Pada Maret 2022 lalu ketika Media GolfJoy mensupport event PGA Tour Indonesia – Widarsadipradja Memorial Cup di Padang Golf Halim 1 yang memperebutkan total hadiah Rp 100 Juta — Sandro Bernad — salah seorang peserta event tersebut duduk menyendiri di restaurant sambil memandang ke setiap arah fairway yang terbentang di golf course tersebut.
Sesekali dia menghela nafas dan tersenyum-senyum seakan teringat akan sesuatu.”Wuih .. Asyik sekali .. duduk seorang diri .. Sedang berfikir untuk bermain lebih bagus lagi besok, yaa Sandro?!”
Profesional golfer dari Bandung tersebut segera menoleh, dan tersenyum lebar ketika mengetahui Media GolfJoy yang menyapanya. “Eh .. Om .. Dari tadi rupanya lihat saya diam dan senyum-senyum sendiri, yaaa Om .. he he he,” katanya. “Duduk, Om,” tambahnya.
Sesuatu yang wajar apabila Sandro, Professional Golfer kelahiran 18 Mei 1981 di salah satu RT yang ada di Kelurahan Halim Perdana Kusuma, ini menatap ke jauhan sambil tersenyum-senyum sendiri, “Karena, perkenalan saya dengan olahraga golf dimulai dari lapangan golf Halim 1 dan Halim 2,” tukas Sandro jujur dan tanpa basa-basi. “Bukan sebagai pemain tapi sebagai pemungut bola,” tegasnya.
Bola-bola yang ditemukannya di setiap sudut Padang Golf Halim 1 dan Halim 2 — akibat pukulan dari para pegolf yang menyamping jauh dari fairway dan/atau OB serta Lost Ball bahkan ada yang kecemplung dalam kolam — kemudian dibersihkan dan dikumpulkan.
Setelah terkumpul lumayan banyak, bola-bola tersebut dimasukkan ke dalam kantong plastik tembus pandang dan kemudian dijual kembali kepada setiap pemain yang akan bermain golf — baik di Padang Golf Halim 1 maupun Halim 2.
BIAYA SEKOLAH
Anak kelima dari enam bersaudara pasangan suami-istri Djupin Gaduh (asli Kalimantan) dan Yosiana Penina Lalemboto (Ambon-Manado) ini, melakukan hal tersebut untuk meringankan beban orangtuanya membiayai sekolahnya.
“Setelah menjadi pengumut bola, saya menjadi caddy. Hasilnya juga untuk biaya sekolah, transport dan uang jajan,” kata alumni SMK Negeri 34 Kramat Raya angkatan 1998-2001 Jakarta Pusat, ini serius.
Sebagai caddy, tentu banyak pegolf reguler yang didampinginya bermain golf di golf course milik TNI AU tersebut. Umumnya para pegolf senang kalau Sandro yang mendampingi mereka sebagai caddy. Hal ini bisa dimaklumi karena dia memang paham betul situasi dan kondisi yang ada di golf course tersebut.
Salah seorang di antaranya adalah, “Pak Anggoro,” ungkap Sandro, “yang menjadi langganan tetap saya sebagai caddy, Om,” tambahnya sambil tersenyum penuh arti.
Dalam perjalanannya di kemudian hari (karena merasa sangat terbantu oleh Sandro yang menjadi caddy-nya terutama dan khususnya kalau sedang bermain golf bersama rekan-rekannya), “Pak Anggoro dalam satu kesempatan menawari saya untuk menjadi anggota TNI AU … Om tahu apa jawaban saya? Tanpa berpikir panjang saya langsung menerima tawaran pak Anggoro ..!” ujar Sandro Bernad dengan wajah berbinar-binar.
Setelah menjalani prosedur tetap bagi siapa pun yang ingin menjadi anggota TNI terutama dan khususnya TNI Angkatan Udara, serta didukung oleh semangat untuk mengabdi kepada Nusa dan Bangsa, akhirnya Sandro Bernad diterima sebagai Anggota KOPASGAT (d/h Paskhas) TNI AU.
