Meskipun sempat membuat beberapa orang penonton termasuk wartawan yang menyaksikan secara langsung 5th Olympic Jabar Amateur Open (OJAO Series #5) di Gunung Geulis Golf & Country Club ketar-ketir dan khususnya saat final round berlangsung, namun akhirnya Naraajie Emerald Ramadhan Putra berhasil menunjukkan kelasnya sebagai pegolf amatir number one di Republik ini.

Bagaimana tidak ketar-ketir dan membuat jantung deg-degan, kalau pegolf amatir andalan Pengprov PGI Jawa Barat tersebut, yang pada ronde pertama dan kedua memimpin dengan 8 under, tiba-tiba score yang telah dibukukannya melorot tajam tinggal 4 under.

Tapi berkat pengalaman yang dimilikinya, pegolf andalan Pengprov PGI Jawa Barat yang kedua orangtuanya atlet softball tersebut – perlahan namun pasti berhasil merecovery performance-nya di sembilan hole pertama yang nge-drop, sehingga di sembilan hole kedua final round dia tetap bisa mempertahankan penampilannya dan berhasil keluar sebagai juara Olympic Jabar Amteur Open Series #5 di kelompok putra dengan total score 209 atau under 4 selama tiga hari (15-17 Juni 2021) berturut-turut.

Meskipun tidak mengalami hal yang sama seperti Naraajie, namun Ida Ayu Indira Melati Putri, yang akhirnya keluar sebagai juara OJAO Series #5 di kelompok pegolf putri — juga sempat membuat official dari Pengprov PGI Bali yang mendampingi pegolfnya yang akrab disapa dengan panggilan akrab Mela tersebut, merasa was-was.

Karena di final round OJAO Series #5 Mela yang membukukan total score 219 – dibuntuti secara ketat oleh Elaine Widjaja (Pengprov PGI Jawa Tengah) dengan total score 222 dan Lidya H Stevani Sitorus (Pengprov PGI Sulawesi Utara) dengan total score 223.

Seperti diketahui OJAO Series #5 yang sangat ketat dalam menerapkan Prokes Covid – 19 tersebut diikuti 17 Pengprov PGI dan 16 Pengkab/Pengkot serta klub golf yang telah terdaftar di PB PGI.

“Tak hanya pada saat turnamen berlangsung – saat practice round pun para peserta dan orangtua yang mendampingi putra-putrinya diwajibkan test anti gen. Juga para caddy yang mendampingi para pemain saat turnamen berlangsung,” kata Dian Mariyun – Ketua Bidang Administrasi Pertandingan OJAO Series #5 kepada GolfJoy. “Tak hanya atlet, orang tua atlet dan caddy – seluruh anggota panitia juga wajib ditest anti gen,” tambah Dian Mariyun sambil menyebut bahwa paramedis yang melakukan tugas demi ditegakkannya Prokes Covid – 19 dalam OJAO Series #5 adalah paramedis dari Rumah Sakit Azra.

KOLABORASI

Meskipun OJAO Series #5 tertunda pelaksanaannya akibat adanya pandemi Covid – 19 yang melanda seluruh belahan dunia, namun antusias para peserta sungguh sangat luar biasa.

“Hal tersebut bisa dimaklumi, karena kurang-lebih hampir dua tahun lamanya mereka hanya berlatih dan berlatih serta gobar dengan teman-temannya, sehingga ketika OJAO bergulir kembali mereka tidak melewatkan event prestasi sekaligus prestisius ini,” kata Joyada Siallagan – Ketua Panitia Pelaksana OJAO Series #5 – kepada Yongky (Golfnagz), Raka (GolfinStyle) dan GolfJoy.

Ketika dalam perbincangan tersebut muncul pertanyaan yang berkaitan dengan sponsorship yang mendukung OJAO Series #5, “Itu semua terjadi karena saya memang senang berkalaborasi dengan siapa saja yang peduli untuk bersama-sama memajukan sekaligus meningkatkan prestasi olahraga golf anatir dan junior,” tukas Joyada Siallagan.

“Kita tahu di era pandemi sekarang, kita harus salah satunya menjaga jarak. Tapi, dengan menjaga jarak, bukan berarti kita diam dan tidak bergerak … Nah, dalam konteks pembinaan di dalam olahraga golf, dalam keadaan seperti apa pun kita harus selalu bergerak .. Move on!”

