Turnamen golf junior series #4 Parents Children Golf Club (PCGC) yang berlangsung selama 2 hari di Senayan Golf Club pada akhir pekan April 2021 lalu, sempat tertunda akibat hujan lebat yang mengguyur kawasan Jabodetabek.

Tak hanya itu. Angin kencang yang “mengiringi” hujan lebat pada Minggu (11/04/21) tersebut juga membuat beberapa ruas jalan di Jakarta – khysusnya di Jakarta Selatan mengalami kemacetan parah.

Namun, sebanyak 102 pegolf junior yang tampil bersaing di Divisi A, B, dan C putra-putri PCGC Junior Golf Tournament Series #4, yang masih menyisakan permainan mereka antara 6 hingga 7 hole — sama sekali tidak terpengaruh dengan delay atau penundaan permainan mereka selama kurang-lebih 90 menit.

Bahkan beberapa peserta yang diminta komentar mereka dengan adanya penundaan tersebut, kepada GolfJoy mengaku senang dengan delay tersebut.Karena, mereka bisa istirahat sekaligus relaks akibat pressure yang mereka rasakan saat games of play masih berlangsung.

Dan, faktanya, sungguhpun event PCGC Junior Golf Tournament Series #4 baru berakhir pada pukul 19.45 WIB, seluruh peserta tetap tampil all out dalam situasi dan kondisi enjoy the games untuk menjadi yang terbaik di Divisi mereka masing-masing.

“Asyikk banget lhoo, Om .. bermain golf di malam hari yang fairway-nya enggak disinari oleh matahari, tapi disorot oleh cahaya lampu,” ujar beberapa pegolf junior yang mengakhiri permainan mereka pada malam 11 April 2021 lalu sambil tertawa gembira.

Seperti series turnamen sebelumnya, pada PCGC Junior Golf Tournament Series #4 pun diikuti pegolf junior dari Aceh, Bandung, Semarang, Surakarta, Yogyakarta, Surabaya dan Kediri.

Sehingga menjadi sangat wajar apabila turnamen lokal yang awalnya ditujukan kepada pegolf junior yang berdomisili di kawasan Jabodetabek tersebut bernuansa “Lokal Rasa Nasional” — setelah dalam perjalannya di kemudian hari mengundang minat para pegolf junior yang berdomisili di luar jawasan Jabodetabek.

“Apa yang dilakukan oleh PCGC sangat luar biasa untuk melatih mental dan jiwa kompetisi bagi junior di Indonesia … patut dikembangkan,” kata Ufu Wibisono, ayahanda Jonathan Manuel Wijanto, yang berasal dari Kediri. “Ini turnamen kedua PCGC yang diikuti oleh Jonathan – setelah yang pertama pada tahun 2020 lalu yang berlangsung di BGG Jatinangor,” tambahnya.

Ketika GolfJoy menanyakan sejak kapan Jonathan Manuel Wijanto mulai menekuni olahraga golf, Afu Wibisono mengungkapkan bahwa Jonathan kenal dengan golf sejak pandemik virus Covid – 19 melanda Indonesia pada Maret 2020.

“Jonathan kalau berlatih di Surya Golf Club – SGC Kediri dan Taman Dayu. Karena di Kediri tidak ada lapangan golf, jadi kalau mau bermain golf harus ke Surabaya atau Pandaan yang jaraknya 2 jam perjalanan dari Kediri,” ujar Afu Wibisono yang tidak lain adalah Pengurus PGI Kabupaten Kediri Bidang Pembinaan Junior.

Afu Wibisono menambahkan, sejak Jonathan aktif menekuni olahraga golf, pelajaran sekolah puteranya yang masih duduk di Kelas 1 SMP Santa Maria, Kediri, masih bisa diatur waktunya. “Sebagai parent saya beruntung karena pihak sekolah mensupport putera saya, Jonathan,” kata Afu Wibisono, menegaskan.

Sebagai orangtua sekaligus pengurus Pengkab PGI Kediri, Afu Wibisono berharap dapat berkontribusi demi pengembangan golf di Indonesia terurama dalam mencari bibit-bibit dan atlet junior untuk bisa membawa nama Indonesua di dunia internasional.

Ayahanda Jonathan Manuel Wijanto juga berharap agar pandemik segera berakhir, sehingga turnamen golf khususnya junior dapat diselenggarakan seperti dulu lagi.

(Tulisan & Foto oleh Toto Prawoto)