FeaturedLifestyleTokoh & Golf

Ines Putri Tjiptadi Chandra: Golf Tetap Jadi Bagian Besar dalam Hidup Saya

LADIES golfer asal Bali yang akrab disapa dengan panggilan Ines ini mengenal golf sejak usia 12 tahun karena sejak kecil dia sering ikut orangtuanya ke lapangan golf.

“Tapi, waktu itu badan saya kurus dan kecil, jadi saya belum diperbolehkan mulai bermain,” kenang Ines dalam perbincangan jarak jauh bersama Media GolfJoy. “Latihan pertama saya dimulai di Driving Range Udayana, Bali, di bawah bimbingan pak Sutrisno,” tambah Ines.

Berkat bimbingan Sutrisno itulah Ines akhirnya cukup kuat untuk mengayunkan stick dan mulai serius berlatih serta aktif mengikuti Monthly Medal.

Pada usia 13 tahun Ines mengukir prestasi terbesar di awal karirnya sebagai pegolf. Dia memenangkan Gubernur Cup. “Saat itu handicap saya sekitar 25, dan mencetak skor 83 dari tee merah dengan nett 57. Turnamen yang saya ikuti berlangsung selama tiga hari di tiga lapangan yang berbeda,” katanya.

Berkat keberhasilannya merebut gelar juara Gubernur Cup dalam usia 13 tahun, Ines menjadi pemain termuda sekaligus sebagai wanita pertama yang memenangkan event yang sangat prestisius tersebut, dan sebagai juara Ines diundang wawancara di radio, masuk rekor Muri. Dia juga cukup kaget karena semuanya terjadi sangat cepat.

MENANJAK

Prestasi yang ditorehkannya di Gubernur Cup membuat karir Ines di golf terus menanjak. Salah satunya dia tampil mewakili Provinsi Bali dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) sebanyak tiga kali berturut-turut yakni pada tahun 2004, 2008 dan 2013.

Selain tampil di PON, saat berumur 15 tahun Ines juga dikirim oleh PGI mewakili Indonesia ke berbagai turnamen junior internasional seperti Junior World, dan turnamen lainnya yang berlangsung di Thailand, Malaysia dan Sirikit Cup.

“Saat itu jumlah pemain wanita belum banyak, sehingga kami termasuk generasi awal yang cukup aktif dikirim ke luar negeri,” kata Ines sambil menambahkan bahwa Juriah, Dea Mahendra, Tatiana Wijaya, Agnes Retno, Ika Woro Palupi, dan Giantika Mahardika adalah, teman-teman satu angkatan yang tergabung di Timnas Golf Putri Indonesia.

Ines mengungkapkan bahwa pada PON terakhir yang diikutinya performanya tidak terlalu maksimal, karena saat itu dia sudah mulai jarang latihan bermain golf dan sedang aktif di dunia modelling.

MISS INDONESIA 2012

Seperti diketahui, setahun sebelum tampil di ajang PON 2013, di mana untuk ketiga kalinya Ines tampil mewakili Provinsi Bali dalam annual event empat tahun sekali yang dikenal dengan Pekan Olahraga Nasional (PON) tersebut, pada 29 April 2012 Ines — yang pada saat itu telah berusia 22 tahun — terpilih sebagai Miss Indonesia.

Sebagai juara, Ines pun — masih di tahun yang sama — tampil dalam pemilihan Miss World 2012 yang berlangsung di Ordos – Mongolia – China. Dalam kontes tersebut Ines menduduki Top 13 Miss World 2012.

Terlepas dari masalah penampilannya yang selalu menarik perhatian kaum pria, baik dalam kehidupan sehari-hari maupun saat berlaga di golf course, yang jelas aktivitas Ines di dunia model yang menghantarkan dirinya terpilih sebagai Miss Indonesia 2012, bukan faktor kebetulan.

“Betul bahwa saya memang mulai mengurangi aktivitas saya di golf setelah saya memenangkan Miss Indonesia di usia 22 tahun,” katanya.

“Saat itu memang ada pembicaraan serius dengan orang tua bahwa sudah waktunya berfikir realistis dan mulai mencari penghasilan sendiri .. Di samping permainan golf saya saat itu juga sedang menurun .. Saya sempat mencoba beberapa bidang seperti asuransi dan modeling .. Dan, kemenangan menjadi Miss Indonesia membuka banyak peluang baru dalam hidup saya,” tambah Ines, menegaskan.

Menjawab pertanyaan sejak tahun berapa mulai berbisnis di bidang golf dan siapa partnernya, Ines mengungkapkan bahwa dia mulai berbisnis di bidang golf pada akhir 2020 saat pandemi berlangsung.

“Karena saat itu bisnis restoran di Bali yang saya kelola sangat terdampak akibat pandemi, kami kemudian membuka golf simulator pertama di Bali dengan nama Smash Factor Indoor Golf, sedangkan partner saya dalam bisnis ini adalah suami saya Adrian Khoo dan mantan pelatih saya di Ancora, Robert Turvey yang juga merupakan pelatih profesional di Smash Factor. Saya juga disupport oleh Top Golf dengan brand Lee Coq Sportif.”

Selain mengoperasikan  venue, Ines juga menjadi distributor utama untuk UNEEKOR (golf simulator dari Korea) dan Carl’s Screen (layar khusus golf simulator), yang didistribusikan ke hotel dan villa di Jakarta, Surabaya, Lombok serta kota lainnya.

FOKUS KEPADA KELUARGA DAN BISNIS

Menurut istri Adrian Khoo yang telah dikaruniai 3 orang anak — masing-masing bernama Oliver Kai Khoo (7 tahun) anak pertama, anak kedua Jordan Kenzie Kho (6 tahun) dan anak ketiga bernama Bryeon Kea Khoo (4 tahun) ini — minat publik untuk berlatih di Smash Factor cukup baik. Namun karena Smash Factor berada di Bali, mayoritas pengunjung adalah turis yang mencari hiburan selama liburan.

Lebih jauh Ines mengungkapkan bahwa market Smash Factor memang lebih banyak recreational player dibanding pemain profesional.

Meskipun begitu, Ines, lewat Smash Factor tetap mendukung atlet golf yang tergabung di Tim Golf Junior Bali dengan special price —sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan atlet daerah.

“Kenapa Ines tidak tertarik untuk berkarir sebagai Profesional Ladies?”

“Saat ini fokus saya adalah keluarga dan bisnis,” sahutnya, cepat. “Untuk kembali berkarir secara kompetitif sebagai Pro Ladies bukan menjadi prioritas utama,”  tambah Ines yang, ketika masih berusia 15 tahun dan aktif di golf pernah studi di Amerika Serikat ini,  berterus terang.

“Namun golf tetap menjadi bagian besar dalam hidup saya, dan saya tetap mencintai olahraga ini serta mendukung generasi berikutnya .. Salah satunya kami mensponsori Jayawardana Dornan yang sedang naik daun saat ini sebagai Brand Ambassador Smash Factor,” kata Ines Putri Tjiptadi Candra tanpa basa-basi, mengakhiri perbincangannya bersama Media GolfJoy.

Penulis Toto Prawoto

Foto Dokumen Pribadi

Related posts

Sepp Straka Atasi Shane Lowry, Justin Thomas untuk Juarai Truist Championship

Hasim

Turnamen Charity Golf for Hope II Meriahkan Reuni Ke-40 Alumni FEUI 84

Hasim

PGA IPB Jadi Jawara Baru Best Tim Himpuni Golf Tournament 2023 

Syam

Leave a Comment

16 − 9 =