Miguel Carballo dari Argentina kembali mencapai karier terbaiknya dengan membalik defisit enam pukulan untuk memenangkan Bank BRI Indonesia Open pada hari Minggu (1/9/2019) di Pondok Indah Golf Course.

Carballo, yang menduduki puncak Order of Merit Asian Development Tour (ADT) tahun lalu, memastikan kemenangannya setelah dia finis 5-under par 67 yang sempurna untuk meraih gelar Asian Tour perdananya dengan keunggulan tiga pukulan di atas pemain Korea itu. Yikuen Chang dengan total kemenangannya 17-under-par 271.

“Saya sangat senang dan ini minggu yang luar biasa. Apalagi setelah menang untuk pertama kalinya di Asian Tour. Fokus saya hari ini hanya untuk bermain bagus dan mencoba bermain under par. Saya merasa itu mungkin dan sayangnya untuk Naraajie, dia tidak bermain dengan baik dan saya memanfaatkannya,” kata Carballo.

Pemain Argentina itu menjadi pemain kesembilan di ADT yang terus menang di Asian Tour dan kemenangan tiga pukulannya adalah margin terbesar di Asian Tour sejauh musim ini.

Carballo memulai cepat dengan birdie pembuka sebelum menambahkan dua birdie lagi pada hole empat dan enam ke kartunya.

Setelah sembilan hole pertama di 33, ia birdie lagi pada hole 10 sebelum putt berani 30 kaki dari tepi green pada hole 13 yang membuat dia mendapat birdie lagi yang memberinya keunggulan langsung setelah pemimpin semalam Naraajie Emerald Ramadhan Putra dari Indonesia membuat tiga putt untuk bogey di sana.

Dengan Naraajie menjatuhkan enam pukulan lagi di lima hole terakhirnya dan Carballo tetap solid dengan lima pukulan berturut-turut, kemenangan bagi pemain Argentina itu segera menjadi kepastian.

Yikeun Chang menikmati hasil terbaiknya di Tur musim ini ketika ia menutupnya dengan 64 untuk langsung menempati posisi kedua sementara rekan senegaranya Joohyung Kim, yang memenangkan gelar ADT keduanya di Indonesia minggu lalu, harus puas di tempat ketiga.

Indonesia harus menunggu lebih lama untuk juara saat Naraajie berjuang dengan skor final 78 untuk mengakhiri minggu di tempat keempat.

“Saya agak kehilangan fokus pada enam hole terakhir itu. Saya sudah belajar banyak minggu ini dan mudah-mudahan itu bisa membawa saya ke langkah selanjutnya. Saya akan bermain di ADT bulan depan dan kemudian SEA Games pada akhir tahun ini,” kata
Naraajie.

Kasiadi terus tetap sebagai satu-satunya pegolf Indonesia yang memenangkan Indonesia Open ketika ia mengangkat trofi pada tahun 1989.