FeaturedKomunitas

Lebih Dekat dengan 3 Anggota Tim Golf PON 2024 Kaltim 

TIGA pegolf anggota Tim Golf PON 2024 Kaltim yang tampil dalam pesta olahraga multi event yang dikenal dengan Pekan Olahraga Nasional ini adalah Mochtar, Rani Adelia dan Yunior Pamadya Astuti. 

Mochtar (44) yang tampil bersaing di nomor individu dan beregu, menyumbang dua medali: 1 Perak dan 1 Perunggu bagi Kontingen Kaltim dalam PON ke XXI tahun 2024 yang berlangsung di Royal Sumatera Golf Club – Medan, Sumatera Utara pada September 2024 lalu, sedang- kan Rani (32) dan Yuniar (24) menyumbang 1 Perunggu dari nomor Foursome Putri. 

“Kesan saya mendapat perak dan perunggu sangat bangga sekali, karena target dari tim dan pengurus tercapai,” kata Mochtar. “Dan, medali perak baru pertama kali saya rebut di PON tahun lalu di Sumut,” tambah Mochtar yang sehari-hari bekerja di lapangan golf Pertamina Balikpapan tersebut, menegaskan.

Hal yang sama juga dikemukakan Rani dan Yuyun. “Alhamdullilah .. tentunya saya sangat senang dan terharu atas pencapaian ini, dan ini memang kelas target medali saya di Pon,” kata Rani, jujur tanpa basa-basi.

Sementara Yuyun yang baru untuk pertama kalinya bertanding di PON mengaku terus terang bahwa dia sudah pasti sangat gugup tetapi juga sangat bersemangat untuk bisa berkompetisi dengan pesaing dari daerah lain dan memotivasi dirinya untuk tampil sebaik mungkin. 

“Atmosfir dan tekanan pertandingan yang intens sempat mengejutkan saya, sehingga ada penurunan performa di awal yang cukup menjadi kekhawatiran saya,” papar Yuyun yang mulai mengenal olahraga golf sejak Kelas 6 SD di Driving Range PBGC (Pertamina Balikpapan Golf Club) tempat di mana ayahandanya berlatih golf. 

“Akan tetapi .. Alhamdullilah .. dengan dukungan atau support dari keluarga, pengurus serta anggota tim lainnya, saya bisa bangkit dan akhirnya berbuah manis dengan meraih Perunggu dalam kategori Foursome Putri bersama senior saya Rani Adelia,” tambah Yuyun — panggilan akrab Yuniar Pamadya. 

Ketiga pegolf anggota Tim Golf Kaltim untuk PON XXI 2024 di Sumatera Utara ini mengungkapkan bahwa Kaltim — sebagai salah satu Provinsi terbaik di ajang golf Nasional — sehingga seluruh anggota Tim Golf Kaltim yang tampil di PON September 2024 lalu yakin dan percaya bahwa mereka bisa berbuat yang terbaik bagi daerah asal mereka.

Sebagaimana kita tahu bahwa penampilan Rani Adelia pada PON September 2024 lalu adalah penampilan Rani yang ke empat kalinya.

Penampilan pertama Rani ketika Kaltim menjadi tuan rumah PON pada tahun 2008. “Alhamdullilah saya yang pada waktu itu berpasangan dengan Ani Iman dapat medali Emas. Yang kedua di PON  Pekanbaru Riau. Tapi, saya sudah di Riau, Tim Kaltim menarik diri dan akhirnya saya tidak main.”

“PON yang ketiga kalinya yang saya ikuti di Jatinangor. Saya lolos pra PON tapi saya mengundurkan diri karena saya fokus kerja pada saat itu .. Dan PON di Sumut adalah untuk ke empat kalinya saya tampil di PON setelah saya vakum di golf selama lima tahun,” papar Rani Adelia yang lahir dari keluarga golf, karena ayahandanya dikenal sebagai Pro yang nyaris tidak pernah absen setiap PGPI (kini PGA TI) menggelar turnamen.

Meskipun ketiga pegolf dari Tim Golf Kaltim tersebut sangat diapresiasi torehan prestasi mereka di ajang PON XXI 2024, namun mereka tidak akan menanggalkan status mereka sebagai pegolf amatir untuk beralih ke Pro.

“Saya tetap akan di amatir,” kata Mochtar yang berkat torehan prestasinya di PON tahun lalu dia dipanggil oleh PB PGI untuk memperkuat Timnas Golf Indonesia bertanding di Malaysia. 

“Jujur saja saya akan menjalankan kegiatan sehari-hari saya bisnis bareng suami saya di Bontang he he he,” sahut Rani Adelia saat ditanya tentang kelanjutan karirnya di olahraga golf.

“Kamu gimana, Yun?”

“Saya tetap kuliah di Universitas Esa Unggul Bekasi,” sahut Yuniar Pamadya Astuti — putri pasangan suami-istri  Suwondo dan Mardani yang kini tinggal di Jakarta. “Selain itu saya saat ini juga sedang magang di Kantor Imigrasi – Bogor,” tambah Yuyun, menegaskan.

Dan, bincang-bincang bersama Mochtar, Rani Adelia serta Yuniar Pamadya Astuti pun berakhir sampai di sini. 

Penulis Toto Prawoto

Foto Dokumentasi Tim Golf Kaltim

Related posts

Indonesia Development Open: Naraajie Kalahkan Peter Gunawan lewat Playoff di Gading Raya

Toto Prawoto

Wise Leaders Golf Charity Tournament 2023 Sukses Digelar di PSP

Hasim

SGC Gelar Year End Golf Bersama di Permata Sentul

Hasim

Leave a Comment

one × 2 =