BERMAIN sangat percaya diri dan konsisten dalam mengatur irama permainan sejak round #1 hingga round #3 final ITGPS 18 yang berlangsung di Pertamina Golf Balikpapan Kalimantan Timur sejak Selasa (28 November 2023) hingga Kamis (30 November 2023), akhirnya Benita Kasiadi merebut gelar juara dengan skor 208 pukulan (68-68-72) atau 8 under.
Sebagai juara, BK berhak atas hadiah utama sebesar Rp 48.000.000,- (empat puluh delapan juta rupiah) atau 16% dari total hadiah sebesar Rp 400 juta yang diperebutkan dalam ITGPS 18 presented by PT Indonesia Jasa Pratama dan Anargya Aset Manajemen.
Sedangkan gelar juara Lowest Amateur atau skor amatir terendah dalam event tersebut direbut Mochtar — pegolf amatir yang tahun depan akan tampil mewakili Kalimantan Timur di PON XXXII 2024 yang akan berlangsung di Nangroe Aceh Darussalam dan Sumatera Utara.
Meskipun performance Mochtar “naik turun” sejak round #1 hingga round #3 dalam event ITGPS 18, di mana dia mencetak 215 pukulan (72-71-74) atau 1 under, namun pegolf amatir yang pekerjaan sehari-harinya menjadi caddy di Pertamina Golf Balikpapan tersebut berhasil melewati para pesaing terdekatnya — seperti Sudirman dan Joyo Paturusi yang keduanya sama-sama mencetak skor 10 over — dan sama-sama pula ingin merebut gelar sebagai Lowest Amateur dalam ITGPS 18.


FOKUS DI AMATIR
Dalam perbincangan melalui telepon, dan Media GolfJoy menanyakan apakah akan beralih status dari amatir ke profesional setelah Mochtar berhasil merebut gelar Lowest Amateur untuk pertama kalinya; Salah satu pegolf andalan dari tim golf Pemprov Kaltim yang tahun depan akan tampil di PON Aceh dan Sumatera Utara 2024 tersebut secara terus terang mengatakan bahwa dia akan tetap fokus sebagai pegolf amatir.
“Untuk saat ini saya belum berfikir untuk menjadi pegolf profesional. Saya akan fokus di amatir .. dan setelah PON pun saya belum kepikiran untuk pindah menjadi pegolf profesional,” tutur Mochtar. “Kenapa begitu, karena kalau saya jadi pegolf profesional, saya butuh modal yang tidak sedikit .. Mungkin kalau ada yang menyeponsorin saya, saya akan pertimbangkan,” tambahnya.
Harus diakui bahwa memang dibutuhkan biaya yang tidak sedikit untuk menjadi profesional golfer mengingat teritorial NKRI yang sangat luas. Sedangkan event pro itu sendiri selalu diselenggarakan di kota-kota besar yang tersebar di seluruh Nusantara.
Sehingga, kalau tidak didukung dengan modal finansial yang “kuat” atau mendapat dukungan sponsorship, memang lebih baik kongkow-kongkow di “kampung halaman” sendiri daripada dibebani pikiran tentang lolos cut off atau tidak apabila berpartisipasi dalam event yang berlangsung di luar kota dan atau di luar provinsi.
HOME SWEET HOME
Sementara BK saat Media GolfJoy menanyakan kesan-kesannya setelah dia berhasil merebut gelar juara dan memperoleh hadiah utama sebesar Rp 68 juta, sambil tersenyum lebar BK mengatakan bahwa keberhasilannya merebut gelar juara ITGPS 18 dengan idiom atau ungkapan “Home Sweet Home”.
“Kenapa saya menyebut Home Sweet Home, karena apa yang saya peroleh hari ini tak ubahnya sama seperti kejadian pada tahun 2008 lalu,” kata BK.
“Maksudnya?”
“Masa sih Om lupa?!” sahut BK sambil tertawa. “Waktu tahun 2008 lalu Kaltim kan menjadi tuan rumah PON. Nah, saya yang waktu itu masih berstatus sebagai pegolf amatir direkrut Pemprov Kaltim … tentu saja dengan persyaratan dan ketentuan yang berlaku pada saat itu. Karena waktu itu saya berasal dari PGI Jawa Timur dan direkrut untuk memperkuat tim golf tuan rumah.”
“Di dalam tim golf yang memperkuat tuan rumah PON Kaltim 2008 waktu itu, selain saya ada juga Hardjito yang sekarang sudah menjadi Pro, Sudirman, Munic dan Suprapto Bontang.”
“Dan, kami .. tim golf Kaltim .. sebagai tuan rumah PON 2008 lalu berhasil merebut medali emas di nomor individu dan beregu .. Oleh karena itulah maka saya menyebutnya dengan istilah Home Sweet Home, Om .. “
“Bedanya kalau dulu saya mendapat bonus uang setelah berhasil merebut medali emas .. Sekarang saya mendapat hadiah uang karena status saya sebagai pegolf profesional.”
MUNGKIN AKAN TERULANG
Seperti kita ketahui bahwa ITGPS #19 akan digulirkan kembali pada Selasa (5 Desember 2023) hingga Kamis (7 Desember 2024) bertempat di Imperial Klub Golf Karawaci, Tangerang.
Dari data yang berhasil dihimpun Media GolfJoy, pro yang akan tampil bersaing dalam ITGPS #19 di Imperial Klub Golf Karawaci pada pekan pertama Desember 2023 jumlahnya ebih banyak dibandingkan dengan jumlah pro yang tampil dalam ITGPS #18 yang berlangsung di Pertamina Golf Balikpapan pada pekan terakhir November 2023 lalu yang kurang dari 40 orang.
Mungkinkah jelang berakhirnya ITGPS musim kompetisi 2023 pro seperti Jowi, Rizal, BK, Kevin, Nasin George dan yang lainnya akan mengulang prestasi yang telah mereka torehkan melalui ITGPS sebelumnya, sehingga isi “pundi pundi” mereka akan bertambah jumlahnya?
Berbagai kemungkinan memang masih bisa saja terjadi — termasuk akan muncul “New Champion” menjelang ITGPS musim kompetisi 2023 berakhir.
Tulisan Toto Prawoto. Foto Dokumentasi PGA TI.
—Hubungi golfjoy@yahoo.com untuk peliputan GolfJoy di event Anda.
DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!

