Mental game dan skill pegolf junior nasional dan internasional akan diuji oleh JGC Rawamangun. Akankah skor under kembali terukir?
Jakarta Golf Club (JGC) Rawamangun, Jakarta, kembali menggelar kejuaraan internasional junior dan amateur bertajuk 2nd JGC Junior & Amateur International Golf Championship 2025 yang akan dimulai pada Selasa hingga Kamis, 9 – 11 September 2025.
Kejuaraan ini merupakan salah satu komitmen JGC dalam pembinaan dan memajukan pergolfan Tanah Air di lingkup pegolf junior dan amateur berprestasi nasional. Dan warisan golf (golf legacy) dari klub golf tertua di Asia Tenggara ini memang patut dilestarikan di masa depan.
Sebanyak 50 pegolf junior dan amateur berprestasi dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, India, Singapura, serta sejumlah negara tetangga akan beradu skill di lapangan yang terkenal sangat sukar untuk ditaklukkan lantaran fairway yang narrow (sempit) dan green area yang tricky.
“Yang perlu kita ingatkan bahwa JGC adalah lapangan tertua di Indonesia dan juga memiliki akademi golf dan driving range. Untuk itu, maka pembinaan berkelanjutan dari junior-junior kita terlaksana dengan baik. Dan kejuaraan JGC Junior & Amateur International Golf Championship edisi yang kedua ini adalah bukti nyatanya,” demikian ungkap Ketua Panitia Roland Salakory didepan para awak media saat sesi konferensi pers Senin petang, 8 September 2025.
Dan kali ini, ada beberapa pegolf amateur putra dan putri berlevel internasional dan merupakan punggawa tim golf Merah Putih yang turut meramaikan ajang ini. Mereka anataranya Sania Talita Wahyudi, juara bertahan JGC Junior & Amateur International Golf Championship 2024, Lydia Hawila Stevany Sitorus, Isabella Sudarmanto, dan Khansa Putri Imara.
Sedangkan dibagian putra, terdapat nama-nama seperti M. Nabil Al Manaaf, Teuku Husein M. Danindra, Prakasa Alfa Rizqi, dan Galih Ananta Wiratno (JGC Academy).
Ada pun dari kategori A+ Putra yang punya peluang menjuarai kejuaraan ini terdapat dua nama dari Maja Golf Club yakni Akbar Maulana dan M. Luthfi Haiban.
“Selain nama-nama diatas, peserta yang datang dari luar negeri pun ingin menguji nyali menaklukkan JGC dan meraih gelar juara sama besarnya dengan peserta dari Indonesia. Selain itu, mereka juga ingin mempertahankan atau memperbaiki posisi mereka di World Amateur Golf Ranking (WAGR). Sebab kejuaraan JGC Junior & Amateur International Golf Championship ini pemenangnya, baik putra dan putri akan mendapatkan poin WAGR,” begitu ucap Togar Manurung, Captain JGC.
Sementara itu, untuk kategori yang akan dipertandingkan pada kejuaraan 2nd Junior & Amateur International Golf Championship 2025 kali antara lain Kategori Amateur Putra berusia 19 tahun keatas (tidak terbatas usianya) dan Kategori Amateur Putri usia 19-24 tahun, Kategori A Putra & Putri (15-18 tahun), Kategori B Putra & Putri (13-14 tahun), serta Kategori C Putra & Putri (10-12 tahun).
Menurut Andri Armansjah selaku panitia pelaksana 2nd Junior & Amateur International Golf Championship 2025, juga menjelaskan terkait tee-box yang akan dimainkan oleh setiap kategori. Kategori Amateur Putra dan Junior A & B Putra akan bermain dari Black Tee, Kategori Amateur Putri dan Junior A & B Putri dari White Tee, Kategori C Putra dari White Tee, dan Kategori C Putri dari Red Tee.
