Teaching pro kelahiran Bandung 9 Agustus 1974 ini sama sekali tidak mengira  terpilih sebagai peserta terbaik dalam Sertifikasi & Re-sertifikasi Kompetensi Pengajar Golf yang diselenggarakan PGA – I (Professional Golf Association of Indonesia) bertempat di The Commander Golf (Marinir Driving Range) Cilandak, Jakarta Selatan pads awal Desember 2021 lalu.

Ketika mengikuti Teori Pengajaran yang diajarkan dalam Sertifikasi & Re-sertifikasi Kompetensi Pengajar Golf tersebut, yang terdiri dari 4 mata pelajaran meliputi Fitting, Teknik Dasar, Score TD dan Rules — Manan — sapaan akrabnya berhasil meraih nilai total 186 “Ties” bersama Muhammad Fathi Salsabila.

Setelah lulus dari SMA Negeri 14 Bandung pada 1992, Manan merantau ke Ibukota. Empat tahun kemudian, tepatnya pada 1996 Manan diterima bekerja sebagai caddy di Gading Raya Golf.

Berkat ketekunannya, bersama beberapa caddy lainnya yang bekerja di Gading Raya Golf, Manan sering tampil berkompetisi dalam turnamen golf antara caddy di golf course yang berbeda-beda yang tersebar di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya.

Setelah memahami tentang olahraga golf dengan segala aspeknya — seperti umumnya para caddy yang bekerja di lapangan golf dan atau di driving range — Manan pun pada 2008 mengikuti Playing Ability Test (Tes Kemampuan Bermain), sebuah tahapan bagi seorang pegolf amatir yang ingin beralih status menjadi professional golfer.

Setelah lulus PAT, selain menyandang status sebagai Pro, Manan juga mulai merintis sebagai Teaching. Di samping mengajar, pada 2009 hingga 2011 dia juga aktif mengikuti turnamen profesional yang diselenggarakan PGPI (Persatuan Golf Profesional Indonesia) yang sekarang lebih dikenal dengan nama Professional Golf Tour of Indonesia (PGTI – PGAI).

Bahkan pada 2010 Manan tampil bersaing di ajang Asian Tour yang dilaksanakan di Imperial Klub Golf, Karawaci, Tangerang – Banten. “Tapi, saya belum beruntung, Mas,” katanya pada saat Media GolfJoy menyambangi Manan Permana di tempat dia mengaktualisasikan dirinya sebagai Teaching Pro di Gading Raya Golf – Driving Range, Gading Serpong beberapa waktu lalu.

Menyinggung keberhasilannya terpilih menjadi salah satu peserta terbaik pada program Sertifikasi & Re-sertifikasi Kompetensi Pengajar Golf yang diselenggarakan PGA Indonesia jelang akhir tahun 2021 lalu (yang diikuti 24 peserta dan 2 di antaranya adalah peserta wanita), Manan mengaku bahwa dirinya seusai melatih para muridnya di Driving Range Gading Raya, banyak membaca literasi tentang pelbagai hal yang berhubungan dengan materi pelajaran yang akan diajarkan oleh para pembicara dalam program Sertifikasi & Re-sertifikasi Kompetensi Pengajar Golf tersebut.

Manan mengaku bersyukur bahwa dirinya tidak ‘GapTek’ sehingga dia bisa mengakses segala sesuatu yang akan dia pelajari di program Sertifikasi & Re-sertifikasi Kompetensi Pengajar Golf .

Program tersebut selain ditujukan kepada para pegolf yang lulus PAT sekaligus juga ditujukan kepada para Teaching Pro yang, karena berbagai alasan terlambat untuk memperpanjang (Re-sertifikasi) KTA yang mereka miliki.

“Alhamdullilah, Mas, legalitas saya sekarang, sebagai pengajar golf, pulih kembali dan saya juga sangat bersyukur menjadi salah satu peserta terbaik dalam program kegiatan sertifikasi dan re-sertifikasi kompetensi pengajar golf,” katanya.

Di akhir perbincangan bersama Media GolfJoy, Manan Permana — seperti para pegolf profesional yang juga dikenal sebagai teaching pro lainnya di Tanah Air — pun berharap semoga kiranya pandemi Covid – 19 dengan “turunan” atau “varian”-nya segera berakhir, sehingga touring pro lokal dapat digelar kembali.

“Saya rindu berkompetisi kembali sekaligus bersillaturahmi dengan teman serta sahabat saya sesama pro, Mas,” ujar Manan. “Betul bahwa setiap saat saya bisa japri atau video call dengan mereka .. Tapi, rasanya enggak afdol, Mas, kalau enggak face to face …,” tambahnya sambil tertawa.

(Tulisan Toto Prawoto – Foto Dokpri & TP)

DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!


GolfJoy Cover