Empat pemenang Overall Junior Master League seri pertama dan kedua berhak mendapat invitasi ke kejuaraan 23Rd Serawak Premier Cup 2026.
Perkumpulan Akademi Golf Indonesia (PAGI) yang merupakan salah satu candradimuka pembinaan atlet golf junior nasional yang berpusat di Emeralda Golf Club, Depok, Jawa Barat, telah sukses menggelar PAGI Junior Master League #2 pada Selasa hingga Rabu, 23 – 24 Juni 2026 di Gading Raya Golf Club, Tangerang.

PAGI Junior Master League (JML) edisi kedua tersebut bertujuan menjaring para atlet golf junior nasional guna mewakili Indonesia dalam Road To Menpora – PAGI International Junior Golf Championship 2026 yang sedianya akan digelar pada Oktober 2026.
Menurut Presiden PAGI Indra Surya yang dinyatakan seusai pertandingan, bahwa tujuan diadakannya kualifikasi PAGI JML adalah agar peserta pegolf junior dari Indonesia mampu bersaing dengan peserta dari negara lain.


“Lahirnya PAGI Junior Master League di blantika golf Tanah Air ini merupakan event kualifikasi menuju Kejuaraan Menpora – PAGI International Junior Golf Championship 2026, yang menjadi bagian dari A Decade Menpora-PAGI Junior International yang masuk dalam World Amateur Golf Ranking / WAGR) counting, dan akan diselenggarakan di Emeralda Golf Club pada 13-15 Oktober 2026 mendatang. Tahun ini, kejuaraan elite junior tersebut akan diikuti puluhan peserta dari 15 negara, mulai dari Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Myanmar, Filipina, Vietnam, Australia, New Zealand, Taiwan, China, Jepang, Korea Selatan, India, dan Amerika Serikat. Hanya sekitar 88 hingga 90 peserta dari pegolf junior, dan mengharuskan atlet domestik (Indonesia) lolos melalui tahapan kualifikasi turnamen Junior Masters League. Akan ada tujuh pegolf junior terbaik nasional dari tiap-tiap kelas atau kategori, mulai dari A Boys & Girls hingga D Boys & Girls yang berhak mewaki Indonesia di ajang internasional tersebut. Untuk peserta D Boys dan Girls untuk kejuaraan Mepora – PAGI akan kita selaraskan dalam pemenuhan kuota kepesertaannya,” demikian ungkap Presiden PAGI Indra Surya kepada Media GolfJoy Indonesia.
Menyoroti seperti apa respon animo dari para junior Indonesia terkait PAGI JML ini, Indra Surya menjelaskan bahwa, “Peserta di JML #2 ini awalnya kami hanya menargetkan 40 peserta, tapi ternyata animo para junior kita masih tinggi untuk terlibat ikut kualifikasi Menpora – PAGI International Junior Golf Championship 2026, sehingga yang terdaftar sebanyak 52 peserta.”


Selain sukses dalam jumlah partisipan, PAGI JML #2 ini juga menuai sukses dalam pencapaian skor terendah atau lowest score bagi para pemenang, terutama para jawara Best Gross Overall. Dimana atlet nasional putri asal PGI Jawa Tengah Isabella Sophie Sudarmanto, berhasil menuai total skor lima under atau 211 (70-69-74).
Begitu juga di kategori putra, dimana pegolf rising star yang bertanding di kategori B Boys asal PGI Sumatera Utara Fadhlan Azzam Atmajah, sukses mencetak satu under dari total skor 215 (69-75-71).
Sejarah Best lowest score Isabella sebagai juara
Menurut Isabella, bahwasanya penampilan dirinya di PAGI JLM #2 sangat solid. Ia senang dengan mental game yang dipertunjukkannya. Bermain tenang dan percaya diri, tak ayal, membuat dirinya mencetak skor under untuk pertama kalinya dalam perjalanan karirnya sebagai juara di level pegolf junior.




“Permainan aku di ronde pertama dan kedua di hari Selasa dimana mendapatkan dua under dan lima under sehingga total tujuh under itu buat saya adalah pencapaian personal best sepanjang sejarah kemenangan yang pernah saya raih. Saya sangat happy atas pencapaian itu. Tapi jujur dimana ada dua hole dimana saya melakukan tiga kali putt. Jadi aku merasa seharusnya bisa lebih bagus dari itu. Tapi secara keseluruhan saya happy karena di dua round itu saya bisa mencetak skor under. Jika ada kawan bertanding menciptakan skor under, I think having someone also played under di round pertama, tentunya made me played better. Di dua round itu, permainanku bagus, bukan di putter, tapi approach ku lumayan dekat, selalu jaraknya dibawah 3 meter terus di green area, yang mana otomatis bisa mencetak birdie. Tapi di final round ini, aku mainnya tidak sebagus kemari. Aku main over dua, puttingnya nggak bagus di hari ini. Ada beberapa putt yang seharusnya menurut saya masuk, tapi lip-out. Saya juga merasa hari ini green-nya lebih pelan, lebih seret, dan ada banyak pasir di dalam green, sehingga kurang halus permukaan green-nya. Approach ku memang on, tapi jaraknya lebih dari tiga meter dari pin. Sehingga hasilnya kebanyakan par. Alhasil, di front nine aku masih bisa mencetak satu under, tapi di back nine, ada sekitar empat kali bogie sehingga skor di final round ini 74 atau dua over,” demikian Isabella mengulas penampilannya di di PAGI JML #2 kepada Media GolfJoy Indonesia seuasi scoring report.
Feel on green Fadhlan kurang bagus
Seperti halnya dengan Isabella, Fadhlan Azzam Atmajah, juga merasa senang dan bangga bisa sukses di PAGI JML #2 dengan mencetak skor under dalam tiga round dalam sejarah karirnya berkiprah di level junior. Tidak semua pukulan yang dihasilkannya sempurna. Tapi setiap swing yang dilakoninya punya tujuan. Setiapa ronde yang dilaluinya memiliki pelajaran tersendiri buat dirinya.




