Sejak Koordinator Wilayah Professional Golf Association of Indonesia (Korwil PGAI yang dahulu dikenal sebagai Persatuan Golf Profesional Indonesia/PGPI) Bandung terbentuk, dan secara berkesinambungan (sebelum ada pandemi Covid – 19) selalu menggelar gobar dan atau mabar di golf course yang berbeda-beda yang ada di Kota Bandung dan sekitarnya, baru untuk pertama kalinya ada peserta yang berhasil mencetak Hole in One ketika pada Senin awal Oktober 2021 lalu Korwil PGA Indonesia Bandung yang dipimpin Iyus Rusdiana tersebut menggelar event bertajuk Mabar Pro-Am di Dago Heritage Golf.

Pemain pro yang berhasil mencetak Hole in One di Hole #11 Par 3 dalam jarak 176 yard tersebut adalah Ana Suhana yang akrab disapa dengan panggilan sehari-hari: Boma. “Saya menggunakan stick iron nomor 6,” kata Boma, bangga.

Lebih jauh Pro kelahiran Bandung 17 Mei 1969 tersebut mengungkapkan bahwa sejak kurang-lebih 25 tahun menekuni olahraga golf sebagai pekerjaan (sebelum menyandang status sebagai golfer profesional Boma bekerja menjadi Caddy Master di Lapangan Golf POLTAK SESKOAU, Lembang – Bandung) baru pada Senin awal Oktober 2021 lalu dia mencetak Hole in One!

Akan tetapi karena event Pro-Am Korwil PGA itu –sebagaimana keterangan tertulis Boma kepada Media GolfJoy –tujuannya untuk menjalin silaturahmi antar anggota dan saudara sesama golfer amatir di Kota Bandung dan sekitarnya, maka tidak ada hadiah yang disediakan untuk peserta yang berhasil mencetak Hole in One.

Meskipun begitu, Boma tetap merasa happy. Sebab, pengalaman mencetak Hole in One di Dago Heritage pada Senin awal Oktober 2021 lalu menambah credit point tersendiri bagi dirinya yang saat ini dikenal sebagai Teaching Pro yang ber-“markas” di Driving Range Siliwangi, Bandung.

SPIRIT BANDUNG LAUTAN API

Terlepas dari masalah dukungan yang diberikan oleh para pemangku kepentingan (Stake Holder) olahraga golf di Bandung dan sekitarnya seperti pak Aling sebagai Ketua APLGI dan pak Dony Kusmedya, yang jelas “Spirit Bandung Lautan Api” yang menyatu dalam diri setiap Pro anggota 

Korwil PGA Bandung di bawah pimpinan Iyus Rusdiana — diakui atau tidak — memang berbeda dengan Korwil PGA lainnya yang ada di Indonesia.

Paling tidak, sungguhpun Pandemi Covid – 19 masih melanda seluruh belahan jagat raya termasuk di NKRI, Korwil PGA Bandung tetap menyelenggarakan event main golf bareng.

Bahwa kegiatan yang dilakukan saat ini tidak sama seperti sebelum ada pandemi, hal itu pun diakui oleh Iyus Rusdiana. “Tapi pandemi enggak bisa dijadikan alasan untuk tidak membuat kegiatan sama sekali, Om,” ujar Iyus Rusdiana yang selalu menyebut “Om” kepada reporter Media GolfJoy – baik dalam keterangan tertulis maupun ketika berjumpa secara langsung di lapangan. “Tentu saja kalau kita membuat kegiatan mabar kita tidak pernah mengabaikan Prokes Covid – 19. Itu harga mati,Om!” tegasnya.

Konsistensi dalam menggerakkan roda organisasi membuat tali silaturahmi antar anggota semakin erat. Selain itu, event mabar yang digelar pun didasari tujuan yang sangat positip. Yakni, agar para Profesional Golfer dari Korwil PGA Bandung setiap saat selalu “siap tempur” apabila event local tour di bawah otoritas PGTI kembali bergulir.

Menjawab pertanyaan Media GolfJoy mengenai jumlah peserta yang berpartisipasi dalam Mabar Pro-Am Korwil PGA Bandung pada Senin awal Oktober 2021 lalu, Iyus Rusdiana dalam keterangan tertulis menyebut ada sebanyak 65 pegolf yang terdiri dari Regular dan Senior Pro serta Amateur.

Walaupun event tersebut hanyalah kegiatan “main golf bersama”, namun seluruh peserta tampil all out, “Tak ubahnya seperti kompetisi dalam arti yang sebenarnya, Om,” tukas Iyus Rusdiana.

Dan, fakta yang terjadi di lapangan membuktikan bahwa pernyataan Iyus Rusdiana bukan isapan jempol. Karena, selain ada salah seorang peserta yang berhasil mencetak Hole in One untuk pertama kalinya (atas nama Boma), Mabar Pro-Am Korwil Bandung pada Senin awal Oktober lalu juga diwarnai Play Off antara Jamel versus Ade Iskandar yang dimenangkan Jamel melalui “adu” Putting.

Segenap yang hadir di Dago Heritage khususnya mereka yang menyaksikan secara langsung Play Off “adu” Chipping tersebut, menyambut kemenangan Jamel dengan tepuk tangan.

Semuanya senang dan bahagia, termasuk Iyus Rusdiana yang berkomitmen untuk tetap menggelar mabar dalam situasi pandemi seperti saat ini. “Sebetulnya bukan soal bisa atau enggak bisa. Tapi, mau (!) atau enggak kita membuat kegiatan untuk anggota kita,” katanya.

“Harapan saya enggak muluk-muluk, Om, dengan kegiatan yang saya lakukan … Saya hanya berharap agar apa yang saya lakukan ini juga diikuti oleh korwil-korwil lainnya di Indonesia,” tambah Iyus Rusdiana mengakhiri keterangan tertulisnya kepada Media GolfJoy.

Para Juara Mabar Pro-Am Korwil Bandung:

Kategori Regular Pro

Best Gross 1. Ade Iskandar

Best Gross 2. Jamel

Best Gross 3. Asep Saefulloh

Best Gross 4. Hamid & Rokib

Kategori Senior Pro

Best Gross 1. Bahrudin

Best Gross 2. Asep Kapri

Best Gross 3. Wawan BGG

Best Gross 4. Ade Sebul

Kategori Amateur

Best 1. Heri S

Best 2. Rohman

Best 3. Anjas

(Toto Prawoto, Foto: Dok Korwil PGA Bandung)