Foto SlideKomunitas

PGA Indonesia Gelar Sertifikasi & Re-Sertifikasi Kompetensi Pengajar Golf

Untuk pertama kalinya sejak sertifikasi bagi para teaching pro di Indonesia diterapkan, baru pada 6-7 Desember 2021lalu — kegiatan yang sangat menentukan existensi bagi perjalanan para pengajar golf di kemudian hari tersebut — diikuti oleh generasi milenial. Di antaranya adalah dua orang perempuan masing-masing Ika Woro Palupi, Putri Aisyah Amani dan Grady Santoso — tiga nama pegolf yang cukup lama berkompetisi di ajang turnamen amatir di Tanah Air.

Sesuai namanya yakni Sertifikasi & Re-sertifikasi Kompetensi Pengajar Golf, yang berlangsung di Commander Driving Range, Cilandak, Jakarta pada Senin dan Selasa – (5-6 Desember 2021), selain diikuti generasi milenial dan peserta yang sebelumnya lolos dari Test Kemampuan Bermain (Playing Ability Test/PAT), kegiatan tersebut juga diikuti oleh beberapa senior Teaching Pro (Pengajar Golf) yang KTA mereka telah habis masa berlakunya.

Seperti biasa, dalam kegiatan serifikasi tersebut, para peserta selain mengikuti pelajaran tentang seluk beluk olahraga golf terutama yang mengacu pada Rule of Golf yang dilaksanakan di dalam ruangan (Class Room), mereka juga mengikuti pelajaran di luar ruangan — untuk lebih memahami sekaligus mempraktekkan apa yang mereka pelajari di dalam kelas (Class Room).

“Saya sungguh sangat mengapresiasi kepada para peserta sertifikasi kali ini. Interaksi yang berlangsung baik di dalam maupun di luar ruangan membuat saya senang sekaligus bangga,” kata Joner Sitepu – instruktur bidang Rule of Golf – yang tampil sebagai pembicara dalam Sertifikasi & Re-sertifikasi Kompetensi Pengajar Golf.

“Saya berharap nantinya setelah mereka terjun sebagai pengajar golf, mereka pun dapat menyebar-luaskan apa yang mereka pelajari dari kegiatan sertifikasi kali ini,” tambahnya.

Tak hanya masalah yang nantinya akan mereka temukan saat mereka mengajar, karena masalah yang lain pun mereka pelajari di hari pertama Sertifikasi & Re-sertifikasi Kompetensi Pengajar Golf seperti Teknik Dasar Golf The Big 12 yang disampaikan oleh Zulharmen Tabusalla serta masalah Introduction to Club Fitting pun mereka dapatkan dari ahlinya yakni Aditya Eduardo Harjanto.

Selain itu dihadirkan juga Maman Suherman — seorang Teaching Pro terkenal — yang membagikan pengalamannya mengenai bagaimana dia melakukan approaching dengan bakal calon muridnya, di mana dia tidak langsung melakukan deal harga dengan bakal calon muridnya tersebut. Tapi, mengawalinya dengan “riset ringan dan sederhana” yakni dialog interactive dengan bakal calon muridnya. Seperti, misalnya, kenapa dia tertarik untuk belajar golf yang memiliki banyak aspek tersebut, di mana kalau aspek tersebut diterapkan dalam kehidupan sehari-hari akan membuat bakal calon muridnya — disadari atau tidak — dia akan dihormati oleh orang lain termasuk relasi bisnisnya.

Tak hanya Maman Suherman, Aziz Hartanto — owner sekaligus Founder Daddies Golf — pun dihadirkan sebagai pembicara tamu untuk berbagi pengalaman dengan 24 peserta Sertifikasi & Re-sertifikasi Kompetensi Pengajar Golf.

JANGAN MERENDAHKAN DIRI

Sangat menarik apa yang dipaparkan Aziz Hartanto terutama dan khususnya bagaimana memasarkan “branding” yang dimiliki oleh para Teaching Pro di era digitalisasi seperti saat ini.

Owner sekaligus founder Daddies Golf tersebut menegaskan bahwa pihaknya percaya bila para peserta sertifikasi pasti sudah tidak asing dengan media sosial seperti WA, IG dan yang lainnya.

Oleh karena itu Aziz Hartanto mendorong para peserta sertifikasi agar dapat memanfaatkan media sosial tersebut secara optimal untuk “memasarkan” branding mereka masing-masing.

