Uncategorized

Akhirnya, Isabella Sudarmanto Masuk Jajaran WAGR

Meski masih terkendala teknis down swing, Kenneth Henson Sutianto raih gelar best gros HBH Elite Junior Amateur Golf Championship 2026.

Penantian panjang dari pegolf nasional asal Semarang Jawa Tengah, Isabella Sudarmanto, akan pencapaian target menumbus ke jajaran peringkat pegolf amateur dunia (WAGR), akhirnya tercapai sudah.

Pada Minggu, 29 Maret 2026, dalam ajang Halal Bihalal Elite Junior Amateur Golf Championship 2026 yang digagas oleh Parents Children Golf Club (PCGC) di Senayan Golf Club, tentunya, menjadi momen bersejarah dan selalu dikenang sepanjang hayat oleh Isabella Sudarmanto.

Bagaimana tidak, pelajar putri kalas 11 sekolah menengah atas Bina Bangsa School di Semarang, menyebut bahwa prestasi pribadinya itu sebagai sebuah titian karir golf nan panjang yang dimulai sejak usia 10 tahun, atau pada saat ia duduk dibangku kelas 4 SD.

“The journey was so long,” begitu ucap Isabella memulai perbincangan via gawai WhatsApp dengan Media GolfJoy Indonesia pada Senin pagi (30/3/2026).

“Jujur, saya merasa game saya baru mulai improve drastis sejak pertengahan tahun 2025 lalu. Saya mulai konsisten mencetak score lebih rendah, dan since then, saya ikut lebih banyak turnamen junior dan amatir untuk ngejar WAGR. Banyak banget saya finish second place. Bahkan, waktu terakhir saya main di Senayan, saya cuma kalah satu stroke. Jadi, bisa balik ke sini dan finally win, rasanya extra special. Saya senang banget dan juga lega, rasanya like a weight lifted off my shoulders setelah berhasil dapat WAGR yang sudah saya kejar dan kerja keras for it,” ungkap Isabella.

Lebih lanjut Isabella mengungkapkan kegembiraannya itu, “Bisa mencapai salah satu target besar saya ini, rasanya benar-benar jadi langkah awal untuk banyak hal besar ke depan. Masuk WAGR bakal membuka lebih banyak opportunities untuk saya, apalagi di level internasional. Saya belum tahu what the future holds for me, tapi saya excited banget untuk mulai this new chapter dalam perjalanan golf saya di Indonesia dan luar negeri juga.”

Menganalisa permainannya sendiri di HBH Elite Junior Amateur Golf Championship 2026 seri perdana, Isabella menyebutkan bahwa, “Di Senayan, coursenya lumayan pendek tapi juga sempit. Waktu terakhir saya main di situ, kebanyakan di setiap hole saya hit driver off the tee. Tapi sekarang, I’ve gained some distance, lebih sering pilih rescue instead of driver. Dan itu cukup membantu, apalagi karena cuacanya lumayan windy di ronde kedua dan ketiga. Selama turnamen, saya berusaha banget untuk tidak mikirin WAGR, tapi fokus on my swing in the moment. Tetap positif juga bantu banget buat mengamankan kemenangan ini.”

Dalam tiga ronde yang dimainkan, Isabella yang selalu melakukan practice session sebelum tee-off ditemani sekaligus diberikan oleh ibunya Caroline, yang juga adalah seorang ladies amateur golfer, akhirnya mendulang total skor 215 (69-74-72) atau 8-over par. Oh iya, di Senayan GC sendiri memiliki 69 par dari 18 hole yang ada.

Maka tak ayal, rasa syukur atas prestasinya itu, Isabella tidak melupakan segala jasa orang-orang terdekat dan tercintanya yang selama ini selalu mendukung karir golfnya.

“Pertama-tama, saya ingin mengucapkan terima kasih to my parents and family yang sudah support saya dari hari pertama. Bringing me to all tournaments, dan jadi kekuatan saya saat kepercayaan diri saya turun along this long journey. Saya juga ingin say thank you to Om Andri and Tante Ade, untuk hosting this tournament, dan kasih opportunity ini. Dan last but not least, terima kasih juga untuk friends and players who I’ve grown up with playing, kalian bikin perjalanan golf jadi tidak merasa sendirian dan definitely far from boring,” demikian pungkas Isabella penuh haru.

