PADA final round Queen Sirikit Cup tahun ini performa ketiga atlet kita tidak maksimal, dan membuat peringkat turun dan harus finish di peringkat ke 11.
Demikian Coach Alga Topan mengawali obrolannya bersama Media GolfJoy terus terang tanpa ada usaha untuk “ngeles” sedikit pun.
“Yaaa .. sesuailah dengan kemampuan mereka saat ini. Tapi, saya tetap salut dengan semangat juang mereka,” kata Official Team Golf Putri Indonesia, Netty D Hariadi.

Lebih jauh Coach Alga Topan mengungkapkan bahwa salah satu pemain kita yaitu Thea Jessica Tan masih belum bisa mengembalikan performa game-nya yang terbaik seperti di hari ke dua di mana Thea bermain 2 under, karena lost controle akurasi pada long shot-nya — terutama tee shot-nya beberapa kali masuk ke area pohon pinus. Sehingga banyak stroke pukulannya yang hilang.
Sedangkan 2 pemain kita lainnya yakni Bianca dan Caithlyn pun demikian. Bianca dan Caithlyn banyak mengalami kendala di lapangan, terutama dalam penyelesaian akhir di area green banyak melakukan kesalahan putt shot yang semestinya tidak boleh terjadi.
Hal tersebut terjadi karena hilangnya fokus akibat stamina dan kelelahan fisik yang menjadi salah satu penyebabnya — setelah bermain sejak practice round nonstop sampai final day selama 5 hari berturut-turut.
Coach Alga Topan mengungkapkan, harus diakui bahwa kondisi pemain kita memang mereka belum terbiasa bermain secara maraton selama 4 hari berturut-turut atau 72 hole dalam satu pertandingan.
“Kenapa?” tanya Coach Alga Topan, yang langsung dijawab sendiri, “karena mereka lebih sering mengikuti turnamen golf junior dan amatir ladies di Indonesia yang hanya bermain sebanyak 54 hole,” katanya.
“Di samping itu dalam event Queen Sirikit Cup mereka harus membawa troley sendiri tanpa ada bantuan caddy selama round pertandingan berlangsung, dan kondisi ini harus dihadapi dan mereka tetap harus survive untuk menyelesaikan pertandingan,” tegas Coach Alga Topan.
Menurut Pelatih Golf Nasional asal Sawangan tersebut, sebagai bagian dari development player amatir putri Indonesia, keikut-sertaan ketiga pemain kita salam 45Th Queen Sirikit Cup 2025 dapat dijadikan sebagai pengalaman baru dan sekaligus pembelajaran yang sangat penting bagaimana mereka melihat kualitas permainan dari seluruh peserta Queen SUrikit Cup 2025, sehingga mereka bisa melakukan evaluasi serta bagaimana meningkatkan level kemampuan permainan mereka, “Agar bisa bersaing pada event Queen Sirikit Cup 2026, yang menurut rencana akan akan digelar di Indonesia!” sela Coach Alga Topan, menegaskan.
Menjawab pertanyaan tentang apa yang diharapan untuk ke depannya, Coach Alga Topan berharap pihaknya selaku tim pelatih dan official agar kita semua bisa mempersiapkan tim putri dengan lebih baik lagi untuk menghadapi event Queen Sirikit Cup maupun event golf putri lainnya khususnya di kawasan Asia pada waktu yang akan datang.
“Untuk ke depannya PR buat kita semua .. sebaiknya apabila kita mengirimkan tim untuk berlaga di level bergengsi se Asia Pacific seperti Queen Sirikit Cup agar dipersiapkan dengan matang sejak jauh-jauh hari sebelumnya,” kata Official Team Golf Putri Indonesia, Netty D Hariadi.
Berikut adalah 5 negara yang timnas mereka berjaya dalam event Queen Sirikit Cup 2025 yang berlangsung di Miyazaki City sejak 13 Mei 2025 hingga 16 Mei 2025.
Posisi teratas Korea dengan total skor terbaik yang dicetak oleh 2 pemainnya masing-masing Hang Sumin dan Min Seo Jung sebanyak 544 pukulan atau -32.
Posisi kedua Thailand dengan total skor terbaik sebanyak 559 atau -17 yang dicetak oleh 2 pemainnya Prim Prachanakorn dan Thitikam Thapasit.
Posisi ketiga diduduki tim tuan rumah Jepang dengan total skor terbaik yang dicetak oleh 2 pemainnya Aira Nagasawa dan Anna Iwagana dengan 565 pukulan atau -11.
Sedangkan timnas golf putri China berada di posisi keempat dengan total skor terbaik yang dicetak oleh 2 pegolfnya masing-masing Yunjie Liu serta Shiyuan Zhou dengan total skor 569 pukulan atau 7 under.
Di posisi kelima India dengan total skor terbaik berjumlah 574 pukulan atau 2 under yang dicetak masing-masing oleh Zara Anand dan Mannat Brar.
—-
Tulisan Toto Prawoto
Foto Dokumentasi
