FeaturedKomunitas

IJG Pro-Am Invitational Championship Menjadi Prototype Keberlanjutan Prestasi Golf Nasional

Indonesian Junior Golf ingin “menjahit” jenjang pembinaan golf nasional dan mengakomodir kompetisi professional Indonesia secara berkala serta berkesinambungan!

Fakta ketakjuban salah satu pegolf professional ternama Indonesia Rory Hie, terhadap fenomena keberlangsungan roda pembinaan Indonesian Junior Golf (IJG) yang digelar di Riverside Golf Club dalam ajang IJG Premier League tahun 2024 lalu, lantas saja terlintas dikepala Rory Hie untuk berdiskusi dengan pengurus teras IJG, membahas (yang kita ketahui bersama red.) hidup mati kompetisi atau tour professional Indonesia saat ini.

Rory Hie takjub bagaimana IJG sanggup menjalankan roda pembinaan junior Indonesia sebanyak 80 lebih turnamen dalam setahun. Baik itu di dalam Jabodetabek, di luar kota, bahkan di luar pulau dan luar negeri.

Sebagai informasi yang sudah kita mafhumi bersama, bahwa IJG memiliki delapan perwakilan di Jabodetabek, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timu-Bali, Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan di Perth, Australia.

Bak gayung bersambut, Ketua Umum IJG Denny Uneputty memberikan pengharapan. IJG pun sejatinya ingin “menjahitkan” (istilah yang Denny apungkan) baju IJG demi pembinaan dan keberlangsungan pegolf junior dan professional Indonesia di masa depan. Kongkritnya, IJG memberikan opsional bagi pegolf junior tentang pilihannya menggapai cita-cita, baik, kelak akan memasuki sekolah impian dan favorit di jenjang sekolah menengah, dan atau perguruan tinggi negeri nasional maupun internasional. Atau juga berkarir di panggung professional Indonesia di masa depan.

Denny Uneputty
Agus Triyono

SHOW MORE IMAGES +

Begitu pun bagi para pegolf pro nasional, Denny Uneputty menginginkan karir touring pro mereka selalu dinamis bergerak. Karena sejatinya, touring pro hidup dan berprestasi lewat touring nasional, dan internasional.

“Terlalu sempit jika melihat IJG sebagai EO golf semata. Di IJG itu ada rangking atau order of marit di setiap kategori yang kami mainkan, ada pembinaan berjenjang dimana pemenangnya bisa dikirim ke beberapa turnamen di luar negeri. Ada juga kurasi dimana Kementerian Olahraga memberikan rekomendasi atau beasiswa lewat jalur prestasi olahraga sehingga para junior Indonesia ini mendapatkan sekolah dan perguruan tinggi negeri dan luar negeri yang mereka favoritkan,” demikian ungkap Denny Uneputty membuka obrolan kepada Media GolfJoy Indonesia.

Menjembatani PGATI

Atas “jeritan” pro touring Indonesia yang diwakili Rory Hie itu, maka IJG memberikan respon positif dengan dilanjutkan “bertatap wajah” dengan pengurus PGATI yang diwakili oleh Ketua Umum PGATI Agus Triyono, serta Wakil Ketua PGATI Marcell Jacob melalui zoom meeting.

“Saya berbicara kepada Pak Denny, bagaimana kalau kita bikin turnamen seperti ini di touring professional Indonesia juga. Selain itu, kami para pro Indonesia ingin mendukung junior golf Indonesia juga dengan berbagai macam cara. Seperti turnamen pro-am di hari ini yang mana tentunya akan bermakna bagi junior golfer kita. Saya bisa katakana, bermain bersama dengan para pro golfer itu lebih cepat kemajuannya, dibanding bermain antara junior dengan junior terus. Saya membawa pengalaman ini dari Amerika Serikat, dimana di sebuah private club, para pro touring setempat mau berbagi pengalaman dan pengetahuan langsung bermain bersama di lapangan. Jadi kami ingin membudayakan hal itu di Indonesia juga. Dan ini adalah cara yang sangat bagus menurut saya,” ujar Rory Hie kepada Media GolfJoy Indonesia.

Dan hasil dari tatap wajah kedua pihak, maka untuk langkah awalnya, IJG berhasil menjembatani kegiatan pro touring Indonesia dengan menggelar IJG Pro-Am Invitational Championship 2025 di Royale Jakarta Golf Club pada Senin, 21 Juli 2025.

Dan kejuaraan IJG Pro-Am Invitational Championship ini menjadi prototype dan sekaligus inagurasi pembinaan pegolf junior, dan keberlangsungan kompetisi atau touring pro nasional di masa depan.

“Kami PGATI selalu mendukung segala turnamen golf yang melibatkan pemain professional. Apa pun yang dilakukan untuk kepentingan bersama, untuk kepentingan profresional saya akan dukung. Jadi, mudah-mudahan untuk kedepan kitab isa berkerja sama lagi dengan skala yang lebih besar lagi. Karena biar bagaimana pun, turnamen seperti ini tidak mungkin dikerjakan sendiri. Kita harus berkerja sama dengan berbagai pihak, berkolaborasi, dan tentunya kita tetap mengedepankan aturan main yang benar. Oleh karena ini, sekali lagi, saya mengucapkan selamat atas terselenggaranya turnamen IJG pro-am ini, sukses. Mudah-mudahan kedepan kitab isa berkerja sama lagi,” demikian ungkap Agus Triono, Ketua PGATI dalam sambutannya sebelum pengumuman pemenang dan penyerahan prize money sembolisasi.