“Untuk itulah OJAO Series #5 ini pun kita gelar … dan menyusul event lainnya juga akan saya selenggarakan yang tetap merujuk kepada basis pembinaan dan peningkatan prestasi dengan tetap berkalaborasi dengan Pengprov, Pengkab dan Pengkot PGI di seluruh Indonesia dan para sponsor,” Joyada Siallagan, menegaskan.

EVENT LOKAL – ATMOSFIR NASIONAL

Kehadiran para pegolf amatir yang tampil bersaing di ajang OJAO Series #5, yang diikuti oleh pegolf amatir terbaik dari 17 Pengprov, 16 Klub dan beberapa perkumpulan golf di Indonesia, membuat Penasehat Panitia OJAO Series #5, Komusaris Jendral Polisi (Purn) Ito Sumardi, dalam sambutannya antara lain menyebut bahwa OJAO Series #5 yang merupakan event lokal atmosfirnya terasa seperti event berskala nasional.

“Seperti cabor golf yang dipertandingkan di PON sebelum ada pandemi Covid – 19, sedangkan pada PON Papua tahun ini justru tidak dipertandingkan,” kata Komisaris Jendral Polisi (Purn) Ito Sumardi yang sangat mengapresiasi kerja panitia event OJAO Series #5 yang “dikomandoi” Joyada Siallagan.

Lebih jauh Komjen Pol (Pur) Ito Sumardi dalam sambutannya juga menyinggung bahwa ke depan organisasi olahraga golf di Indonesia harus dipimpin oleh seseorang yang tidak hanya ingin mencari popularitas – tapi harus dikomandoi oleh seseorang yang memiliki waktu.untuk mengurus organisasi, mau berkorban materi dan memiliki jarungan yang luas dalam kehidupan sosial-ekonomi.

“Kalau saya berkata seperti itu .. bukan berarti pak Joyada harus mengikuti kriteria seperti yang saya sebutkan tadi,” kata Ito Sumardi sambil menurunkan microfon yang dipegangnya sehingga pandangannya tidak terhalang saat memandang Joyada Siallagan yang duduk di deretan kursi terdepan – ketika acara closing event OJAO Series #5 berlangsung.

“Harapan saya agar pegolf kita kelak bisa bersaing dengan para pegolf di kawasan Asean seperti Myanmar, Vietnam, Thailand dan yang lainnya yang jumlah penduduknya tidak sebanyak Indonesia – juga bisa bersaing di kancah internasional,” Komisaris Jendral Polisi (Purn) Ito Sumardi, menegaskan.

TERNYATA BISA

Terkait dengan segala aspek kegiatan masyarakat termasuk kegiatan olahraga terutama dan khususnya golf di era pandemi yang sering dikhawatirkan oleh para stake holder pergolfan nasional akan menimbulkan klaster baru sehingga ada banyak event yang ditunda pelaksanaannya, Sirod Zudin – Ketua Pengprov PGI Jawa Barat yang pada era kepemimpinannya mendukung terselenggaranya event OJAO Series #1 hingga Series #4 – mengungkapkan kegembiraannya setelah OJAO Series #5 berjalan lancar tanpa hambatan dan sukses.

“Ternyata bukan masalah bisa dan enggak bisa. Tapi, kalau kita bicara masalah event golf seperti OJAO ini, masalahnya adalah mau atau tidak pihak penyelenggara menyelenggarakan turnamen,” ujar Kang Sirod – sapaan akrabnya – kepada GolfJoy. “Karena ada kemauan dan peduli dalam pembinaan dari pak Joyada dan segenap jajaran panitia yang terlibat di dalamnya – terbukti event OJAO ini bisa terselenggara dan diikuti oleh pegolf dari Pengprov, Pengkab dan Pengkot,” tambahnya.

Kang Sirod berharap agar apa yang tersaji dalam OJAO Series #5 bisa menginspirasi para stake holder pergolfan di Tanah Air — baik dari perkumpulan, pengprov, pengkab/pengkot maupun sampai ke tingkat pusat — agar tetap menggulirkan event prestasi di waktu-waktu yang akan datang.

“Dengan catatan penyelenggara event tersebut harus tetap memperhatikan segala masalah yang berhubungan dengan Prokes Covid -19 seperti yang dilakukan oleh panitia penyelenggara OJAO Series #5,” kata Kang Sirod mengakhiri perbincangan bersama GolfJoy.

(Tulisan dan foto oleh Toto Prawoto)