Kenneth masih terkendala down swing

Sementara itu, peraih best overall putra di turnamen ini akhirnya digapai oleh Kennet Henson Sutianto. Kesuksesan ini adalah kali kedua Kenneth menjadi juara di tahun 2026, dimana sebelumnya ia memenagkan kejuaraan Kejurnas Golf Junior 2026 di Jakarta Golf Club, Rawamangun pada Januari lalu.

Namun begitu, Kenneth merasa pencapaian yang diraihnya dengan total skor 207 (77-66-64) atau even par, masih belum optimal. Terlebih, pasca mengikuti turnamen internasional 33Rd Taiwan Amateur Golf Championship 2026 di Hsin Yi Golf Club pada 17 hingga 20 Maret lalu, diakui dirinya masih terkendala seputar teknik down swing, mulai dari wood hingga iron. Bahkan sang pelatihnya, Krishna Iskandar, turut serta memberikan arahan di driving range dan putting green sebelum Kenneth memulai tee-off.

“Round 1 sangat tidak sesuai ekspektasi karena main +8 di Senayan buat aku udah parah banget. Untungnya di round 2 sama 3, aku bisa comeback balik ke even par. Dan ikutan turnamen Halal Bihalal PCGC ini sebenarnya sekalian aja pulang dari Taiwan stay di Jakarta, mumpung libur kuliah juga,” demkian ujar Kenneth.

Ikuti kejuaraan strong field di luar negeri

PCGC selaku pihak penyelenggara HBH Elite Junior Amateur Golf Championship 2026 seri pertama, tidak lupa mengapresiasi kepada seluruh peserta yang menyempatkan diri kembali mengaktifkan muscle memory permainan golfnya setelah sebulan penuh terhenti karena bulan puasa Ramadhan.

Dengan segala dedikasi dan perjuangan tinggi, dan bahkan kondisi yang masih kurang fit yang mendera Michael Ethan Subandono, serta Dylano Aokindy Arsykafah Lubis, dan juga peserta yang datang dari luar Jabodetabek, para peserta bertanding dengan penuh semangat sportifitas dan menjunjung integritas layaknya atlet golf junior Indonesia.

“Terima kasih kepada kalian yang sudah berjuang mengeluarkan kemampuan terbaiknya di turnamen kali ini. Dan selamat kepada seluruh pemenang, mulai dari AM Mixed hingga D Mixed Division. Dan jumlah partisipan kali ini pun sudah memenuhi syarat bagi para pemenang best overall bisa mendapatkan poin WAGR,” ungkap Ketua PCGC Ade Meinar.

Ade Meinar juga memberikan motifasi kepada para junior golfer Indonesia agar terus bersemangat dalam menggapai cita-cita lewat olahraga golf. “Saya mau sedikit evaluasi terhadap penyelenggaraan turnamen junior dalam negeri kita, kecuali seperti Ciputra Golfpreneur dan Pondok Indah internasional, dimana turnamen kita field-nya masih kurang strong. Anak-anak kita belum ada di level kompetisi yang benar-benar kita inginkan. Maka dari itu, saya berharap, jika tujuan anak-anak ini ingin berprestasi menjadi atlet golf, atau mencari kuliah di luar negeri, maka ada banyak sekali turnamen-turnamen di negara tetangga dari Malaysia, Singapura, Thailand hingga Taiwan yang memberikan pengalaman bertanding yang bagus. Di situlah menjadi parameter posisi permainan golf anak kita sesungguhnya. Jadi, ayo terus bersemangat menggapai impian yang kamu inginkan dengan mengikuti turnamen internasional di luar negeri.”

Ayo pegolf junior Indonesi, terusalh bermimpi untuk menggapai cita-cita masa depan kalian dari ranah olahraga golf ini. Semangat!

Related posts

Sulang Wine Kukuhkan Pengurus Chemical Golf Club Periode 2024-2026

Syam

Industrial Golf Club Mainkan Turnamen Desember di Damai Indah PIK

Hasim

Dua Pegolf Pro Umumkan Pertunangan Saat Off-Season

Tiara

Leave a Comment

four × 2 =