TETAP BERMAIN GOLF
Secara resmi Sandro tercatat namanya sebagai anggota TNI AU pada 2003. Yang unik sekaligus menarik, Sandro, yang saat ini berpangkat Sertu dan bertugas di Lanud Sulaiman Badung, tetap diizinkan untuk menekuni olahraga golf oleh atasannya.
Pada 2006 Sandro pernah tampil dalam seleksi tim golf Provinsi Jawa Barat untuk PON 2008 di Kalimantan Timur. “Dan, pada saat saya ikut seleksi itulah saya pun berkenalan dengan Putri Solo bernama H.E. Ria Madyawati he he he,” kenangnya sambil tertawa.
Setelah menjalin hubungan dengan Putri Solo kelahiran Surakarta 17 Agustus 1983 tersebut, kemudian secara resmi Sandro menikahinya pada 7 Juli 2007. “Setahun kemudian kami dikaruniai putri yang kami beri nama Ruth Miracle Bernad yang lahir pada April 2008 — bersamaan dengan terpilihnya saya sebagai atlet PON Jabar yang tampil di Kaltim .. Itulah mengapa putri kami pertama kami beri nama Ruth Miracle, Om,” katanya.
Seperti umumnya pegolf amatir di Indonesia yang setelah PON kemudian beralih ke Pro, hal yang sama pun dilakukan Sandro Bernad. “Tahun 2009 saya ikut Playing Ability Test (PAT) yang diselenggarakan oleh PGPI. Setelah lulus PAT, saya sempat menjadi pelatih tim golf Kabupaten Bandung yang akan tampil di Pekan Olahraga Daerah yang sekarang berganti menjadi Porprov,” kata Sandro.
Sebagai Pro, pada 2010 Sandro mewakili Indonesia (PGPI) dalam event Asian Development Tour (ADT) yang berlangsung di Philippina berkat dukungan atau support dari Ria Prawiro. Selain itu Sandro juga tampil dalam event Indonesia Masters.
Pada 2013 tepatnya pada 28 Juni 2013 pasangan Sandro Bernad dan H.E.Ria Madyawati dikaruniai anak kedua (perempuan) yang diberi nama Maureen Anaria Bernad.
BERHENTI SEJENAK BERMAIN GOLF
Sebagai profesional golfer yang juga berkarir di TNI AU, Sandro pernah berhenti sejenak bermain golf setelah pada 2018 dia mengikuti seleksi di kesatuannya dan terpilih menjadi personil SatGas PBB dari Indonesia yang akan bertugas di Lebanon.
“Bagi saya tugas serta pengabdian kepada negara dan bangsa adalah di atas segalanya, Om,” ujar Sandro menegaskan. “Lain waktu saya akan ngobrol bareng Om tentang tugas dan tanggungjawab saya sewaktu saya menjadi anggota pasukan PBB dari Indonesia untuk menjaga perdamaian di Lebanon.”
Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas ketika tugas Sandro Bernad di Lebanon berakhir, pandemi Covid – 19 melanda seluruh dunia termasuk Indonesia. “Jadi .. yang awalnya hanya berhenti sejenak untuk bermain golf .. gara-gara Covid -19 sekitar kurang-lebih dua tahun sebagai Pro saya menganggur karena tidak ada turnamen ..,” katanya sambil tersenyum kecut.
Meskipun begitu Sandro tetap bersyukur. Karena, Pro berpangkat Sertu TNI AU ini juga dikenal sebagai Teaching. “Hasilnya lumayan, Om, untuk menopang biaya hidup sehari-hari,” katanya tanpa bersedia menyebut income yang diperolehnya sebagai Teaching Pro.
Dan, seperti professional golfer lokal lainnya, Sandro Bernad pun sangat happy karena belakangan ini event pro berskala internasional sudah mulai digelar di Indonesia (debagai host). “Sehingga saya tidak lagi akan asyik sebagai teaching, karena sebenarnya saya ini touring pro, Om,” kata Pro berpangkat Sertu TNI AU ini mengakhiri obrolannya bersama Media GolfJoy.
Selamat merayakan HUT TNI ke 77! Dan salam olahraga!
Tulisan Toto Prawoto
Foto Dok.Pri
DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!







