Pablo Larrazábal melakukan comeback luar biasa untuk memenangkan gelar European Tour kelimanya setelah final dramatis di  Alfred Dunhill Championship yang berlangsung Minggu (01/12).

Pegolf Spanyol itu memulai hari dengan keunggulan tiga tembakan  tetapi harus berjuang dengan  ayunanannya sepanjang putaran terakhir di Leopard Creek, membuat enam bogey dan double bogey.

Baca juga: Timnas Golf Siap Tempur di Filipina

Namun, pemain berusia 36 tahun itu berhasil bangkit dengan  membuat tiga birdie di empat hole terakhirnya untuk memastikan kemenangan dengan skor 75 dan total delapan di bawah par.  Hasil ini lebih baik dari  Joel Sjöholm asal Swedia, yang menyelesaikan upaya akhir pekan yang luar biasa dengan catatan 69.

Pegolf asal Belanda Wil Besseling sempat unggul di sebagian besar babak final, tetapi hanya mampu membukukan  74 dan membuatnya tied di urutan ketiga dengan favorit tuan rumah Branden Grace dan Charl Schwartzel.

“Saya benar-benar berjuang di  sembilan hole terakhir, saya memiliki lepuh besar di jari kaki kanan saya dan  berkata kepada diri sendiri, “Jika Tiger bisa memenangkan U.S. Open dengan  patah kaki …” dan saya hanya berjuang keras. “

Sudah empat setengah tahun Larrazábal tanpa gelar  kemenangan di Tur Eropa. “Ini adalah jalan yang panjang beberapa tahun terakhir dan ini adalah tempat yang saya inginkan.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada semua keluarga dan istri saya. Ini adalah tempat yang sangat saya sukai dan saya akan kembali sampai saya tidak bisa bermain lagi.

“Menjadi pemenang lagi sangat berarti. Saya sudah bekerja keras, saya menghabiskan waktu berjam-jam seperti yang saya lakukan dalam karir golf saya dan ini untuk apa.”

Dengan kemenangan tersebut Larrazábal membawa pulang prize money sebesar €237,750 atau sekitar 3,6 miliar  rupiah.    \

Sumber/ Foto: European Tour