Di putaran ketiga BNI Indonesian Masters supported by Bank BRI and MedcoEnergi yang berlangsung Sabtu (14/12), pegolf tuan rumah Danny Masrin berhasil mencapai 10 besar untuk pertama kalinya sepanjang keikutsertaannya sejak turnamen dimulai pada 2011.

Danny membukukan skor 68 atau empat-di bawah-par yang mengangkatnya ke posisi T10 dengan skor total 207 atau sembilan-di bawah-par, tertinggal tujuh pukulan dari pimpinan klasemen Jazz Janewattananond dari Thailand. Memulai putaran ketiga dengan lima-di bawah-par, Danny sempat tancap gas di sembilan hole pertama dengan tambahan empat birdie. Posisinya pun sempat menembus 10 besar.

Namun, double bogey di hole 10 menggesernya ke 20 besar dengan skor total sementara tujuh-di bawah-par. Namun, Danny mampu menjaga kepercayaan dirinya agar tidak drop. Ia pun berhasil mencetak dua birdie di dua hole terakhir, yang membuat bertengger di peringkat T10, bersama dua pegolf lainnya.

“Saya cukup senang dengan hasil hari ini. Sembilan hole pertama saya main bagus dengan empat birdie. Namun, hole 10 saya harus double bogey akibat bad swing. Saya sebenarnya bisa bogey. Tapi bolanya ternyata lip out (bola sudah hampir masuk lubang tetapi terpeleset keluar lagi). Saya harus jaga tempo swing saya agar pukulan saya tetap terjaga. Setelah double di hole 10, saya kembali menemukan tempo swing saya di 13, dan bisa finis birdie di dua hole terakhir,” kata Danny yang pernah membukukan skor total 12-di bawah-par dalam turnamen OB Golf Invitational, salah satu event Asian Development Tour, pada Mei lalu dan finis T5.

“Besok saya akan tetap menerapkan strategi permainan saya. Saya akan terus bermain agresif. Saya pun berharap putting bagus saya bisa terjaga besok,” tambah Danny yang kini berusia 27 tahun.  

Pegolf Indonesia lainnya, Joshua Andrew Wirawan, tetap menjaga peluang untuk masuk posisi elite dalam turnamen Asian Tour berhadiah total 750 ribu dolar AS. Pegolf asal Surabaya berusia 23 tahun ini hanya membuat skor even par (72) hari ini, dengan skor total tetap tujuh-di bawah-par 209.

“Hari ini pukulan saya sedikit kacau, tidak sesuai harapan. Namun, saya masih berusaha bertahan agar skor saya hari ini tidak jatuh. Hari ini pun angin cukup mengganggu, tetapi saya masih bersyukur hasilnya masih terjaga,” kata Andrew yang kini menduduki T16 dengan lima pegolf lainnya.

Keberhasilan Danny dan Andrew tidak diikuti tiga pegolf Indonesia lainnya. Benita Y. Kasiadi hanya membukukan skor 71 atau satu-di atas-par dan menduduki posisi 60 dengan skor total 216 selama tiga hari. Sementara, pegolf amatir Indonesia Naraajie Emerald Ramadhanputra belum menemukan permainan terbaiknya lagi. Amatir No. 1 Indonesia ini bermain lebih buruk dengan skor 77 atau lima-di atas-par dengan total 218 atau dua-di atas-par. Elki bahkan menduduki posisi paling buncit dengan skor total 220 atau lima-di atas-par usai bermain dengan skor 77.

Foto: Indonesian Masters