Hansa Sagala, Jerry Rambasco, Angga Purwadiredja dan Agus Warmon mempertunjukkan kualitasnya di SHGC Match Play 2021.

Perjalanan pencarian pegolf tangguh Sentul Highlands Golf Club tahun ini berakhir sudah. Pemenang Sentul Highlands Golf Club Match Play 2021 memunculkan sang juara baru. Ia-lah Hansa Sagala, member dari pada Jakarta Masters Club (JMC).

Di babak final, Selasa (30/3), Hansa Sagala (hcp 6) sukses mengungguli Jerry Rambasco, The Birdie Man, dengan skor 6up (6 and 5).

Memainkan dua ronde (36 hole), pertarungan keduanya berakhir dormie di hole #13 par 4 ketika memasuki second nine ronde kedua.

Di 18 hole pertama, Hansa unggul 5up atas Jerry. Pada first nine, Hansa langsung tancap gas, sementara Jerry terlambat panas, sehingga keunggulan 5up bagi Hansa. Memasuki second nine, Jerry sempat meraih poin 2up di hole #11 par 5 dan hole #18 par 4. Namun, Hansa pun menorehkan 2up di hole #14 par 4 dan hole #17 par 5 (all squere), sehingga di ronde pertama kenggulan 5up masih digenggam Hansa.

 Di ronde kedua, Hansa masih bisa unggul 2up di first nine, meski di lima hole pertama kedua pegolf bermain halve. Jerry dapat unggul 1up di hole #6 par 5. Tetapi Hansa bisa merebut poin di dua hole berikutnya, hole #7 par 3 dan #8 par 4. Sementara di hole #9 par 4 keduanya halve. Kedudukan pun masih 5up bagi Hansa.

Berlanjut di second nine ronde kedua, di tiga hole pertama (hole #10 par4, #11 par 5, dan #12 par 3, keduanya mampu bermain halve. Namun di hole #13 par 4 yang menjadi hole dormie, Jerry justru memainkan 5 stroke (3 putt) dan berujung bogie. Sedangkan Hansa bermain rapih dengan melakukan dua on dan dua putt sehingga berhasil par. Pertandingan pun berakhir, dan dimenangkan Hansa 6 and 5 (6up).

“Happy banget bisa memenangkan SHGC MP untuk pertama kalinya. Saya bermain perfect di 9 hole pertama. Mulai dari tee off hingga di green, long game dan sort game saya sempurna. Bagi saya, apa pun hasil akhirnya, saya main fun aja. Kalo kamu bisa main golf, tunjukkan permainan terbaikmu. Itu kunci permainan saya disetiap pertandingan. Jangan memikirkan hasil permainan lawan, namun berfikir kediri sendiri saja dan selalu konsisten, tapi tetap harus fun,” ungkap Hansa yang dibabak perempat final juga sukses mengalahkan juara bertahan SHGC MP sebelumnya, Zulhaimi.

Sementara itu, meski hanya mendulang second winner, secara keseluruhan, Jerry Rambasco merasa senang berlaga di SHGC MP 2021 kali ini. Meski untuk pertama kalinya turut bergabung di turnamen ini, Jerry merasa terhormat karena terpilih sebagai peserta SHGC MP yang berisikan para pegolf juara dari beberapa turnamen series yang digelar Sentul Highlands ditahun sebelumnya.

“Saya senang karena baru pertama kalinya saya ikut MP di SHGC ini, namun bisa menembus hingga babak final. Dimana perjalanannya dimulai dari babak per 16 besar. Di final kali ini, saya akui, saya terlambat panas, khususnya di first nine ronde pertama. Juga lapangan basah, terutama di green. Sempet kaget juga karena tee-shot dilakukan dari black tee, dimana saya belum pernah mencoba sekali pun sebelumnya. Dan saya ucapkan selamat kepada bang Hansa atas kesuksesannya hari ini. Saya melihatnya, dia lebih siap bermain dari black tee,” demikian ulasan permainan Jerry Rambasco di final.

Angga Purwadiredja Juara 3

Diperebutan posisi atau juara ke-3, pegolf dari komunitas Main Golf Yuk, Angga Purwadiredja, berhasil menyudahi perlawanan ketat Agus Warmon disepanjang 18 hole, yang juga tee-shot dari black tee.

