Rinaldi Adiyandono menorehkan pencapaian mengagumkan sepanjang karier amatirnya. Namun, ketika beralih ke pro, prestasinya menurun drastis. Kepada Golfjoy pegolf berusia 32 tahun ini membeberkan perjuangannya bangkit dari ketertinggalan hingga menjadi bintang di turnamen profesional sekaligus membangun pengikut ribuan lewat Trick Shot di Instagram.

Sulung dari tiga bersaudara kelahiran 10 November 1986 ini mengenal olahraga golf sejak berusia 13 tahun. Ketekunannya telah membuahkan hasil yang sangat positif utamanya saat Aldi – demikian sapaan akrabnya – masih berkompetisi di amatir. Dan, berkat prestasi yang ditorehkannya, Aldi pernah  tampil empat kali berturut-turut mewakili Indonesia di ajang kompetisi Putra Cup, dan tiga kali tampil di ajang Asia Pacific Golf Amateur Championship.

Dari setiap event yang diikutinya, baik di tingkat, nasional, regional maupun internasional, Aldi mengaku mendapat pengalaman yang sangat berharga. Hal ini bisa dimaklumi karena sejak mulai mengenal olahraga golf pada awal tahun 2000, dia lebih banyak ditangani oleh teaching pro local seperti H. Ishak, Anto Tohir dan Warsono. Sehingga, setiap kali ada kesempatan tampil berkompetisi di luar negeri, Aldi banyak mencerap ilmu dari para pesaingnya.

Akan tetapi, sepanjang karirnya berkiprah di percaturan golf amatir di tanah air, Aldi mengaku mendapat kesan yang sangat mendalam dan kesan tersebut tidak akan bisa dilupakan sepanjang hayat masih dikandung badan. “Itu terjadi ketika saya memperkuat tim golf PON DKI di ajang Pekan Olahraga Nasional yang berlangsung di Pekanbaru, Riau,” katanya.

Saat itu  tim golf putra PON DKI yang tampil di Pekan Olahraga Nasional yang berlangsung di Pekanbaru, Riau, terdiri dari Aldi, Bobby Cahyo, William Sjaichudin dan Elki Kow. Dengan persiapan yang sangat matang serta didukung oleh materi pemain yang sudah lumayan kenyang mengikuti berbagai turnamen junior dan amatir, baik di dalam maupun luar negeri, tim golf putra PON DKI berhasil menyapu bersih medali di ajang  Pekan Olahraga Nasional di Pekanbaru, Riau. Tak hanya Aldi dan kawan-kawannya yang berhasil menyapu bersih medali, hal yang sama pun ditorehkan oleh tim golf putri PON DKI Jakarta yang dimotori Agnes Retno Sudjasmin.

Usai memperkuat kontingen DKI Jakarta di pesta olahraga multi event empat tahunan tersebut, Aldi terpilih menjadi anggota tim golf SEA Games yang berlangsung di Laos pada 2009. Mereka gagal mempersembahkan medali. Namun, dua tahun kemudian ketika Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games pada 2011, Aldi yang terpilih kembali memperkuat kontingen Indonesia bersama  Suprapto, Ian Andrew dan George Gandranata berhasil mempersembahkan satu medali perak beregu untuk kontingen Indonesia.

Beralih ke Pro

Setahun kemudian, setelah SEA Games 2011 usai – tepatnya pada 2012 – Rinaldi Adiyandono, Suprapto, Ian Andrew dan George Gandranata menanggalkan status amatir mereka dan beralih ke professional. “Ternyata, setelah saya beralih ke pro, apa yang terjadi tidak seperti apa yang saya harapkan,” kata Aldi, jujur. “Betul bahwa saya pernah menjadi juara di ajang persaingan golf pro lokal. Tapi, pada tahun-tahun berikutnya, permainan saya menurun drastis. Dan untuk bisa bertahan di posisi sepuluh besar Indonesian Golf Tour (IGT), rasanya sulit sekali,” tambahnya.

Meskipun begitu Aldi tidak patah semangat. Dia selalu berusaha untuk dapat mengembalikan performance terbaiknya. Agar tidak terlempar dari posisi 10 besar IGT, dia all out: berlatih setiap hari, dari pagi hingga malam. Segala teknik permainan yang telah dia kuasai dia pelajari kembali dan lebih ditingkatkan lagi. Untuk mengetahui telah sampai sejauh mana perubahan yang dia lakukan, Aldi merekamnya di akun Instagram miliknya. Hasilnya sungguh di luar dugaan. Pasalnya, rekaman dan foto yang diabadikan melalui Instagram miliknya bertajuk Trick Shot – Instagram Indo Free Style Golf & R.A.D Swing, yang kemudian dibagikan kepada teman-teman serta komunitas golf lainnya itu, mendapat tanggapan yang sangat positif.

