SETELAH bertanding selama dua hari berturut-turut pada Rabu (5 November 2025) dan Kamis (6 November 2025) di Dago Heritage 1917 Golf Course, akhirnya sebanyak 59 pegolf terdiri dari 44 yang bertanding di Divisi Putra dan 15 yang bertanding di Divisi Putri lolos dari Babak Kualifikasi Porprov Jabar XV 2026.
Sistem kelolosan mereka — seperti yang disampaikan Budi Setiawan sebagai Technical Delegate kepada Media GolfJoy berdasarkan rangking, dan di Babak Kualifikasi hanya dipertandingkan nomor individu.
“Karena, untuk mencari peserta Babak Kualifikasi yang eligible saja dan kuota masing-masing daerah lebih sederhana juga format pertandingannya,” kata Budi Setiawan.



Technical Delegate Babak Kualifikasi Porprov XV Jabar 2026 yang juga dikenal sebagai Ketua Bidang Peraturan dan Wasit Pengprov PGI Jabar tersebut mengungkapkan bahwa para atlet yang lolos Babak Kualifikasi untuk bermain di Porprov XV Jabar 2026 memang masih dihuni oleh nama- nama atlet yang familier juara di berbagai turnamen lokal dan sebagian besar atlet junior.
Budi Setiawan pun menegaskan bahwa hal tersebut pertanda bahwa pembinaan junior di daerah Jawa Barat berjalan cukup baik, dan hasil Babak Kualifikasi kali ini tentunya akan menjadi bahan evaluasi bidang pembinaan prestasi atlet Jawa Barat untuk menentukan pembinaan menuju PON 2028.
BERBANDING LURUS
Apa yang disampaikan Budi Setiawan berbanding lurus dengan apa yang disampaikan oleh Ketua Pengprov PGI Jabar, H.Sirod Zudin.
Dalam perbincangan bersama Media GolfJoy melalui telepon, Kang Sirod mengungkapkan bahwa selain sangat senang dengan Babak Kualifikasi Porprov XV Jawa Barat 2026 kali ini —- karena para pegolf yang baru untuk pertama kali bertanding di Babak Kualifikasi Porprov XV Jawa Barat 2026 bisa berkompetisi dengan pemain yang sudah sangat berpengalaman — pihaknya juga sangat mengapresiasi para pengurus Pengkab dan Pengkot PGI di wilayah Jawa Barat yang peduli terhadap pembinaan pegolf junior di daerah mereka masing-masing.
Bahkan, menurut Kang Sirod, ada pengurus di lingkungan Pengkab dan Pengkot di wilayah Jawa Barat yang saling membantu dan saling mendukung apabila ada di antara mereka mengalami hambatan dalam menjalan program pembinaan dan peningkatan prestasi untuk pegolf binaannya.
“Sebagai contoh .. misalnya ada Pengkab A dan atau Pengkot B .. he he .. tidak perlu disebut nama daerahnya mengalami hambatan dalam masalah keuangan .. Pengkab C dan atau Pengkot D berinisiatif untuk menampung pegolf junior binaan mereka,” papar Kang Sirod, “Sehingga pembinaan terhadap pegolf junior di Jawa Barat tetap berkelanjutan dan tidak terputus di tengah jalan,” tambahnya.
Menjawab pertanyaan mengenai tujuan yang ingin dicapai, Kang Sirod mengungkapkan bahwa dengan sumber daya manusia yang ada —dalam hal ini yang berhubungan dengan keberadaan atlet golf — Pengprov PGI Jawa Barat tidak akan berpaling atau mengganggu Pengprov PGI lain yang ada di Indonesia.
“Tapi, bagaimana kalau yang terjadi justru sebaliknya, Kang, yakni Provinsi lain yang akan mengganggu Provinsi Jawa Barat menjelang diselenggarakan event berskala nasional seperti PON?” tanya Media GolfJoy.
Setelah terdiam beberapa saat, Kang Sirod, dengan penuh penekanan, menjawab:
“Melalui media massa apa pun bentuk platformnya, baik atas nama pribadi maupun sebagai Ketua Pengprov PGI Jawa Barat, saya mohon kepada para Ketua Pengkab dan Pengkot PGI se Jawa Barat harus selalu aktif berdialog dan terbuka untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan yang akan terjadi.”
Penulis Toto Prawoto
Foto Dokumentasi
