Dua pegolf generasi millenial dari komunitas Partee Golfer, Kevin Michael dan Nickolas Hanson, keluar sebagai juara Best Gross Overall (BGO) dengan skor gross 64 (33-31) Handicap 01 Nett 63 dalam event Mabar Olorogolf yang berlangsung di Gading Raya Golf & Klub, Serpong – Tangerang pada Jumat (07/05/21).

Event yang menggunakan Format Play Best Ball dan diikuti 44 pegolf yang didominasi pegolf generasi millenial dari kawasan Jabodetabek serta satu orang peserta dari Sukabumi bernama Hariz tersebut, dimulai pada pukul 12.30 WIB.

Meskipun hampir sebagian peserta baru untuk pertama kali bermain golf dalam format Best Ball, namun suasana enjoy the games sungguh sangat terasa – sejak awal hingga event tersebut berakhir pada pukul 17.30 WIB.

Dalam perbincangan bersama GolfJoy — baik Rex maupun Jeff sebagai penyelenggara Mabar Olorogolf — mengaku sangat senang melihat antusias para peserta dalam perhelatan mabar yang untuk pertama kalinya menggunakan format permainan best ball tersebut.

“Salah satu tujuan menggelar event ini adalah bagian dari dukungan Olorogolf terhadap booming publik yang tertarik terhadap olahraga golf – agar mereka tidak hanya sebatas berlatih di driving range saja. Tapi tampil juga dalam event di lapangan agar mereka bisa merasakan atmosfir kompetisi dalam arti yang sebenarnya,” Rex A Johan – Founder Olorogolf – dalam perbincangan bersama GolfJoy seusai mabar berformat Best Ball tersebut.

“Selain itu, Olorogolf juga ingin berkontribusi terhadap industri golf di dalam negeri melalui turnamen,” tambah Rex, menegaskan.

Setelah mabar di Gading Raya Golf & Klub, Olorogolf juga akan kembali menyelenggarakan event dengan format yang berbeda-beda yang akan digelar di kawasan Jabodetabek. 

“Kali ini event mabar digelar di wiayah Tangerang. Habis Idhul Fitri Olorogolf berencana akan menggelar event dengan format yang berbeda di Bogor,” ujar Rex, optimis.

Menjawab pertanyaan mengenai format permainan yang digunakan, Jeff menegaskan bahwa agar para pegolf yang tampil dalam mabar  Olorogolf kali dapat merasakan bagaimana bedanya bermain golf secara individu dan berpartner.

“Ternyata mereka sangat suka karena format best ball membuat mereka dapat menghargai kelebihan dan kekurangan permainan mereka masing-masing … Mereka bilang event ini sangat challenging,” ungkap Jeff yang awal tahun 2021 lalu mengikuti PAT (Playing Ability Test) — atau test kemampuan bermain bagi pegolf amatir yang akan beralih status menjadi pegolf profesional yang diselenggarakan PGTI.

“Karena peserta suka juga dengan format best ball, maka nantinya event yang akan diselenggarakan Olorogolf di waktu yang akan datang diselang-seling dengan format permainan yang lain … Yaaa kira-kira semacam event series, Om,” tambah Jeff yang rupanya piawai juga sebagai pemandu acara (MC) tersebut, sambil tersenyum.

Dalam hal challenging, baik Kevin maupun Nickolas, pun merasakan betapa pentingnya kerjasama dalam event yang menggunakan format Best Ball. “Ini untuk adalah untuk pertama kalinya merebut BGO,” kata Nickolas terus terang. Sementara bagi Kevin yang sejak lama aktif mengikuti turnamen khususnya junior, gelar tersebut (BGO) sudah sering diperolehnya. “Tapi BGO kali ada bedanya karena saya berhasil merebut gelar tersebut karena saya berpartner dengan Nickolas,” ujar Kevin, menegaskan.

BEDA ANTARA “PIHAK” DAN TEAM

Untuk memahami lebih jauh mengenai format permainan Best Ball, GolfJoy menghubungi Eddy Putra — pakar Rules of Golf.

Berikut petikan wawancara tertulis dengan pakar Rule of Golf dari Bali tersebut: 

“Best Ball adalah bentuk permainan. Bisa dimainkan dalam format Stroke Play atau Match Play.”

“Satu pihak bisa terdiri dari 2 atau lebih pemain. Setiap pemain memainkan  bolanya masing-masing.”

“Skor terbaik dari pihak diambil di tiap hole menjadi skor terbaik. Misalnya pihak terdiri dari 2 orang. Di hole 1 pemain A dapat bogey pemain B dapat par. Skor pihak di hole 1 adalah par.”

“Itu kalau main gross. Kalau main nett yang dihitung skor nett masing-masing hole. Demikian seterusnya.”

“Misalnya di hole 1 pemain A dapat stroke dan skornya bogey, maka skor nett-nya par. Pemain B tidak dapat stroke dan skornya bogey,, maka skor pihak di hole tersebut adalah par …”

“Bli Eddy .. apa bedanya pihak dan team?” tanya GolfJoy.

“Dalam olahraga golf ada istilah PIHAK dan TEAM. Kalau PIHAK  adalah untuk permainan ber-PARTNER atau bermain bersama dengan skor tunggal. Kalau TEAM adalah beberapa pemain yang skornya diakumulasikan  atau ditotal.”

“Analoginya seperti permainan bulutangkis. Pemain ganda identik dengan permainan PARTNER kalau di golf. Ini disebut 1 PIHAK. Sedangkan permainan TEAM seperti di Thomas Cup, terdiri dari 3 single dan 2 double. Mereka disebut TEAM.”

(Liputan dan foto oleh Toto Prawoto)