Dua pegolf wanita papan atas dunia yang merupakan kakak-beradik, Moriya Jutanugarn dan Ariya Jutanugarn asal Thailand, hadir di Indonesia atas undangan SCG yang merupakan  salah satu grup konglomerasi terkemuka di kawasan ASEAN. Sejak 14 tahun lalu SCG yang berlogo gajah tersebut menginjakkan kakinya di Indonesia.

Kedua ladies pro dari Negeri Gajah Putih tersebut hadir dalam program tahunan SCG bertajuk “Golf Inspiration”. Mereka ingin berbagi pengalaman dengan para pegolf junior di Indonesia: dari masalah prestasi mereka di olahraga golf sampai ke masalah gaya kehidupan sehari-hari mereka berdua, termasuk dalam menerapkan gaya hidup yang berhubungan dengan Ekonomi Sirkular.

Ekonomi Sirkular sangat berbeda dengan Ekonomi Kreatif, karena salah satu aspeknya adalah menjaga lingkungan hidup di mana ekonomi sirkular yang menerapkan konsep menekan sebanyak-banyaknya jumlah limbah atau sampah, yang saat ini menjadi perhatian di seluruh dunia.

Caranya adalah menggunakan kembali atau menambah nilai suatu barang yang dipercaya akan membawa kondisi yang lebih baik dari sisi ekonomi, masyarakat dan lingkungan.

Kakak beradik Moriya dan Ariya Jutanugarn, meski berdua kerap bersaing dalam turnamen golf yang mereka ikut, mereka tetap kompak dalam kehidupan sehari-hari — termasuk dalam menerapkan gaya hidup sirkular.

Salah satu contoh yang telah dilakukan oleh Ariya dan Moriya Jutanugarn adalah membawa tempat minum yang bisa dipakai berulangkali daripada membeli minuman dalam kemasan sekali pakai lalu dibuang dan menjadi sampah sekaligus limbah yang lambat laun akan merusak lingkungan. Contoh yang sangat sederhana tapi konkrit dan bisa dilakukan di mana saja, kapan saja, dan oleh siapa saja.

Dalam perbincangan yang berlangsung di VIP Room Senayan National Golf Club pada Jumat (06/12/2019) sebelum acara Conference Press dilaksanakan — secara bergantian ladies pro kakak beradik dari Thailand itu menjawab setiap pertanyaan yang diajukan beberapa wartawan secara jujur dan sesekali diselingi canda dan tawa.

Menjawab pertanyaan yang diajukan GolfJoy, apakah eksistensi mereka berdua sebagai ladies pro ternama di dunia juga menginspirasi para generasi muda di negaranya khususnya dari kalangan anak-anak dan remaja putri, sehingga mereka tertarik untuk mengikuti jejaknya, kakak beradik tersebut secara tegas mengatakan bahwa mereka berdua sangat menghargai perbedaan.

Bagi Ariya dan Moriya menjadi berbeda itu adalah sebuah pilihan. Oleh karena itu, kakak beradik ini pun menganggap sah-sah saja apabila generasi muda di negaranya memilih untuk menekuni cabang olahraga lain dan tidak tertarik untuk mengikuti jejak mereka berdua.

Namun, Ariya dan Moriya menegaskan, bila mereka lebih memilih atau lebih tertarik untuk menggeluti cabang olahraga lain, lakukanlah secara bersungguh-sungguh, all out dan jangan setengah-setengah.

Hal yang sama tapi dalam ungkapan bahasa yang berbeda, diulang kembali saat kakak beradik tersebut menemui para pegolf junior (putra-putri) dari beberapa perkumpulan dan academy of golf yang ada di kawasan Jakarta dan sekitarnya — seusainya ladies pro dari Negeri Gajah Putih tersebut tampil dalam acara Conference Press bertajuk “Golf Inspiration”.

Kepada para pegolf junior (putra-putri) yang hadir di Senayan National Golf Club, selain berbagi kisah perjalanan hidupnya sejak mereka mulai mengenal olahraga golf dan akhirnya menjadi terkenal seperti saat ini, Ariya dan Moriya Jutanugarn juga membagikan tips bagaimana cara bermain golf yang baik dan benar saat mereka berada di putting green dan saat melakukan pukulan awal di tee box.

Teks dan foto oleh Toto Prawoto