Setelah sempat tertunda akibat adanya “faktor non teknis yang tidak bisa dihindari oleh setiap insan ciptaan Tuhan Yang Mahakuasa” akhirnya pada 2 Maret 2020 Ciputra Golfpreneur Foundation (CGF), sebuah yayasan nirlaba persembahan Bapak Golf Modern Indonesia DR (HC) Ir. Ciputra untuk mendukung atlet golf Indonesia agar mereka dapat berprestasi di tingkat internasional, diperkenalkan kepada publik golf di Republik ini.

Dalam sambutannya, Budiarsa Sastrawinata selaku pendiri Ciputra Golfpreneur Foundation, mengungkapkan bahwa hari ini adalah hari yang sangat bersejarah bagi masyarakat khususnya dan utamanya para golfer di Indonesia, karena ada satu lagi persembahan dari Ir. Ciputra yang sangat bermanfaat bagi para atlet golf masa kini dan masa yang akan di Indonesia.

“Ini adalah suatu momentum yang sangat bersejarah dan sekaligus berharga bagi kita semua – meskipun beliau (Ir. Ciputra) saat ini sudah tidak ada lagi bersama-sama kita semua,” kata Budiarsa Sastrawinata dengan suara tersendat sambil menyeka air mata dengan selembar tissue, karena tidak kuasa menahan haru.

Hal yang sama juga disampaikan oleh Budi Karya Sumadi, Menteri Perhubungan Republik Indonesia, yang hadir dalam launching tersebut sesuai dengan kapasitasnya sebagai Ketua Klub Komite Damai Indah Golf.

“Gagasan pak Ci tersebut sudah lama disampaikan kepada kami. Ini adalah suatu bukti bahwa pak Ci memiliki komitmen sekaligus kepedulian yang sangat tinggi terhadap perkembangan dan peningkatan prestasi olahraga golf di negeri ini,” kata Budi Karya Sumadi kepada GolfJoy saat Menteri Perhubungan hendak meninggalkan VIP Room Raffles Hotel – tempat Launching Ciputra Golfpreneur Foundation berlangsung.

Dalam acara tersebut juga diperkenalkan 10 pegolf kepada segenap undangan yang hadir. Ke-10 pegolf tersebut terdiri dari 5 pegolf pro dan 5 pegolf amatir. Mereka adalah (Pro) George Gandranata, Elki Kow, Jordan Surya Irawan, Joshua Andrew Wirawan dan Kevin Caesario Akbar. Sedangkan pegolf amatir (Junior) terdiri dari Kentaro Nanayama, Alfred Raja Sitohang, Jonathan Xavier Hartono, Jose Emanuel Suryadinata dan seorang pegolf putri bernama Holly Victoria Halim.

Selain memperoleh dukungan finansial, ke-10 pegolf tersebut juga mendapat hak eksklusif untuk menggunakan fasilitas latihan di Damai Indah Golf Bumi Serpong Damai (BSD) Course, Pantai Indah Kapuk (PIK) dan Ciputra Golf Surabaya, Jawa Timur.

Seperti diketahui Ciputra Golfpreneur Foundation tak hanya sebatas memberi dukungan finansial dan fasilitas latihan, akan tetapi juga akan membekali kesepuluh pegolf tersebut dengan pendidikan dan semangat entrepreneur untuk menjadi juara kelas dunia di arena golf maupun dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu program CGF adalah mempersiapkan para pegolf untuk bisa menembus Olimpiade Tokyo Jepang pada 22 Juni 2020 di mana Indonesia masih berpeluang menempatkan perwakilannya di pesta olahraga multi event empat tahunan tersebut.

Oleh karena itulah maka CGF mendorong pegolf pilihannya agar mereka mengikuti kompetisi yang diproyeksikan dapat meningkatkan ranking dunia mereka mereka melalui turnamen-turnamen yang merujuk pada perolehan Point Official World Golf Ranking (WAGR) – seperti event ADT dan Asian Tour.

Sementara Ciputra Golfpreneur Junior Preparation menjadi program untuk menyiapkan pegolf junior agar berprestasi pada ajang Ciputra Golfpreneur Junior Golf Championship yang diselenggarakan sejak 1993 (d/h Ciputra Cup) dan telah meraih status sebagai World Champinship pada 2007, yang kemudian disokong oleh Junior Golf Tour of Asia (JGTA) pada 2019; Sehingga para juaranya mendapat hak untuk mengikuti berbagai turnamen American Junior Golf Association (AJGA) di Amerika Serikat.

Target OWGR

Salah satu pegolf profesional muda harapan bangsa, Kevin Caesario Akbar, menyatakan bahwa prioritas ke depan adalah mengejar target point OWGR agar dapat lolos dan mewakili Indonesia salam Olimpiade 2020 Tokyo pada Juni mendatang. “Apalagi dengan adanya dukungan dana serta fasilitas latihan yang diberikan Ciputra Golfpreneur kepada saya dan kawan-kawan, saya optimis bahwa saya akan dapat mengejar point OWGR sebagai persyaratan untuk bisa tampil di Olimpiade,” katanya.

Kevin sadar bahwa untuk bisa tembus ke ranking 300 OWGR bukanlah perkara mudah. Karena, selainĀ  harus bersaing dengan para pro dari seluruh dunia, Kevin juga harus bersaing dengan kawan sendiri yang sama-sama memperoleh sumbangan dana dan fasilitas.

(Teks dan Foto-foto oleh Toto Prawoto)