Nama Bryson DeChambeau sedikit meredup sepanjang tahun lalu. Meskipun masih mampu mengukir gelar Omega Dubai Desert Classic di awal tahun, Bryson sulit menambah perolehan trofi dari PGA Tour dengan dua percobaan Top-5 di 3M Open dan Shriners Hospitals for Children Open.

Pekan ini, DeChambeau terlihat kembali ke performa terbaiknya dari apa yang dibuatnya di putaran kedua Kejuaraan Dunia Golf Mexico Championship, Jumat (21/2). Dari 2-under 34 di sembilan hole pertamanya, pemenang 5 gelar PGA Tour itu punya dua hattrick indah antara hole 1-7. Skor 63 itu membuatnya memimpin paruh turnamen WGC di depan Erik van Rooyen, satu tembakan.

DeChambeau mengungkapkan salah satu sebab skor yang didapat itu ialah akurasi. Hal ini dibuktikan dari akurasi drive yang melewati 64% dan green in regulation mencapai 83%. “Itu rahasia,” terang DeChambeau, yang juga menorehkan T.5 di Riviera minggu lalu.

Skor rendah bukan hanya milik DeChambeau. Pegolf Afrika Selatan Erik van Rooyen mencetak 62 tepat di hari ulang tahun ke-30 di Club de Golf Chapultepec, Meksiko. Tanpa bogey, Van Rooyen saling membuat 31 di kedua sembilan hole untuk menyamai rekor lapangan yang dibuat Justin Thomas di putaran ketiga 2018 dan final 2019.

“Itu hadiah terbaik dari saya untuk saya yang berulang tahun,” ujar Van Rooyen yang tepat berada di No.50 dunia saat kualifikasi WGC-Mexico Championship ditutup. “Saya sedikit kurang percaya diri dengan beberapa hasil belakangan ini. Tetapi, saya sangat puas hasil latihan saya tidak sia-sia saat melihat skor 62 ini.”

No.1 dunia Rory McIlroy yang sebelumnya menguasai hari pertama, terlihat naik-turun kali ini. Dari 8 par beruntun, McIlroy menyisakan 4 birdie dan dua bogey 69 ke peringkat 6. Peluangnya masih terbuka untuk melengkapi keempat trofi WGC atau ‘WGC Slam’, dengan syarat ia dapat mengejar DeChambeau yang kukuh 3 tembakan di depannya.

(Sumber: PGA Tour, Foto: Yahoo.com)