Scenic Botanical Garden Matoa Bersolek

Lapangan yang dikenal dengan sebutan city course scenic botanical garden di Jakarta ini kini bersolek demi semakin memanjakan pegolf tanah air.

Adalah sosok pebisnis kayu nasional yang sangat peduli dengan olahraga atletik tanah air, almarhum Bapak H. Bob Hasan, yang berhasil mencuri kegandrungan bermain golf Presiden Republik Indonesia ke-2, H.M. Soeharto, dari lapangan Jakarta Golf Club Rawamangun kepada Padang Golf Matoa Nasional.

Berkat inisiasi H.Bob Hasan-lah, maka lahan perkampungan Ciganjur seluar 57,7 hektar disulap menjadi area golf course. Diarsiteki oleh Ir. Budi Santoso dan mantan pegolf professional asal Negeri Kangguru dan peraih lima kali tropi kejuaraan major, The Open Championship, Peter William Thomson, serta Wolveridge & Perret, maka  dimulailah proses pembangunan Padang Golf Matoa Nasional pada tahun 1992 hingga 1994. Kemudian mulai beroperasional pada tahun 1995.

Keramah-tamahan yang bersahabat dan hangat ala warga Betawi Ciganjur dan keberaneka-ragaman tumbuhan buah-buahan yang tumbuh merekah di Padang Golf Matoa Nasional, tak pelak, menjadi daya tarik terpikatan The Smiling General terhadap Padang Golf Matoa Nasional. Selain itu, kulineran Betawi seperti Ketoprak dan es cincau racikan dapur Padang Golf Matoa Nasion, menjadi menu favorit Bapak Pembangunan Indonesia itu.

“Benar sekali, dan tidak berlebihan, sejak pertama dibukanya Padang Golf Matoa Nasional pada tahun 1995 di kampung Ciganjur, Jagakarsa, Jakarta Selatan ini, mantan presiden Indonesia, almarhum H.M. Soeharto, lebih banyak mengayunkan stik golfnya di sini. Bisa dibilang, Matoa sebagai second home course beliau. Sebelum ada Padang Golf Matoa Nasional, almarhum Pak Harto lebih menyukai dan bermain di JGC,” ungkap Muhammad Fahmi, Club Manager Padang Golf Matoa Nasional mengawali cerita kepada GolfJoy.

City course scenic botanical garden

Padang Golf Matoa Nasional merupakan city course yang memiliki karakter yang unik selayaknya city forest, city garden, green garden, atau bahkan botanical garden. Itu lantaran, sepanjang 18 hole disisi kanan maupun kirinya dihiasi beraneka-ragam tumbuhan buah-buahan.

Hampir semua ragam tumbuhan berbuah ada di Padang Golf Matoa Nasion, mulai dari durian, jamblang, mangga, rambutan, sukun, klengkeng hingga buah endemic Papua, matoa, terhampar di sini laksana taman buah, dan bisa dinikmati pula oleh para pegolf jika mana buah-buahan tersebut sedang panen.

Maka tak ayal, oksigen dilapangan ini jauh lebih bersih dan segar karena dihasilkan oleh tanaman bungan maupun tanaman buah disbanding city course yang ada di Jakarta.

Enjoy challenging course in botanical garden

Seperti karya-karya Peter William Thomson pada umumnya, di Indonesia maupun diluar negeri, lapangan Padang Golf Matoa Nasion juga memberikan tantangan tersendiri. Punishment and rewarding hole challenge. Sementara itu, jenis rumput yang digunakan di green Bermuda Tift Golf, dan untuk di fairway, rough, dan tee box ditanami rumput Bermuda Tiftway 419. 