Rp 80 juta untuk 15 pro dan 20 amateur/ junior

Pada IJG Pro-Am Invitational Championship 2025 ini diikuti sebanyak 35 pegolf yang terdiri dari 15 pegolf pro dan 20 pegolf amateur dan junior yang terbagi kedalam 10 flight atau group.

Peserta amateur dan junior dipilih berdasarkan pemilik ranking WAGR, dan junior IJG yang punya performa bagus di tahun 2025 ini. Mantan pegolf junior IJG yang kini sudah memasuki dunia kampus, di dalam dan luar negeri juga menjadi kriteria pemilihan.

Sementara para pro Indonesia yang tampil di event ini adalah mereka yang aktif ikut tour di luar negeri sehingga mandatori untuk ikut turnamen invitasi IJG Pro-Am ini.

Profesional golfer Indonesia antara lain Rory Hie, Naraajie E. Ramadhanputra, Kevin Caesar Akbar, George Gandranata, Fahmi Reza, dan lain sebagainya. Dijajaran amateur dan junior terdapat nama-nama seperti Jonathan Xavier Hartono, Gabriel Hansel Hari, Randy Arbenata M. Bintang, Asyrafa Danish Suryanto dan lain-lain.

Pihak IJG pun mengapresiasi para pemenang, masing-masing enam pegolf dengan skor terbaik enam besar, berhak menjadi juara dan menerima prize money pro-rata sebesar total Rp 57 juta untuk pro. Sedangkan pegolf amateur dan junior yang berada diperingkat enam teratas akan dihadiahi uang pembinaan pro-rata sebesar 23 juta rupiah. Jadi total prize money yang disediakan IJG sebesar Rp 80 juta.

Dan untuk pemenang pada kategori pro Indonesia, nama Kevin Caesar Akbar menjadi yang teratas dan mendapatkan hadiah sebesar Rp 25 juta.

“Event IJG Pro-Am Invitational Champioship ini menurut saya sangat bagus sekali dari segi pembinaan bagi para pegolf amateur dan junior Indonesia. Dan saya pun, semasa berstatus junior pernah bermain dengan Kokoh George (George Gandranata) dimana saya banyak belajar dari dia. Dulu inget gak kalo kita main di Karawang (LotusLake Golf Club) dimana Koh Goorge yang menang. Dan event serupa kali ini tentunya bisa membuka wawasan para junior dengan bermain bersama professional, bagaimana pro bisa handle pressure, course management dan segala macamnya, walau pun di hari ini “dimenangi” (pencetus ide turnamen IJG Pro-Am Invitational Champioship 2025) oleh Om Rory dan Jojo sebagai pemenang amateurnya. Terima kasih IJG, para sponsor dan juga PGATI atas terselenggaranya turnamen yang memiliki misi pembinaan bagi para junior dan amateur (atlet golf) ini,” begitu ucap Kevin C. Akbar dalam winning speech-nya.

Pada kategori amateur dan junior, alumni IJG yang kini berkuliah di Harvard Univercity Cambridge, Massachusetts, Amerika Serikat, Jonathan Xavier Hartono menjadi juara pertama dan menerima uang pembinaan sebesar 8 juta rupiah.

“Pertama-tama saya ucapkan terima kasih kepada Indonesia Junior Golf, Pak Denny, para pendiri IJG dan semua panitia turnamen IJG Pro-Am Invitational Champioship, dimana saya mesti akui dan berterima kasih karena saya telah didik dan dibina bermain golf oleh IJG sejak 9 tahun yang lalu hingga kini saya berkuliah di Harvard Univercity. Jadi saya tidak bisa berdiri di sini sebagai juara tanpa IJG. Terima kasih saya ucapkan untuk pelatih saya dimasa kecil yaitu Pak Rio Kundjung, juga orang tua saya, dan tim kampus saya yang telah membersamai saya bermain golf yang menyenangkan di sana,” begitu ungkap Jojo, sapaan akrab Jonathan Xavier Hartono dalam winning speech-nya.

Sejatinya, setelah kegiatan IJG Pro-Am Invitational Championship 2025 ini, tentunya akan ada gebrakan selanjutnya yang akan dihadirkan Indonesian Junior Golf dalam pembinaan junior amateur dengan melibatkan pro nasional, berupa turnamen pro-am yang berkesinambungan atau berseri, atau kejuaraan pro touring nasional setiap tahunnya.

Mari Sobat GolfJoy, kita tunggu gebrakan hebat dari Indonesian Junior Golf selanjutnya! 

Related posts

Tiger Woods: Prioritas No. 1 Kini Adalah Mampu Berjalan Sendiri

Hasim

Tiger Woods Tampil Meyakinkan pada Debutnya di 2020

Hasim

IGC Charity & Reunion Kumpulkan Donasi Rp110 Juta untuk Pelestarian Budaya & Kearifan Lokal

Hasim

Leave a Comment

three × 2 =