“Kasih tau nggak, yaa .. ?!”

Kalimat tersebut selalu diucapkan Bung Iwang Modullus setiap kali bertemu GolfJoy saat di mana eks personil Modullus Band tersebut bertugas sebagai wasit golf dalam event berskala lokal, nasional dan internasional.

Kata atau kalimat tersebut adalah sebuah tanda atau isyarat agar GolfJoy jangan terburu-buru meninggalkan golf course di mana Bung Iwang almarhum bertugas sebagai referee. 
Meskipun tidak ada perjanjian secara tertulis, namun begitu tugas sebagai referee selesai, suami mbak Sonya itu segera mengajak ngobrol — setelah selesai menunaikan sholat.
Yang diibrolkan tak hanya sebatas dunia olahraga, akan tetapi masalah seni budaya khususnya musik dan film .. dan politik.

Politik? Ya, betul. Sebab, seperti diketahui Bung Iwang memang pernah maju sebagai calon wakil rakyat di salah satu provinsi di Indonesia dan “pengusung”-nya adalah partai politik pimpinan Prabowo Subiyanto.

Isnan dan Iwang dalam suatu kesempatan

Jadi, memang sungguh mengasyikkan berbincang-bincang dengan Bung Iwang. Selain kaya wawasan, Bung Iwang juga memiliki sense of humor yang tinggi.
Hal tersebut juga diakui oleh Bung Isnan dan mas Dian – masing-masing sebagai Sekjen MBO-IG dan Sekjen Blue Tee, ketika bertemu GolfJoy di Blad Nomor 7 TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan – tempat peristirahatan terakhir Bung Iwang Modulus.

Iwang Modullus bersama rekan-rekan dari MBO-IG

“Iwang adalah sahabat saya yang sangat konsisten orangnya. Dia selalu berpegang teguh pada prinsip yang dia hayati dalam hidupnya … Dia juga seorang sahabat yang selalu mengingatkan sekaligus menasehati saya agar saya jangan melakukan hal yang aneh-aneh di dalam kehidupan ini,” kata Bung Isnan.

Sementara mas Dian mengungkapkan bahwa pihaknya sering menjalin kerjasama dengan almarhum, dan tidak hanya sebatas melibatkan Bung Iwang Modulus sebagai wasit; Akan tetapi bekerjasama di bidang yang lain. “Karena, almarhum Iwang yang merupakan alumni Institut Teknologi Indonesia mempunyai jasa menyewakan peralatan komunikasi. Saya sering menyewa peralatan komunikasi milik almarhum — utamanya kalau saya menyenggerakan turnamen,” ungkap mas Dian. “Selain profesional, peralatan komunikasi milik almarhum juga sewanya tidak terlalu mahal,” tambahnya.

Meninggalnya Bung Iwang Modulus pada dinihari 02-02-2020 di RSCM, menurut istrinya yang akrab disapa dengan panggilan mbak Sonya, karena kanker hati. “Almarhum suami saya memang jarang mengeluh. Sehingga, ketika kami mengira almarhum sakit ginjalnya kambuh, kami segera membawa ke dokter. Ternyata, setelah diperiksa, ada kanker di hati almarhum,” ungkap mbak Sonya dengan nada suara tetap tegar. “Maafkan mas Iwang yaaa,” tambah mbak Sonya kepada setiap saudara, handai taulan, para sahabat serta kenalan almarhum suaminya — ketika satu persatu mereka hendak meninggalkan TPU Tanah Kusir.

Mas Dian, penulis, dan istri almarhum mba Sonya

Sementara Agus Triyono Sekjen PGA TI, yang siang itu dengan sangat menyesal tidak bisa menghantar Bung Iwang Modullus ke tempat peristirahatan terakhirnya — karena ada kegiatan yang tidak bisa ditinggalkan — kepada GolfJoy mengungkapkan bahwa pihaknya sangat kehilangan. “Sebagai referee almarhum sangat disiplin ketika menjalankan tugas dan tanggungjawabnya di lapangan. Secara pribadi dan atas nama pengurus PGA Tour of Indonesia, kami turut berduka cita dan semoga keluarga yang ditinggalkan ikhlas dan diberi kekuatan iman. Aamiin ..!”

Meninggalnya Bung Iwang memang banyak orang serta pribadi lepas pribadi yang merasa kehilangan — termasuk para orangtua pegolf junior yang sering menyaksikan secara langsung ketika Bung Iwang dalam sebuah turnamen segera meluncur saat terjadi ruling yang menimpa pairing group pemain yang berkompetisi di mana salah seorang refereenya adalah suami mbak Sonya tersebut.

“Kami sekeluarga turut berduka atas meninggalnya pak Iwang.” Demikian kata para orangtua pegolf junior setelah membaca iklan Duka Cita GolfJoy atas meninggalnya Bung Iwang Modullus yang viral di media sosial yang dikirimkan ke “japri” penulis.

(Toto Prawoto)