Justin Rose masih memimpin hingga putaran kedua Masters pada Jumat, tapi di belakangnya beberapa pemain mengancam posisinya.

Ada dua ancaman dengan jarak satu pukulan di belakang dan dua ancaman dengan dua pukulan di belakang dan enam pemain di belakang berjarak tiga pukulan dan lainnya dalam jangkauan, ada cukup banyak calon pemenang yang layak dan alur cerita yang menggetarkan sehingga sulit untuk memproses semuanya.

Ada hal yang menenangkannya bahwa juara bertahan Dustin Johnson, pemain No. 1 di dunia, tidak ada di belakangnya. Dia memukul dengan tidak seperti biasanya, membuat bogey dua hole terakhir sehingga gagal lolos ke akhir pekan.

Persis di belakang Rose ada Will Zalatoris dan Brian Harman yang berjarak satu pukulan.

Lalu ada Jordan Spieth, kemenangannya minggu lalu di Texas menunjukkan perbaikan setelah tiga tahun bergumul dengan kekejaman golf. Dia mencetak 5 under par setelah hasil 68 pada hari Jumat dan mengatakan kepada wartawan di Augusta, Ga., “Saya datang dengan berpikir [saya bisa menang],” dan, “Saya dalam posisi sekarang untuk memikirkan itu dengan pasti, tetapi di tengah perjalanan ini, saya tetap senang berada dua pukulan di belakang.”

Ada Justin Thomas, tentu saja, yang berpeluang memenangkan gelar Masters. Prestasi PGA Championship 2017 dan Players 2021-nya menjadi bukti ketangguhannya. Dia berada di 4 under setelah hasil 67 dan berkata, “Saya hanya perlu masuk ke zona kecil saya sendiri dan permainan kecil saya sendiri, dan saya merasa jika saya melakukannya dengan baik, saya harus memiliki peluang yang cukup bagus.”

Ada Tony Finau, pria baik yang sering finis kedua atau hampir kedua, yang mencetak 4 under dan berkata tentang prestasinya yang sering jadi nomor 2, “Itu membuat saya lapar, itu membuat saya tetap rendah hati.” Ada Collin Morikawa yang berada di 2 under dengan permainan yang selalu siap untuk berubah dari sekedar keren menjadi lebih keren. Coba lihat lagi pencapaiannya yang 65-64 saat ia memenangkan PGA Championship 2020.