Jamie O’Neill bermain golf untuk pertama kalinya dalam enam tahun sebagai bagian dari latihan membangun tim dengan perusahaan barunya.

Tembakan tee pertamanya langsung ke fairway sejauh 280 yard. “Dengan satu pukulan itu saya tertarik bermain golf lagi,” O’Neill menulis dalam sebuah cerita untuk Outsports.com.

O’Neill, seorang wanita transgender berusia 43 tahun, berbagi kisahnya mengejar mimpinya untuk bersaing dalam event World Long Drive Association.

Dia memulai transisinya dari pria ke wanita pada usia 34 tahun di 2010. Memutuskan untuk transisi tidaklah mudah, O’Neill menulis. “Saya siap kehilangan keluarga, teman, karier, tetapi yang saya tahu adalah saya tidak akan kehilangan nyawa.”

O’Neill menjalani operasi feminisasi wajah dan kemudian menghabiskan ratusan jam untuk elektrolisis untuk menghilangkan rambut, terapi suara, dan pembesaran payudara sebelum menjalani operasi penggantian kelamin.

Setelah pulih dari operasinya, O’Neill mulai bermain softball untuk terhubung dengan komunitas LGBTQ. Sementara dia menemukan dukungan dan dorongan dari rekan tim softball dan kompetitornya, golflah yang telah memberikan semangat baru.

World Long Drive Association dan Golf Channel memiliki kebijakan untuk para atlet transgender dan O’Neill telah memenuhi ketentuan peraturan tersebut. “Pesaing yang telah melakukan pemindahan jender harus memiliki gonadektomi tidak kurang dari dua tahun sebelum batas waktu pendaftaran untuk acara WLDA tertentu.”

O’Neill telah menerima persetujuan untuk bersaing di tahun 2020, juru bicara Golf Channel mengonfirmasi.

O’Neill mengatakan bahwa dia telah disambut oleh banyak rekan pesaing di World Long Drive, dan dia bercita-cita untuk menjadi panutan bagi para atlet transgender lain yang bersaing di tingkat profesional.

Jika dia berhasil lolos kualifikasi di acara tur, O’Neill akan siap menginspirasi orang lain – tidak hanya mereka yang ada dalam komunitas LGBTQ – yang telah mengikuti perjalanannya.

Sumber: golfweek.com