Pegolf Thailand Suradit Yongcharoenchai meraih kemenangan terbesar dalam karirnya ketika berhasil mempertahankan keunggulan satu pukulan untuk menjadi juara Mercury Taiwan Masters pada hari Minggu (06/10).
Suradit, yang memulai putaran terakhirnya di Taiwan Golf dan Country Club tertinggal satu pukulan dari pemimpin semalam, pegolf asal India Ajeetesh Sandhu dan Pegolf Filipina Miguel Tabuena, menutup perolehannya dengan dua di bawah par 70 untuk membuat terobosan di Asian Tour.
Baca juga: Kevin Na Memimpin Solo di Las Vegas
Pegolf yang melakukan debut pro pada 2015 ini memulai putarannya dengan birdie di hole ketiga namun berkurang dua pukulan setelah membuat double bogey di hole berikutnya. Suradit cepat menebus kesalahan ketika ia membukukan tiga birdie di empat hole terakhir first nine.
Setelah membuat birdie lagi di hole 13, ia kembali menjatuhkan pukulan di hole 14 sebelum membuat empat par beruntun dan mencatatkan skor total 10 di bawah par 278 selama empat hari.
Dia harus menunggu kepastian juara hampir 30 menit lamanya dari pinggir lapangan hingga grup terakhir selesai beraksi. Dengan kemenangannya, Suradit berhak atas hadiah uang sebesar 180 ribu dolar AS atau sekitar 2,5 miliar rupiah.
Sementara double bogey yang dibukukan Sandhu di hole 16 menggagalkan peluangnya untuk merebut gelar Asian Tour keduanya.
Tabuena memiliki peluang untuk memaksa play-off dengan Suradit di hole 18 namun pukulan approach-nya mendarat di bunker. Ia gagal mendapatkan bola ke green dan menghasilkan bogey, yang sekaligus mengkonfirmasi Suradit ke lingkaran pemenang untuk pertama kali.
Pegolf Indonesia Rory Hie belum lagi menemukan performa terbaiknya. Di putaran final ini performanya justru melorot usai membukukan skor 4 di atas par 292 yang mengantarkannya finis di posisi T32 bersama duo Thailand, Nitithorn Thippong dan Pavit Tangkamolprasert, pegolf tuan rumah Chiu Han-ting dan Seungaje Maeng asal AS.
Sumber & Foto: Asian Tour
