahap (84), 2. Andi Irzan (88), 3. Mirza Siregar (89), 4. Boy Yunir (94).

(TP) – Foto Dokumentasi