FeaturedKomunitas

Makna Hole in One bagi Dea Martika Mahendra

BUKAN rahasia umum lagi bahwa keberhasilan seorang pegolf yang berhasil mencetak Hole in One karena faktor lucky atau keberuntungan jauh lebih  dominan dibanding  faktor lainnya.

Dan, yang namanya keberuntungan sering  datang tanpa “diundang” atau ketika seorang pegolf sedang tidak mengharapkan terjadi Hole in One ketika dia — baik waktu latihan, practice round sebelum pertandingan dimulai , maupun ketika kompetisi berlangsung.

Betul bahwa keberhasilan seorang pegolf mencetak Hole in One pada saat dia berlatih maupun pada saat dia practice round memang tidak ada hadiahnya. 

Namun demikian pegolf tersebut tetap bersyukur, karena “tanpa disengaja” dia telah mencatat sebuah “rekor” yang  takkan hilang selamanya dari memory collective-nya.

Dea Martika Mahendra pun pernah mengalami hal tersebut. Waktu itu dia sedang bermain golf biasa — dalam arti bukan dalam sebuah turnamen — di Nirwana Bali.

“Saya mencetak Hole in One di hole 2,” ujar Dea. “Dua minggu kemudian, waktu saya practice di par 3 yang ada di Sentul Highlands .. Itu untuk kedua kalinya saya mencetak Hole in One,” tambahnya.

Meskipun begitu Ladies Pro kelahiran 9 Oktober 1990 ini mengaku sangat senang, dan sampai kapan pun anak bungsu dari tiga bersaudara yang mulai aktif menekuni olahraga golf sejak tahun 2000 ini, takkan melupakan moment bersejarah yang dialaminya tersebut.

MENANGGALKAN STATUS AMATIR

Ketika masih berstatus sebagai pegolf amatir, prestasi Dea tak perlu diragukan. Karena, selain berhasil menorehkan prestasi di level lokal dan nasional, Dea yang bergabung di Timnas Golf Indonesia, juga menorehkan prestasi di level regional dan internasional.

Dan, seperti pegolf pada umumnya, setelah cukup lama berkompetisi di ajang persaingan golf amatir, Dea pun  menanggalkan status ke-amatir-annya dan beralih ke Pro, tepatnya pada 2016 lalu.

Meskipun belum menuai keberhasilan, Dea,  setelah menanggalkan status ke-amatir-annya, untuk pertama kalinya dia tampil di kancah persaingan Ladies Pro dalam Cactus Tour yang berlangsung di Arizona – Amerika Serikat.

“Aku banyak belajar dari ajang kompetisi golf on tour, Om,” kata Dea. “Seperti mengatur energi, mengatur pola makan, budget, dan mengatur waktu and figuring itu out all my own,” tambahnya.

THAI LPGA

Setelah hampir satu dekade menyandang status sebagai Ladies Pro, untuk pertama kali Dea mencetak Hole in One di kancah persaingan Thai LPGA – Singha NSDF Pattaya Ladies Open yang berlangsung di Laem Chabang International Golf Club — untuk memperebutkan total hadiah sebesar 2 juta Thai Baht atau 60.000 USD — yang berlangsung di Pattaya pada 23 – 25 April 2025 lalu.

Event tersebut selain diikuti Ladies Pro tuan rumah Thailand juga diikuti oleh para pegolf perempuan profesional yang berasal dari Philippina, Jepang, Hongkong, Australia dan Indonesia yang terdiri dari Natalia Christina Yoko, Ida Ayu Melati Putri dan Dea Mahendra.

“Dalam event tersebut Yoko berada di peringkat ke 20 .. Mela dan aku enggak masuk peringkat, Om,” ujar Dea berterus terang.

Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas dengan keberhasilannya mencetak Hole in One, “Aku happy banget, Om, dan surprises karena aku sama sekali enggak berekspetasi untuk HIO .. Aku hanya ingin bolaku dekat Pin saja,” sela Dea. 

Dan, atas keberhasilannya untuk pertama kali(!) mencetak Hole in One dalam event pro yang diikutinya, Dea memperoleh hadiah sebesar 10.000 Baht.

MENGGUNAKAN  8 IRON SOFT

“Dea mohon ceritakan bagaiman permainan Dea sampai akhirnya berhasil mencetak Hole in One?”

“Sebenarnya aku lagi terburu-buru di hole 17 par 3 tersebut, karena di hole 15 aku triple dan membuat pairing group kami lost ball, dan harus balik ke tempat semula jadi memakan waktu.”

“Sehingga aku buru-buru di par 3 tersebut untuk mengejar group depan to keep up with the pace.”

“Kemudian jarak par 3 tersebut adalah 135 yards tetapi di otakku 138 atau 140 .. Ternyata pergantian yardage terjadi di par 3 lain.”

Sambil bergurau Dea melanjutkan kata-katanya: “Otak aku sedikit berawan dan kurang clear, Om he he he .. Kemudian aku memilih untuk mukul bola dengan 8 iron soft.”

“Bola yang aku pukul kena dan agak toping tetapi masih melambung ke arah pin .. Dua kali bounce lalu masuk .. Lalu aku teriak sendiri karena aku senang melihat hasilnya, Om!”

Menjawab pertanyaan tentang pemain yang berada dalam satu pairing group, Dea mengungkapkan bahwa dia bermain bersama Nemittra — Ladies Pro tuan rumah yang akhirnya finish di posisi kedua dalam event tersebut — seorang pegolf amatir juga dari Thailand.

“Apa yang aku alami dalam event Thai LPGA kali ini adalah sebuah pengalaman yang sangat unik dan sangat berkesan, Om,” kata Dea. 

“Kami bertiga, Yoko, Mela dan aku buru-buru pulang takut gelap di jalan dari Pattaya ke Bangkok sekitar 2 jam perjalanan. Jadi maaf aku tidak sempat berfoto dengan benner Hole in One-ku.”

“Karena banyak rain delay maka membuat group leader belum selesai. Akhirnya kami bertiga yang disupport oleh PT Pamapersada dalam event kali ini, pulang  duluan, Om,” ujar Dea Martika Mahendra mengakhiri perbincangannya bersama Media GolfJoy.

Related posts

Tiger: Tidak Ada Alasan Phil Mickelson Tidak Menang di Tour Senior

Hasim

Pegolf Malaysia M. Izzul Irfan Tampil Solid dengan 66 Pukulan di 4Th Batam Kepri IJAGC 2025

Syam

PT. Astra International Tbk Jadi Sponsor Utama Dies Natalis Ke-58 Open Golf Tournament Universitas Trisakti 2023

Hasim

Leave a Comment

sixteen + one =