Dua pegolf dari Pengprov PGI Jawa Barat, masing-masing Randy Arbenata Muhamad Bintang dan Rayi Geulis Yulandari, yang tampil bersaing di Boys Class A Putra dan Girls Class A Putri, memimpin ronde pertama Selasa (23/11/21) dalam event junior Golf Competition Series yang juga menjadi bagian dari penyelenggaraan Intercollegiate Golf Series (IGS) – Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF) dan Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI).
Dalam event junior golf yang mengusung tema “Choose Your Dreams with Golf” dan diikuti pegolf berusia 12-18 tahun tersebut, Randy memimpin di kelompok pegolf putra A Class dengan skor +1 sedangkan Rayi yang memimpin di kelompok putri A Class membukukan skor +2.
Event Junior Golf Competition Series tersebut memainkan format stroke play individual, yang akan berlangsung selama tiga putaran (round) pada 23-25 November 2021 di Damai Indah Golf – PIK Course, dan diikuti oleh 29 pegolf junior yang terdiri dari 17 putra dan 12 putri. Keduapuluh sembilan pegolf junior tersebut bersaing di kelas A dan B.
Seperti diketahui bahwa event Junior Golf Competition Series tersebut, selain mendapat Sanction Body (ke-absah-an) dari Pengurus Besar Persatuan Golf Indonesia (PB PGI) juga mendapat Sanction Body dari Junior Golf Tour of Asia (JGTA).
Seluruh peserta tampil berkompetisi tanpa mendapat pendampingan dari para pramugolf (caddie) dan tidak diperkenankan menggunakan club car. Mereka harus berjalan kaki selama permainan berlangsung: sejak tee off pada pukul 06.30 WIB dan finish pada pukul 12.45 WIB.
Beberapa peserta mengaku bahwa mereka sudah terbiasa bermain golf tanpa didampingi caddie dan berjalan kaki sambil mendorong club golf dengan alat bantu yang menggunakan roda.
Tapi, ada juga yang baru untuk pertama kalinya (!) bermain golf dalam sebuah event prestasi tanpa didampingi caddie caddie dan menggunakan club car. Sehingga performance-nya pun “hancur-hacur”-an, dan setelah menyelesaikan permainan sebanyak 18 hole pemain junior tersebut segera dibawa ke ahli urut oleh orang tuanya untuk memulihkan otot di kedua kakinya yang kejang.
Hal tersebut dilakukan agar pegolf junior putra yang dalam event Junior Golf Competition Series tersebut tampil bersaing di Boys Class B, dapat melanjutkan permainannya di hari ronde kedua Rabu (24 November 2021) di Damai Indah Golf – PIK Course.
Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas secara umum event Junior Golf Competition Series berjalan lancar tanpa hambatan — meski selepas tee off pada pukul 06.30 WIB angin dari arah Laut Jawa berhembus kencang dan membuat pohon hias di Club House roboh serta memecahkan pot warna hijau yang dipergunakan untuk “menanam” pohon hias tersebut.
“Hembusan anginnya kenceng banget, Om,” kata salah seorang peserta kepada Media GolfJoy ketika pegolf yang baru saja menyerahkan kartu skor ke Komite Pertandingan. “Semoga besok saya bisa me-recovery permainan saya hari ini, Om,” tambah pemain tersebut sambil berlalu menuju area putting green yang letaknya berseberangan dengan Club House.
Menyimak skor yang dibukukan oleh para peserta rata-rata memang hampir semuanya berada dalam kisaran dua digit. Yang berhasil mencatatkan skor satu digit hanya beberapa orang – 5 pegolf di antaranya adalah mereka yang tampil bersaing di kelompok pegolf putra dan 3 pegolf yang tampil bersaing di kelompok pegolf putri.
Dengan demikian posisi Randy (+1) dan Rayi (+2) yang leading di ronde pertama masih belum aman. Karena, di posisi 2 dan 3 kelompok pegolf putra ada Rayhan Abdul Latif (+5) dan Christian Abraham Michael Silalahi (+7), sedangkan di kelompok putri Rayi dibayang-bayangi oleh Sania Talita Wahyudi (+6) dan Bianca Naomi Laksono (+7).
Dengan demikian persaingan yang akan terjadi di ronde kedua akan semakin ketat dan seru.
Mungkinkah akan terjadi kejutan? Nah, bila para golfer mania penasaran, silakan datang langsung ke Damai Indah Golf – PIK Course. Dengan catatan harus menaati Prokes Covid – 19 yang dikenal dengan sebutan 5M!
(Liputan dan foto oleh Toto Prawoto)
DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!