Aldi mengungkapkan bahwa dalam proses pembuatan Trick Shot – Instagram Indo Free Style Golf & R.A.D Swing Golf, pihaknya dibantu oleh sahabatnya yang bernama  Suseno Andrey Atmaji. Tapi, rupanya ada juga sementara orang yang memandangnya dengan sebelah mata, “Bahkan sempat ada seorang teman sesama pro yang mencemooh saya. Dia bilang … ah, kalo cuma bikin yang kaya begituan sih gue juga bisa,” tukas Aldi tanpa menyebut nama teman yang mencemoohnya.

Tapi, terlepas dari masalah tersebut, yang jelas sejak  2013 lalu  sudah lebih dari 3000 orang yang menyukai Trick Shot – Instagram Indo Free Style Golf & R.A.D. Golf Swing . Meskipun  dicemooh Aldi tetap melanjutkan kreativitasnya. Apalagi setelah Golf Channel America menayangkan hasil jerih payahnya, Aldi semakin yakin bahwa sekecil apa pun yang dia lakukan ternyata bermanfaat bagi banyak orang. “Setelah itu follower saya baru tahu kalau saya ini pegolf profesional,” kata Aldi sambil tersenyum.

Menjawab pertanyaan, di samping memiliki banyak follower, lalu dampak positif apa lagi yang dia rasakan, Rinaldi Adiyandono menyatakan dengan tegas bahwa saat ini  putting yang dia kuasai jauh lebih baik dibandingkan dengan waktu-waktu sebelumnya. Selain berhasil menempatkan dirinya kembali pada posisi 10 besar di ajang persaingan Indonesian Golf Tour (IGT), dia juga berhasil menjadi Champion President Cup 2019 – PAGI Pro Series I yang digelar di Jagorawi Golf Club pada 23 – 25 April 2019 lalu dengan skor total 6 under. Sebagai juara Aldi berhak atas hadiah utama sebesar Rp 40.000.000,- dari total hadiah sebesar Rp 200.000.000,- yang diperebutkan dalam event tersebut.

Biaya sendiri

Sejak beralih status menjadi pro, biaya operasional yang diperlukan sebagai seorang pro ditanggung sendiri oleh Aldi. Karena itulah maka menjadi sangat wajar kalau Aldi frustrasi berat ketika posisi dia di kancah persaingan Indonesian Golf Tour (IGT) terlempar dari 10 besar. Sebab, kalau posisi dia tetap berada di 10 besar, prize money yang diterimanya masih tersisa lumayan banyak – setelah dipotong pengeluaran untuk makan, minum, dan tip untuk caddy. Tapi, kalau posisi dia sampai akhir turnamen berada di urutan 10 ke atas, belum tentu dia memiliki sisa uang dari hadiah yang diterimanya.Jadi, tidak tekor atau nombok saja sudah termasuk untung.

Diakui atau tidak, iklim kompetisi golf pro di Indonesia memang belum ideal seperti yang diharapkan. Aldi sendiri yang awalnya ingin menjadi seorang touring pro sejati akhirnya berkompromi dengan situasi dan kondisi yang mewarnai kehidupan sehari-hari seorang pegolf professional di negeri tercinta ini. Dan, seperti halnya rekan-rekan pro lainnya, Aldi pun akhirnya menekuni pekerjaan sebagai teaching pro.

Uniknya, hampir semua murid Aldi adalah orang-orang yang sebelumnya mendapat posting-an Trick Shot – Instagram Indo Free Style Golf & R.A.D Golf Swing dari satu orang ke orang lain dengan status sosial yang bermacam-macam. “Yang jelas mereka semuanya adalah golfer,” kata Aldi, menegaskan.

Walaupun saat berbincang-bincang bersama GolfJoy Rinaldi Adiyandono (disingkat R.A.D yang kemudian menjadi terkenal karena dipakai sebagai “”brand”  R.A.D Golf Swing) tidak menyebut income yang dihasilkan dari kiprahnya sebagai teaching pro, namun lajang berusia 33 tahun ini merasa senang dan puas,  “Karena saya bisa berbagi ilmu dengan orang lain,” tukasnya, serius.

Sulung dari tiga bersaudara putra-putri (2 pria dan 1 wanita) pasutri Wardono – Widya Herina Adiesti ini, mengharap tahun depan berencana akan mengikuti sertifikasi teaching pro di luar negeri – agar keberadaannya sebagai teaching pro memiliki legalitas yang sah dan dapat dipertanggungjawabkan.