“Untuk permainan yang aku jalani selama tiga ronde di PAGI JML ini, sebenarnya dari skor 69, lalu ke 75, dan berakhir di 71, itu lumayan roller coaster bagi saya. Saya merasa permainan saya masih kurang solid, karena biasanya bermain dari hitam, tapi sekarang bermain dari putih sebagai peserta kategori B Boys. Dan di turnamen kali ini, saya kebetulan dipandu oleh caddy senior Gading Raya, yang mana juga mantan caddy dari pelatih saya Coach Benny dimasa dia kecil dulu, Namanya Bang Ulil. Nah bang Ulil ini selama tiga round kita saling berdiskusi tentang jarak, naik turun surface di green bagaimana dan seperti apa. Dan paling utama, saya minta advice dari Bang Ulil untuk tukar pikiran berdua di green area. Dan selama tiga round untuk long game saya bagus, karena hari pertama fir (fairway in regulation) 17/18. Di round kedua fir aku 14/18, dan hari ini fir 16/18. Sehingga permaina long game saya terbilang solid. Sementara di short game, feeling putting saya kali ini lagi nggak dapet aja. Break reading kurang tajam, stroke-nya kurang bagus, jadi short game saya yang kurang improve di turnamen ini,” demikian game review yang diutarakan Fadhlan kepada Media GolfJoy Indonesia seusai scoring report.
Atas kesuksesan Isabella dan Fadhlan pada JML #2, keduanya pun berhak mewakili Indonesia mengikuti kejuaraan internasional 23Rd Sarawak Premier Cup 2026 (Sarawak International Junior Open Golf Championship) di negara bagian Serawak, Malaysia yang akan dihelat pada 14 hingga 16 Juli 2026. Selain Isabella dan Fadhlan, ada dua perwakilan Indonesia lainnya yaitu Reicher Santoso dan Arcelia Rocha Santoso, yang mana keduanya adalah pemenang pada PAGI JML #1 di Senayan Golf Club pada April lalu akan ikut berpartisipasi di kejuaraan tersebut.

Akhirnya, atas nama pihak panitia kejuaraan PAGI Junior Master League seri kedua kali ini, Indah Natha, yang juga menjabat Sekretaris PAGI, memberikan apresiasi dan selamat atas seluruh peserta yang berhasil tampil optimal dan menjuarai turnamen ini.
“Sebagai penyelenggara turnamen PAGI JML kedua ini, kami seluruh panitia ingin mengucapkan berterima kasih atas animonya junior golfer Indonesia terhadap event kualifikasi Menpora – PAGI ini, serta dukungan dari para orang tua junior yang sudah berkorban moril dan materi untuk tumbuh kembang putra dan putrinya menjadi pegolf junior Indonesia. Mohon dibukakan pintu maaf jika ada kekurangan kami atas penyelenggaraan PAGI Junior Master League kali ini,” begitu ucap Ketua Panitia PAGI Junior Master League Indah Natha.
Diapresiasi Ketua PGI Kota Depok H. Hamzah
Sementara itu, dikesempatan terpisah, Ketua PGI Kota Depok periode 2026 – 2030 H. Hamzah, juga memberikan apresiasi atas kesuksesan penyelenggaraan PAGI Junior Master League sebanyak dua seri dalam rangka penjaringan peserta untuk kejuaraan Menpora – PAGI International Junior Golf Championship 2026.


“Saya selaku Ketua PGI Kota Depok memberikan apresiasi tinggi kepada Akademi Golf PAGI yang sudah mendukung program pembinaan atlet-atlet junior sedari dini, dan juga atas terselenggaranya PAGI Junior Master League. Hal ini tentunya selaras dengan visi dan misi PGI Kota Depok mengembalikan reputasi Depok sebagai lumbung atlet, sekaligus memastikan sukses prestasi dan penyelenggaraan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat (Jabar) ke-XV tahun ini. Selamat untuk PAGI dan selamat bagi para pemenang Junior Master League seri kedua di Gading Raya,” demikian ungkap Ketua PGI Kota Depok H. Hamzah kepada Media GolfJoy Indonesia melalui gawai WhatsApp.
Tentang Akademi Golf PAGI
Akademi Golf PAGI (Perkumpulan Akademi Golf Indonesia) resmi berdiri pada tahun 2016. Akademi ini bermarkas di Emeralda Golf Club di Tapos, Kota Depok, Jawa Barat.
PAGI memiliki visi sebagai akademi golf dan anggota PB PGI yang bertujuan untuk membina para pegolf junior Indonesia mulai dari nol, atau pemula yang ingin menekuni olahraga golf. Dan muaranya agar golf Indonesia bisa lebih baik lagi, serta bisa mengharumkan Indonesia di kancah internasional.