Salah satunya adalah membuat content yang baik, detail sehingga menarik minat para pengguna media sosial untuk belajar golf.

“Tapi, ingat jangan sekali-sekali menawarkan diskon atas branding yang teman-teman punya,” kata founder Daddies Golf tersebut kepada para peserta sertifikasi.

“Kalau hal tersebut sampai terjadi, itu artinya teman-teman merendahkan diri sendiri. Percayalah bahwa masalah rezeki untuk kita semua sudah ada yang mengatur!” tambah Aziz Hartanto, menegaskan.

Jelang akhir kegiatan, seluruh peserta mengikuti ujian tertulis sebagai bahan evaluasi, yang materinya berbasis pada apa yang mereka peroleh/pelajari
dari keikutsertaan mereka dalam kegiatan Sertifikasi & Re-sertifikasi Kompetensi Pengajar Golf, yang diselenggarakan oleh PGA Indonesia selama dua hari (6-7 Desember 2021) bertempat di Commander Driving Range, Cilandak, Jakarta Selatan. Dari hasil evaluasi tersebut, seluruh peserta dinyatakan lulus semuanya.

MENCATAT JAM KERJA

Agus Triyono, Ketua PGA Indonesia, dalam sambutannya pada penutupan kegiatan Sertifikasi & Re-sertifikasi Kompetensi Pengajar Golf, selain mengucapkan selamat atas keberhasilan seluruh peserta, pihaknya juga mengharapkan agar dalam menjalankan profesinya sebagai pengajar golf (Teaching Pro) selalu mencatat jam kerja masing-masing.

Hal tersebut, kata Agus Triyono lebih lanjut, agar jika nanti ketika Kartu Tanda Anggota mereka sebagai Teaching Pro habis masa berlakunya — cacatan jam kerja yang mereka buat tersebut akan dijadikan sebagai bahan pertimbahan dalam kegiatan yang sama tiga tahun kemudian.

“Catatan jam kerja tersebut .. dalam penggunaan nantinya kira-kira mirip dengan SKS atau Sistem Kredit Semester .. seperti yang ada di kampus-kampus perguruan tinggi,” kata Agus Triyono.

Menjawab pertanyaan Media GolfJoy tentang rencana kegiatan PGA Indonesia tahun depan, Agus Triyono mengungkapkan bahwa sertifikasi Teaching Pro akan diselenggarakan sebanyak empat.

Tentu saja sebelum sertifikasi Teaching Pro tersebut dilaksanakan peserta diwajibkan mengikuti kegiatan Playing Ability Test (PAT) atau tes kemampuan bermain terlebih dulu.

Melalui Media GolfJoy, Ketua PGA Indonesia, Agus Triyono, menghimbau kepada para golfer yang, berkat keahliannya mereka sering diajak MaBar untuk menemani para Boss, kemudian secara ‘diam-diam’ atau ‘terang-terang’-an juga menjadi pengajar golf, agar tidak usah segan atau takut untuk mengikuti PAT yang dilanjutkan dengan sertifikasi Teaching Pro.

Sementara kepada para Teaching Pro yang telah aktif menjadi pengajar golf, Agus Tryiono, pun menyatakan agar mereka tidak perlu mempermasalahkan kehadiran Touring Pro ketika dia membawa muridnya berlatih di Driving Range home base Teaching Pro tersebut.

“Jangan ada lagi yang mengatakan ‘lho dia kan Touring Pro .. kok ngajar sih’ .. Kedatangan Touring Pro tersebut bersama muridnya, sifatnya hanya insidentil dan tidak untuk merebut rezeki orang,” papar Agus Triyono.

“Dan, apabila di antara teman-teman yang ada di sini ingin menjadi Touring Pro, itu juga bagus sekali. Jadi, teman-teman memiliki dua KTA masing-masing sebagai Teaching Pro dan Touring Pro. Sudah pasti iurannya dobel ..,” tambah Agus Triyono sambil tersenyum penuh arti.

(Tulisan dan foto oleh Toto Prawoto)

DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!


GolfJoy Cover

Related posts

Parahyangan Golf Bandung Raih Penghargaan Best New Course in Asia Pacific

Hasim

Sukses & Meriah, UT Reunion Golf Gelar Turnamen Volume Ke-2 Di Rancamaya Golf & Country Club

Syam

Golf2000 Rayakan Ulang Tahunnya ke-25 yang Meriah di Sedayu

Hasim

Leave a Comment

two × 4 =