Sudah menjadi hal yang lumrah bahwa golf diminati juga oleh insan olahraga lain. Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, adalah salah satu contohnya. Dia ternyata senang bermain golf dan bersepeda.

Namun, jika disuruh memilih satu diantara dua hobinya tersebut, pelatih Persib yang sempat melatih Arema Malang dan PSM Makassar ini memilih bersepeda sebagai olahraga favoritnya.

“Saya menyukai keduanya. Tapi jika harus memilih satu, saya sangat suka bersepeda,” kata Robert Alberts.

Pelatih berusia 65 tahun ini membeberkan alasannya menyukai golf dan bersepeda. Dia mengaku senang menikmati suasana outdoor sebagai relaksasi seperti yang ditawarkan kedua olahraga ini. Baginya memang dibutuhkan relaksasi usai sibuk menata strategi timnya.

“Saat libur saya menghabiskan waktu beberapa jam untuk menikmati suasana alam, sendirian menikmati waktu,” kata pelatih asal Belanda ini ketika ditanya soal kegiatannya selama libur.

“Membawa saya ke suasana alam, membawa saya bisa aktif dengan tubuh saya, itu menyenangkan,” jelas Robert Alberts.

Robert mengatakan golf bisa membentuk suatu pola pikir dalam hidup. Maksudnya, sebelum bertindak dia harus bisa menyelaraskan pikiran maupun tenaga. Hal ini selaras dengan profesinya sebagai pelatih tim. Sebab saat bermain golf, ia harus bersabar, menyelaraskan pikiran dan tenaga sebelum memukul bola sama halnya saat menata strategi untuk tim.

Karenanya, dia mengakui golf memang sudah menjadi hobinya. Sudah sejak lama dia kerap mengisi waktu luang dengan bermain golf. Bahkan topi yang biasa dikenakannya saat memimpin tim di pertandingan adalah topi golf.

“Jadi saya lakukan golf untuk saya sendiri. Itu adalah hobi saya. Ini bagus untuk mindset saya,” ujarnya.

Robert membeberkan fakta menarik tentang topi golf yang hampir selalu melekat di kepalanya.

Menurutnya, perjumpaan pertama dirinya dengan topi golf itu saat pergi berlibur ke Hawaii, kira-kira tahun 1975-1976 saat dirinya masih aktif menjadi pemain untuk salah satu klub di Kanada, Vancouver Whitecaps.

“Saat itu kami pergi ke Hawaii untuk berlibur dan di pantai tentu sinar matahari begitu menyilaukan. Lalu ada orang di sebelah saya menawarkan topi coklat itu, topi yang dia buat sendiri dan akhirnya saya mau membelinya,” imbuhnya.

Sejak saat itu dia mengaku selalu menggunakan topi tersebut. Dan mengaku sudah mengenakannya selama 45 tahun.