FeaturedKomunitasLeaderboard

Ida Ayu Indira Melati Putri Siap untuk IWO 2026

SETELAH cukup lama malang melintang di kancah persaingan golf amatir dengan torehan prestasi yang sangat diapresiasi oleh semua pihak, baik di tingkat lokal, nasional maupun internasional, baru pada tahun 2022 akhir, Mela, sapaan akrabnya menanggalkan statusnya sebagai pegolf amatir menjadi pegolf profesional.

Perkenalan anak bungsu dari 2 bersaudara ini dengan olahraga golf dimulai ketika dia masih duduk di Kelas 5 SD Santo Yoseph pada tahun 2003 hingga 2009.

Oleh papanya kegiatan tersebut awalnya hanya sekadar untuk mengisi waktu liburan sekolah. Ternyata talenta Mela membuat orangtuanya surprise, dan akhirnya mereka full support sampai sekarang.

“Keluarga dan orang-orang terdekat selalu mendukung .. dan memang dari saya sendiri ingin mencoba untuk ke jenjang yang berbeda,” katanya.

Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas sejak beralih status menjadi pro, di tiga tahun pertama Mela bermain di Thailand LPGA Tour dan beberapa kali finish di top 20 atau 30. Selain itu Mela juga sempat lolos qualifier Maybank Championship di Malaysia sebagai salah satu syarat untuk dapat mengikuti LPGA-nya Malaysia pada 2024.

MENTAL DAN TEKAD YANG BULAT

Menjawab pertanyaan tentang apa hambatan yang ditemukan setelah Mela berstatus sebagai Ladies Pro, anak bungsu dari 2 bersaudara ini mengungkapkan, karena berdomisili di Bali dia cukup sulit untuk berlatih bersama pemain profesional lain, karena belum banyak pro yang berada di Bali.

Tapi, Mela banyak berlatih dengan teman-teman yang sering juga berkompetisi ke luar kota dan ke luar negeri untuk berkompetisi. Salah seorang di antaranya adalah Abigail Rhea Suryo Wiharko. 

“Saya latihan bersama Abigail untuk persiapan terutama dan khususnya menjelang PON di Sumatera,” tukas Mela, “Tapi, setelah itu tidak dilakukan lagi karena saya dan Abi sama-sama sibuk. Karena, selain sibuk berlatih saya juga sibuk ngurus cafe saya Griya Bimasakti Resto & Coffee,” lanjutnya.

Mela menegaskan setelah dia menyandang status sebagai pegolf profesional, memang harus memiliki mental dan tekad yang bulat untuk tetap semangat berlatih dan mengasah skill sendiri.

“Saya pernah dan sempat berdiskusi dengan-teman ladies pro di Thailand. Mereka berbagi pengalaman tentang sistem latihan di sana .. Mereka memiliki grup latihan bersama di satu lapangan, sehingga mereka dapat terus mengasah kemampuan sekaligus membangun kompetisi yang sehat satu sama lain.”

“Sebagian besar pemain juga memiliki home base di golf course, sehingga proses latihan menjadi lebih konsisten .. Lingkungan seperti ini tentu sangat membantu perkembangan pemain.”

PAMA DAN TAYLORMADE

Ketika Media GolfJoy menyinggung masalah kemandirian, dan menanyakan siapa yang mensupport kalau Mela tampil bertanding di dalam atau di luar negeri, Ida Ayu Indira Melati Putri langsung menyahut bahwa dia sangat beruntung setahun belakangan ini karena dia mendapat support dari PAMA.

“Untuk equipment saya disupport oleh Taylormade Indonesia dan MST golf sedangkan fasilitas di driving range saya disupport oleh Bali International Golf sekaligus sebagai home base saya,” tutur Mela, menegaskan.

Menjawab pertanyaan mengenai kesannya menjalani study di Purdue University pada 2015-2019 ketika masih berstatus sebagai pegolf amatir, Mela mengungkapkan bahwa pada tahun-tahun di mana pihaknya dapat dengan baik meng-improve banyak aspek di dalam permainannya.

“Contohnya fasilitas yang sangat lengkap dari segi teknik, mental lapangan, strength and conditioning, juga pastinya edukasi yang sangat baik.”

Dan, pencapaian tertinggi Mela adalah ketika dia menjuarai Conference sekolah yaitu Big 10s Championship pada tahun terakhir dia study di Purdue University yang beralamat di kota West Lafayette, Indiana, melalui bea siswa.

Ketika ditanya, apa harapan Mela untuk para junior dan amatir ladies golfer di Indonesia bila suatu saat nanti mereka beralih status menjadi pro, “Harapan saya agar adik-adik junior bisa mengexplore kompetisi-kompetisi di luar negeri sehingga memiliki beragam pengalaman dan patokan permainan yang lebih luas,” ujar Mela. “Dan sering-seringlah bermain di lapangan. Karena, main di lapangan itu merupakan case study langsung yang bisa mendapatkan feedback secara real time ..Tentunya diimbangi dengan latihan long dan short game serta gym,” tambahnya, menegaskan.

“Pertanyaan terakhir bagaimana persiapan dan target Mela sebelum tampil di Indonesia Women’s Open (IWO) 2026 pada akhir Januari hingga awal Februari mendatang?”

“Persiapan saat ini saya sedang fokus untuk menajamkan iron green in regulation saya, karena saya tahu di BSD green-nya luas jadi enggak bisa sembarangan on untuk mendapatkan hasil yang baik.”

“Untuk target posisi finish saat ini belum ada angka yang bisa dishare. Tapi, saya menargetkan diri supaya bisa membuat paling tidak 3 birdie per round saat IWO nanti .. Target ini memang terkesan tidak biasa, tapi melalui pendekatan ini saya ingin meningkatkan peluang birdie di setiap hole.”

Tulisan Toto Prawoto

Foto Dokumentasi

Related posts

Greg Norman Kabarnya Akan Digeser dari Jabatan Kepala Eksekutif LIV Golf

Eryk Armando Talla

Indonesia Sertakan Empat Junior Amateur ke MAJIIC 2024

Syam

Tiger Woods & Vanessa Trump Berciuman di Final TGL di Florida

Hasim

Leave a Comment

eight + ten =