Akhirnya, kedua pegolf harus menyudahi permainan lewat babak sudden-death di dua hole berikutnya. Kemenangan diraih Angga setelah di hole #2 par 4, meski hanya memperoleh bogie (5 stroke). Sementara Agus harus melakukan 6 stroke (double bogie).

Di hole ini juga, kedua pegolf mendapatkan penalty tambahan satu stroke, dikarenakan bola Agus menghilang disemak-semak area OB, sehingga dinyatakan loss ball oleh referee Kamil Arief, dan kembali memukul dari tee-box. Begitu pun pukulan pertama Angga dinyatakan OB, namun tidak menghilang, sehingga hanya dilakukan free drop kedalam area fairway.

“Setelah kesekian kali ikutan match play di Sentul Highlands, kali ini paling berkesan karena saya bisa masuk ke babak semifinal. Tidak mudah perjalanan menuju tahap ini, dan memenangkan juara tiga. Teman-teman yang menjadi lawan saya pun, adalah pegolf yang bagus, serta paham peraturan. Dan saya belajar banyak dari match play ini. Terutama pelajaran menata mental bertanding. Keren banget SHGC Match Play ini, selain mengedepankan friendly, tapi juga masih menjunjung etika dan menjalankan rules dengan baik,” ungkap vokalis Malik & D’Essentials yang berhandicap 6 ini.

Di sisi lain, pegolf yang tergabung di grup golf Legendary, Agus Warmon, merasa puas bertanding versus Angga. Menurut penyandang handicap 8 ini, pertandingan pagi itu cukup alot, dan lawan sedang dinaungi faktor keberuntungan, sehingga membuat Agus geleng-geleng kepala dan tersenyum memandang lawannya.

“Ajang ini sangat bagus buat prestasi para pegolf amateur. Harapan saya, kedepannya, penyelenggaraannya semakin baik lagi dari sisi penerapan rules bertanding. Semoga kedepannya, pesertannya nanti banyak diisi pegolf yang bagus-bagus dari yang muda-muda, agar persaingannya semakin ketat lagi. Sebab menurut saya, SHGC match play ini sangat bergengsi,” ungkap Agus Warmon, yang juga menyarankan bila pasir bunker SHGC seharusnya diratakan, sehingga bolanya berada digundukan pasir tidak merugikan pukulannya disaat mengeluarkan bola dari bunker.

Sekilas sejarah, SHGC MP ini pertama kali digulirkan pada 2015, sebagai pengganti turnamen interclub Sentul Highlands. Peserta match play dipilih dari para peserta yang memenangi beberapa seri turnamen SHGC ditahun sebelumnya. Seperti pemenang best nett overall, best gross overall, dan pemenang flight A, B dan C.

“Yang pasti, kami memilih pesertanya dengan ketentuan skor maksimal gross 80 yang diraih disetiap serinya. Namun terkadang, para peserta yang berhak ikut SHGC MP, ternyata berdomisili diluar kota Jabodetabek atau sedang bertugas keluar kota, sehingga akhirnya batal ikut atau mengundurkan diri. Maka dari itu, kami dari pihak panitia yang menentukan siapa saja yang berhak ikut match play SHL,” terang Nadia Mariani, Head of Golf Operation SHGC.

SHGC Match Play ini kerap memunculkan atmosfir bertanding yang sportif, serta kompetitif, layaknya pertandingan golf professional. Itu terbukti dengan diberlakukannya rule R&A di match play ini. Bahkan, dibabak semifinal dan final, SHGC MP menugaskan seorang referee nasional dari PGATI, Kamil Arief. Sehingga, laga SHGC MP ini seperti layaknya turnamen resmi. Namun demikian, nuansa persahabatannya juga ada dan kental terasa. Bobot match play ditahun ini semakin greget dikarenakan diperebutan juara 3 dan final harus memulai tee-shot dari tee ground black.

Sementara pemenangnya pun, memiliki kebanggaan tersendiri, dikarenakan sanggup menghentikan hegemoni juara bertahan yang selama ini pemangnya selalu diraih oleh Uda Zulhaimi. Dan pemenang SHGC MP ini, juga mendapatkan keuntungan bisa mengajak komunitas golfnya bermain golf di SHGC dengan harga green fee spesial.

Selamat kepada para finalis dan peraih juara 3 dan 4 SHGC MP 2021.

(Liputan dan foto oleh Syam Al Aminy)