Tim World Amateur Golfers Championship (WAGC) Indonesia melakukan persiapan terakhir untuk mengikuti World Final WAGC di Sabah, Malaysia, yang akan berlangsung pada 19-26 Oktober 2019. Seperti diketahui, WAGC Indonesia meloloskan 5 pemenang yang terdiri atas Puguh Sosiantoro (Flight A), Adrian Wattimena (Flight B), I Wayan Mutia (Flight C), Tri Winarto (Flight D), dan Indra Mayunif (Flight E). Mereka akan menghadapi tim-tim dari benua Asia, Afrika, Eropa, dan Amerika di World Final tersebut.

Mereka berlatih dengan bermain 18 hole di Emeralda Golf Club bersama Captain WAGC Indonesia Barromeus Gosal pada Rabu, 16 Oktober 2019. I Wayan Mutia berhalangan hadir dalam latihan ini.

“Saya bangga WAGC Indonesia di tahun kelima ini memberikan hasil yang cukup menggembirakan. WAGC Indonesia pertama digelar pada 2015 dengan qualification round sebanyak 6 turnamen, lalu tahun berikutnya 12 turnamen dan sekarang 25 hingga 30 turnamen,” kata Gosal yang juga menjabat Country Director WAGC Indonesia. Gosal berharap ke depannya WAGC Indonesia diakui PB PGI sebagai turnamen amatir unggulan di Tanah Air dan menjadi kebanggaan nasional sekaligus model bagi negara lain.

Gosal menambahkan bahwa latihan bersama ini dimaksudkan agar kekompakan dan chemistry antar anggota tim menjadi lebih kuat. Menurut Gosal, tim Vietnam menjadi pesaing terkuat di World Final. “Mereka sudah 2 tahun menjadi juara karena memiliki banyak pemain lebih muda dan solid. Tapi kita tak usah membanding-bandingkan dengan negara lain. Kita main saja sesuai handicap dan kemampuan kita. Target kita adalah top 5,” kata Gosal.

Technical Director WAGC Indonesia Herry Safarry mengungkapkan para pengurus golf amatir di Eropa masih meragukan handicap para pemain Asia Tenggara. “PB PGI punya sistem handicap yang bernama National Handicap System (NHS) yang merupakan integrated handicap system berbasis USGA Handicap System. Sistem ini dikembangkan agar setiap orang hanya bisa memiliki satu handicap saja walaupun yang bersangkutan memiliki keanggotaan klub lebih dari satu,” kata Herry yang juga menjabat Ketua Pengprov PGI Jawa Barat. Herry menyarankan agar pemain amatir Indonesia yang bernaung di sejumlah klub golf bisa memanfaatkan ini. Herry juga menyarankan kepada pemain WAGC Indonesia saat melakukan practice round jangan terlalu diporsir, cukup perhatikan saja kondisi lapangan dan halangannya agar saat pertandingan tenaga tetap terjaga.


Tri Winarto

Tri Winarto, juara WAGC Indonesia Flight D, mengaku sudah melakukan banyak latihan seperti driving dan meminta banyak masukan dari pegolf-pegolf senior dalam menghadapi World Final WAGC. “Untuk meningkatkan ketahanan atau endurance saya banyak berjalan kaki dari Stasiun KRL Sudirman ke kantor saya di Menara BCA Thamrin Jakarta Pusat,” kata Tri.

Acara ini juga diiringi dengan pemberian santunan bagi anak yatim dan doa bersama demi keselamatan dan kesuksesan tim WAGC Indonesia.