“Secara umum, desain lapangan Motoa ala Peter Thomson merupakan lapangan yang dimana setiap hole by hole-nya, beliau ciptakann hole-hole punishment dan rewarding. Artinya, bila di hole sebelumnya, para pegolf diberikan tantangan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, jika salah menganalisa course management, kekeliruan dalam approach shot dan keliru dalam break di green hole tersebut, maka pegolf mendapatkan punishment dari hole itu. Namun di hole berikutnya, pegolf akan diberikan rewarding di hole berikutnya karena index hole-nya yang terbilang mudah untuk ditaklukkan,” ujar Fahmi memberikan gambaran tentang course challenging Matoa.

Enjoy challenging course in botanical garden, menjadi tag line dari Padang Golf Matoa Nasion. Dimana diharapkan para pegolf mendapat tantangan bermain golf, namun sekaligus dapat menikmati kesegaran udara dan hamparan beraneka-ragam tanaman buah dan kembang di golf course ini.

Keramahan warga Betawi Ciganjur

Salah satu keunggulan hospitality yang kuat dari Padang Golf Matoa Nasional tidak lain adalah keramah-tamahan. “Pelayanan dari karyawan kita, mulai dari potter, hingga beberapa lini pelayanan lainnya, pokoknya asik dan homey deh. Karena mereka (pegolf) kami bikin feel like home. Etos jamuan para pekerja tersebut karena didukung oleh budaya Betawi yang kental sekali. Dimana karyawan kami kebanyakan orang Betawi tulen yang memiliki karakter bersahabat dan hangat,” ujar Fahmi terkait kualitas layanan Matoa. Dan almarhum H. Bob Hasan pun sangat peduli kepada warga Betawi disekitar Ciganjur dengan memperioritaskan mereka menjadi pekerja di Padang Golf Matoa Nasional.

Ketoprak dan Es Cincau

Usai bergolf di Padang Golf Matoa Nasional, silahkan mencoba foot & beverage khas local Ciganjur,Es Cincau Hijau Bapak Siban. Bukan tanpa kebetulan es cincau ini menjadi minuman favorit di Padang Golf Matoa Nasional. Melainkan almarhum H. Soeharto yang secara langsung memanggil dan menseleksi cita rasa es cincau dari beberapa tukang es cincau yang berada di sekitar Matoa. Dan terpilihlah es cincau Hijau Pak Siban.

Begitu pun dengan hidangan ketoprak yang dipanggil oleh almarhum H. Soeharto. Akan tetapi, keberadaan menu ketoprak, kini digantikan oleh Gado-gado Lontong khas Matoa.

Matoa bersolek

Pada setahun terakhir, sejak pertengahan Januari 2020, Padang Golf Matoa Nasional harus bersolek atau melakukan pembenahan. Hingga saat ini, menurut Fahmi, prosesnya masih on going dan akan rampung 100% pada 2021.

Pembenahan tersebut meliputi perbaikan kondisi green, yang mana jika musim panas green speed dapat di-set up berkisar 8,5 hingga 9, dan dimusim hujan green speed-nya di-set up berkisar 9,5 hingga 10.

Kemudian area bunker juga dilakukan perbaikan secara keseluruhannya, mulai dari hole #1 hingga hole #18. Pembenahan beberapa bunker sudah dirubah secara struktur, kontruksi serta drainasenya. Dan pada bunker lainnya diberlakukan top up atau penambahan pasir serta warna pasir menjadi lebih terang.

“Terakhir, fairway dan rough pun mengalami sentuhan perbaikan, berupa pemurnian rumput Bermuda Tiftway 419 yang telah terkontaminasi dengan rumput-rumput liar. Saat ini, di hole-hole par 3 seperti hole #12 dan #15 sudah kami murnikan rumputnya seperti aslinya,” tandas Fahmi.

Semoga, selaras kembali moleknya scenic botanical garden city course kesayangan duo almarhum H. Soeharto dan almarhum H. Bob Hasan, Padang Golf Matoa Nasional menjadi kawah candradimuka para pegolf amatir junior seperti Alit Jiwandana, dan permainan pegolf amatir semakinenjoy challenging course in botanical garden.

Foto oleh Syam