“Untuk kepesertaan, peserta amateur tertua berusia 30 tahun. Dan sebanyak 13 peserta dari luar negeri seperti CWGA Shanghai Cina, Southern TGA Thailand, India, mereka pada akhirnya mengundurkan diri dari kejuaraan ini dikarenakan travel warning dari pemerintahnya akibat kerusuhan yang terjadi diakhir Agustus kemarin. Namun demikian, turnamen ini masih terbilang strong field dimana akan terjadi persaingan yang ketat, terutama di kategori amateur (A+), A dan B putra maupun putri. Semonga skor under selama tiga hari kedepan bisa dicapai oleh pemenang gross overall putra dan putri,” demikian ujar Andri Armansjah.
Pada kesempatan yang sama, Sania Talita Wahyudi, menyatakan keoptimisannya akan mampu mengulang kesuksesannya seperti tahun lalu dengan menjuarai best gross putri dengan skor total 214 (72-69-73) atau 2-under par. Dengan modal tumbuh kembang permainan golfnya sejak usia 10 tahun di JGC, atau bisa dibilang sudah khatam dengan seluk-beluk dan tingkat kesulitan golf course berusia 153 tahun ini, Sania bertekad akan tampil optimal di 2nd JGC Junior & Amateur International Golf Championship 2025.
“Sejak usia 10 tahun berlatih golf, saya sudah banyak sekali mendapat dukungan dari JGC hingga saat ini. Untuk itu saya sangat berterima kasih sekali kepada JGC dimana saya bisa improve permainan golfnya dan berada hingga di titik ini. Untuk menjalani kejuaraan ini, yang pasti saya akan bermain lebih teliti lagi untuk ball placing-nya. Sebab lapangan JGC ini jaraknya tidak jauh namun fairway-nya bisa dibilang sempit. Sehingga saya akan lebih focus terhadap ball placing, terutama di back-nine. Hal itu karena di back-nine kebanyakan lapangannya berbelok-belok, jadinya harus ball placement-nya harus presisi atau pas. Dan di front-nine nya bisa lebih agresif, tetapi di back-nine harus lebih main save aja,” begitu ungkap Sania Talita Wahyudi dalam menyiasati permainannya selama tiga hari kedepan.
Diakhir sesi konfrensi pers 2nd JGC Junior & Amateur International Golf Championship 2025, pihak PGI Pengprov DKI Jakarta yang diwakili oleh Andi Bahrun Saad yang menggatikan Ketua M. Reza Ihsan Rajasa, mengapresiasi JGC dalam keberlanjutan penyelenggaraan JGC Junior & Amateur International Golf Championship.
“Kami selaku stake holder PGI DKI sangat mengapresiasi dan sangat mendukung kejuaraan JGC Junior & Amateur International Golf Championship 2025 yang diadakan oleh JGC Rawamangun pada tahun ini. Kenapa? Karena kejuaraan ini menjadi ajang melatih mental bertanding para junior Indonesia. Dimana kita telah merefleksi pada kejuaraan Indonesia Open kemarin, dimana pegolf Indonesia banyak yang tampil bagus, tetapi di situ lah persaingan mental yang sangat menentukan. Kami juga berharap kepada seluruh lapangan yang berada di Jakarta untuk melakukan hal yang sama seperti JGC namun dalam bentuk yang berbeda. Kami juga ingin mengusulkan kepada JGC untuk melaksanakan turnamen selama tujuh hari berturut-turut yang dilaksanakan pada saat libur sekolah. Hal ini melihat bagaimana endurance atau kekuatan fisik para junior golfer kita, dan melatih mental bertanding mereka. Seperti halnya di kejuaraan di PON Medan tahun lalu,” begitu ucap Andi Bahrun Saad.
Mampukan Sania Talita Wahyudi mempertahankan gelar JGC Junior & Amateur International Golf Championship? Dan siapakah dibagian putra yang akan menjadi sang juara baru?
Nantikan berita kelanjutannya di Media GolfJoy Indonesia dalam tiga hari kedepan.