Menurut ??? Indah Kami benar-benar membina atlet dari nol yang sama sekali belum pernah bermain golf untuk diberikan pelajaran bermain golf beserta etika dan rule yang ada di olahraga golf ini. Sudah banyak sekali alumni akademi PAGI yang telah berprestasi menjadi juara domestic dan internasional, hingga menjadi atlet nasional, dan bahkan pegolf pro di saat ini.
Para alumni siswa PAGI diantaranya seperti Kevin Caesar Akbar, Almay Rayhan Yaguta, Alfred Raja Sitohang, Bergas Batara Anargya, Rifani Sitohang, Patricia Sinolungan. Dan pegolf junior yang menjadi alumni siswa PAGI adalah Fadhlan Azzam Atmajah, Alletta Calya Ramadhani Kahfi, dan Albidzar Syehan Rayendra.



Dan coach pro teaching yang menjadi staf pengajar di akademi golf PAGI terdapat tiga orang. Yaitu Coach Indra Hermawan, Coach Arya Kamsuri, dan Coach Bramantio Adi. Kesemuanya telah memiliki pengalaman berkiprah sebagai atlet amatir nasional hingga pegolf professional yang telah banyak menuai prestasi juara nasional dan internasional.
Kepada para junior yang berangkat dari nol atau belum bisa bermain golf, ayo datang bergabung dan belajar bersama PAGI. Selain harga kami lebih terjangkau, kami juga ingin menciptakan atlet-atlet junior nasional yang berprestasi. Karena visi utama PAGI adalah untuk memberikan akses para junior untuk bisa dan menyukai olahraga golf. Dan Presiden PAGI, Pak Indra Surya, ingin mematahkan paradoks bahwa olahraga golf itu mahal menjadi olahraga golf itu terjangkau bagi siapa saja.



Sementara itu, informasi terkait biaya pendaftaran masuk akademi golf PAGI, pihak administrasi PAGI mengenakan biaya sebesar 5,5 juta rupiah untuk kategori usia 5 hingga 16 tahun, termasuk iuran bulan pertama. Dan iuran bulanan dikenakan sebesar 2,5 juta rupiah.

Pihak akademi golf PAGI juga memberikan harga khusus bagi para siswanya untuk turun bermain 18 hole di lapangan Emeralda Golf Club. Rate green fee seharga 400 ribu rupiah untuk di weekday. Dan jika bermain di Minggu siang dikenakan green fee 508 ribu rupiah.
PAGI Junior Master League #2
Boy & Girl Overall Champion
Fadhlan Azzam Atmajah Total skor: 215 (-1) {69-75-71}
Isabella Sudarmanto Total skor: 211 (-5) {70-67-74}

A Boys Winner
- Danny Lin Total skor: 226 (+10) {75-79-72}
- M. Fadhlan Athallah Total skor: 226 (+10) {79-72-75}
- M. Wildan Firdaus Total skor: 228 (+12) {75-72-81}

A Girls Winner
- Mischa Sutojo Total skor: 221 (+5) {69-77-75}
- Rifina Debora Setiawan Total skor: 230 {78-75-77}
- Anna GraceSunarno Total skor: 233 {76-78-79}

B Boys Winner
- Benaya Karan Total skor: 228 (+12) {80-76-72}
- Taeho Kim Total skor: 228 (+12) {73-80-75}
- Attallah Hugo Zaccheo Total skor: 239 (23) {83-76-80}

B Girls Winner
- Elevani Nurfasha Total skor: 224 (+8) {73-73-78}
- Amira Adja Khairunnisa Permadi Total skor: 225 (+9) {72-76-77}
- Joanna Tjahjadi Total skor: 245 (+29) {80-80-85}

C Boys Winner
- Reicher Santoso Total skor: 221 (+5) {73-76-72}
- Ryan Kurniawan Total skor: 234 (+18) {77-81-76}
- Albidzar Syehan Rayendra Total skor: 239 (+23) {80-76-83}

C Girls Winner
- Andrea Edgina Karoma Total skor: 231 (+15) {77-75-79}
- Qalesya Azkia Shanum Total skor: 250 (+34) {83-87-80}

D Boys Winner
- Rasendria Tristan Sutanto Total skor: 153 (+9) {77-76}
- Salvo Mugen Prayugo Total skor: 157 (+13) {80-77}
- Muhammad Devian Reyndra Adityawarman Total skor: 157 (+13) {77-80}

D Girls Winner
- Arcelia Rocha Santoso Total skor: 174 (+30) {90-84}
