Setelah bermain sebanyak tiga ronde, Randy Arbenata Muhamad Bintang – pegolf junior dari Pengprov PGI Jawa Barat yang tampil bersaing di Kelas A Putra, akhirnya keluar sebagai juara Best Gross Overall dengan total skor 217 dalam event Intercollegiate Golf Series (IGS) Ciputra Golfpreneur Foundation CGF) bekerjasama dengan Perhimpunan Organisasi Alumni Perguruan Tinggi Negeri Indonesia (HIMPUNI) yang berlangsung di Damai Indah Golf PIK Course pada 23-25 November 2021.
Dalam event junior yang mendapat keabsahan dari PB PGI dan JGTA (Junior Golf Tour of Asia) tersebut, terjadi kejutan di Kelas A Putri. Bianca Naomi Laksono yang pada ronde kedua membayang-bayangi Rayi Geulis Yulandari yang leading sejak ronde pertama hingga ronde kedua, akhirnya berhasil mengambilalih posisi pegolf dari Pengprov PGI Jawa Barat tersebut dengan merebut gelar Best Gross Over.
Bianca membukukan skor total 225 sementara skor total yang dibukukan Rayi selama tiga hari berturut-turut berjumlah 226.
Meskipun gagal merebut gelar Best Gross Overall, Rayi Geulis Yulandari berhasil menduduki posisi teratas di Kelas A Putri. Sedangkan Melani Adisty dari Insan Golf Jakarta merebut posisi teratas Kelas B Putri dengan total skor 148.
Hal yang sama juga dialami Rayhan Abdul Latief, yang dalam event IGS-CGF-HIMPUNI membayang-bayangi posisi Randy Arbenata Muhamad Bintang yang akhirnya merebut gelar Best Gross Overall dalam event tersebut.
Rayhan, yang tidak lain adalah juara IJG Golf Tournament yang berlangsung di Gombel Golf Course – Semarang, Jawa Tengah (tiga hari sebelum event IGS-CGF-HIMPUNI tersebut digelar di Damai Indah Golf – PIK Course), berhasil merebut posisi teratas Kelas A Putra dengan total skor total 220. Sedangkan Teuku Husein M Danindra merebut posisi teratas Kelas B Putra dengan total skor 225.



Para pemenang IGS I – CGF 
(ki-ka) Bianca Laksono, S Christine Wiradiata, dan Randy Bintang (Sumber: CGF)
Seperti diketahui bahwa event IGS-CGF-HIMPUNI diikuti oleh 29 pegolf junior yang terdiri dari 17 pegolf putra dan 12 pegolf putri dari rentang usia 12 hingga 18 tahun. Mereka bersaing di Kelas A dan B Putra-Putri.
Dalam sambutannya, Chistine Wiradinata, salah satu pendiri Ciputra Golfpreneur Foundation, menyampaikan penghargaan terhadap antusiasme organisasi alumni, forum rektoriat, pegolf mahasiswa, dan para peserta junior dalam ajang seri pertama Intercollegiate Golf Series (IGS) ini.
Christine Wiradinata menambahkan bahwa hal tersebut sesuai dengan visi Intercollegiate Golf Series (IGS) yaitu menciptakan semangat kompetisi di antara perguruan tinggi melalui alumni dari pegolf mahasiswa perguruan tinggi masing-masing sehingga hal tersebut menjadi inspirasi bagi para pegolf junior agar melalui jalur prestasi golf dalam rangkaian Intercollegiate Golf Series (IGS) mereka dapat memasuki perguruan tinggi yang mereka impikan.
“Selamat kepada para pemenang yang telah berjuang selama tiga hari bermain tanpa kedi, dengan tantangan angin yang luar biasa .. Bagi adik-adik yang belum berhasil memperoleh skor terbaik, tetaplah berlatih dengan baik untuk mempersiapkan diri mengikuti seri-seri berikutnya melalui program Intercollegiate Golf Series ke depannya,” kata Christine Wiradinata.
“Event ini sangat baik untuk menguji mental bertanding para pegolf junior kita,” kata Andri Armansjah ketika Media GolfJoy minta komentar dari Ketua Parents Children Golf Club (PCGC) tersebut.
Dari pengamatan Andri Armansjah, para pegolf junior yang tampil dalam ajang IGS-CGF-HIMPUNI, benar-benar telah mempersiapkan diri secara optimal – baik mental maupun fisik. “Terbukti selama tiga hari bermain golf tanpa kedi dan berjalan kaki, tidak ada seorang peserta pun yang kendur semangat mereka untuk menyusuri fairway dan menaklukkan hole by hole, sengatan terik matahari dan hembusan angin yang sangat kencang,” papar Ketua PCGC sambil menambahkan bahwa beberapa hari sebelumnya sebagian peserta telah tampil dalam IJG Golf Tournament di Gombel Golf Course di Semarang.
“Saya optimistis bahwa di ajang kompetisi IGS berikutnya akan banyak anak-anak yang bisa mencetak skor yang lebih baik daripada skor yang mereka cetak IGS pertama ini,” tegas Andri Armansjah yang tak lain adalah ayahandanya Teuku Husein M Danindra mengakhiri obrolannya bersama Media GolfJoy.
(Liputan Toto Prawoto; foto TP dan Dokumentasi CGF-IGS)
DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!
