Pada hari Minggu yang berangin di Oahu, skor final 70 yang dibukukan Brooke Henderson cukup untuk mengamankan trofi di LOTTE Championship. Sekelompok pemain memiliki poin yang dekat dengan Henderson pada awal hari, termasuk Nelly Korda, yang berbagi peringkat dengan Henderson pada 14 under. Tetapi kondisi sulit membuat Korda dan pemain terkenal lainnya mendapat skor di atas par (dua di antaranya adalah mantan No. 1 Dunia Ariya Jutanugarn dan pemenang LPGA empat kali Minjee Lee). Skor 2-under par 70 milik Henderson menempatkan dirinya di 16-under, menang empat poin atas Eun-Hee Ji.



(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Kemenangan itu merupakan tonggak penting dalam beberapa hal bagi Henderson. Dia mempertahankan gelarnya, setelah memenangkan acara ini pada tahun 2018. Menang di Ko Olina Golf Club tahun ini menandai kemenangan pertamanya musim ini, dan yang kedelapan dalam karirnya. Angka ini signifikan karena menyamai rekor Sandra Post, Mike Weir dan George Knudson sebagai pemain Kanada dengan kemenangan LPGA atau PGA Tour terbanyak. Henderson mencapai prestasi ini sebelum mencapai usia 22.

“Sungguh menakjubkan bahkan disebutkan dalam kalimat yang sama dengan Mike Weir, George, dan Sandra,” kata Henderson. “Minggu ini benar-benar istimewa. Saya selalu senang datang ke Hawaii. Tahun lalu adalah minggu yang luar biasa bagi saya, untuk dapat mengangkat trofi itu untuk pertama kalinya …. Untuk mendapatkan kemenangan, kemenangan karir kedelapan di LPGA Tur, nyata dan benar-benar menakjubkan.”

Henderson dikenal karena jauhnya pukulan tee dan pukulan drive-nya solid sepanjang turnamen.

Di akhir acara, setelah upacara trofi, pemenang LOTTE Championship mendapat pelajaran hula yang sangat umum dari sekelompok pro. Henderson dan caddy-nya, saudari Brittany, baru mengenal hula tahun lalu. Sedangkan untuk tahun ini, Henderson memperingatkan semua orang sebelum tarian bahwa dia belum berlatih sejak diperkenalkan tahun lalu, dan bahwa tarian hula-nya masih membutuhkan sedikit latihan.