Juara pertama kategori tim, Boys Best Gross Overall, A Boys & Girls Champion diraih oleh kedua pegolf junior Filipina.
Seperti yang sudah dipesankan oleh Ketua Sub Bidang Pembinaan Junior PB PGI Andri Armansjah, sebelum keberangkatan keempat Tim Indonesia ke event MAHA Junior International Invitational Championship (MAJIIC) 2024 Amverton Cove & Island Resort, Malaysia, 16 – 19 September 2024, bahwa tidak ada target muluk yang dibebankan kepada Ryan Jovan Wijaya, Naufal Abdul Aziz, Ni Putu Alida Brigitte Lie, maupun Isabela Sophie Sudarmanto di kompetisi yang terbilang strong field kali ini.
Andri Armansjah hanya berpesan; “just do your best and enjoy the game”. Namun, sayangnya, pesan tersebut “tidak didengar” oleh mereka, terutama oleh Ryan dan Alida. Justru sebaliknya, Ryan dan Alida mampu berprestasi diantara bintang-bintang junior golfer dari negara-negara seperti Thailand, China Taipe, bahkan tuan rumah Malaysia.
Ya, Ryan dan Alida akhirnya didapuk sebagai juara ketiga atau 2nd runner up dikategori tim setelah mereka menorehkan skor total 305 pada dua round (R1 & R2) sebelum laga final round. Di round pertama, baik Ryan maupun Alida sama-sama mencetak skor 76 (152), dan di round 2, Ryan mencetak skor 75, dan Alida 78 (153), sehingga total skor mereka 305.
Total skor mereka berdua (305) itu sama imbang dengan yang diperoleh dari tim Thailand; Hinate Watane – Natnaree Charnchanayothin. Namun Ryan – Alida menang countback atas wakil Thailand itu.
Dalam permainan individu, di final round, justru Ryan tampil lebih solid dan rapi, sehingga dirinya mampu mencetak skor 75 atau 3 over par dari 3 kali birdie, 3 kali bogey dan selebihnya par. Meski demikian, Ryan berhasil mencapai posisi 1st runner up di kategori A Boys Division dengan total skor 223 atau 7 over par, atau selisih 12 stroke dari pemuncak leaderboard A Boys Division asal Filipina, Perry Jossef Bucay.
“Di hari terakhir kemarin (Kamis 19/9), permainan saya memang lebih rapi dibanding dua hari sebelumnya, walaupun masih ada 3 putt sebanyak 2 kali. Tapi kesalahan-kesalahan di-chipping dan approach shot berhasil saya eliminasi. Secara mental, saya hanya berusaha untuk enjoy dan nothing to lose aja sehingga di back nine kemarin berhasil improve,” begitulah ungkap Ryan Jovan Wijaya kepada Media GolfJoy melalui gawai WhatsApp.
Sementara itu, permainan Ni Putu Alida Brigitte Lie di final round ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi dan game plan yang ingin dijalankannya. Skor Alida 154 (+10) dan berada di posisi ke-6, hanya terpaut tiga stroke dari pegolf junior Bae Eungyun (+7) asal Amerika Serikat dan Aelisa Twil Termsup (+7) dari Thailand di round kedua, akhirnya tidak bisa dikejar Alida.
Alhasil, Alida hanya bisa mendulang skor 82 atau 10 over par dari 3 kali bogey, 4 double bogey dan hanya sekali birdie dan selebihnya par. Total skor Alida selama 3 round236 atau 20 over par sehingga berakhir di posisi ties 6.
“Sebelum final round dimulai, saya benar-benar ingin mendapatkan peringkat yang lebih baik karena saya berbeda 3 strokes dari Bae Eunkyung dan Aelisa Twil Termsup. Pada hari terakhir, saya paired up dengan mereka dan saya memutuskan untuk mengikuti course management saya saja. Di hole 2, par 5, teeshot saya masuk ke dalam air, dan saya merasa frustrasi karena the two girls berada di fairway siap untuk ke green for 2 on. Mereka berdua bermain dengan agresif throughout the holes, dan saya merasa perlu melakukan hal yang sama. Namun itu tidak berjalan baik di beberapa hole karena saya biasanya bermain aman. Tekanan benar-benar tinggi saat itu dan membuatku kacau,” demikian tutur Alida menjalani final round MAJIIC 2024 dengan penuh dramatis.
Alida pun bertekad, “Saya belajar banyak dari pengalaman ini dan saya perlu meningkatkan permainan mental saya dalam situasi tertentu.”
Perjuangan ekstra keras, ternyata juga dilakoni junior golfer Indonesia lainnya yang bermain di B Boys Division asal klub Elite Junior Bandung, Naufal Abdul Aziz Lesmana. Ia sukses menunaikan kompetisinya dengan perolehan total skor 239 (80-79-80) atau 23 over par. Dan berakhir di posisi ties 21 di klasemen B Boys Division.
Selama tiga round yang dilaluinya, Aziz, begitu ia kerap disapa, menilai dirinya menemui kesulitan dalam memainkan short game, khususnya di area green dalam menuntaskan permainan putting.
“Over all sih kesulitannya kalo aku di putting. Karena di sini (Amverton Cove) greennya cukup licin dan breaknya ga terlalu ke baca. Kemudian juga Gir (Green on regulation)-nya, dimana Gir aku sih cukup bagus, tapi kayak susah gitu mau nempel tuh gara-gara green-nya lumayan keras jadi aku kadan-kadang dapet putting-nya yang lumayan jauh, sehingga change birdie-nya kurang banyak juga. Tapi aku ada beberapa sih birdie putt jarak jauh ada yang masuk,” begitu ungkap Aziz melalui gawai WhatsApp setibanya di Bandara Internasuional Soekarno-Hatta dari Malaysia Jum’at (20/9) siang.
Dari pengalaman perdana Aziz berkompetisi di turnamen internasional yang strong field, ia pun menuturkan bahwa; “mental aku jadi lebih kuat, belajar ngobrol sama temen baru pake bahasa Inggris, dan disana juga aku belajar bahwa beda 1 stroke bisa berpengaruh banyak dengan my rank position.”
Seperti halnya dengan ketiga junior golfer Indonesia lainnya tersebut diatas, bagi Isabela Sophie Sudarmanto, perwakilan pemenang di Central Java Junior Championship Royale Semarang, keiikut-sertaannya di MAJIIC 2024 di Amverton CIR, Malaysia, tentunya menjadi pengalaman berharga dalam perkembangan karirnya sebagai atlet golf junior Indonesia.
“Saya ucapkan kerima kasih Om Andri untuk opportunity dan Om Surya sebagai team manager. Saya belajar banyak di turnamen ini, dan next event akan main lebih bagus lagi,” ucap Isabela Sophie Sudarmanto di WAG MAJIIC 2024 Indonesia,” ucap Isabela Sophie Sudarmanto yang di klasemen B Girls Division berada di posisi ke-11 dengan total skor 246 (79-80-87) atau 30 over par.
Filipina raih empat kemenangan
Dan akhirnya, Josef Perry Bucay (A Boy Division) dan Anya Cedo (A Girls Division), dimana keduanya berasal dari Filipina menjadi pemang individu divisi A Boys dan Girls, sekaligus juara pertama dikategori tim pada kejuaraan MAJIIC 2024 Selangor Malaysia.
Bucay dan Cedo yang dikirim oleh Junior Golf Foundation of the Philippines (JGFP) ini juga membawa pulang total empat gelar, termasuk kejuaraan umum (Boys Best Gross Overall) untuk Bucay.
“Hari ini di final round adalah kemenangan yang luar biasa. Hari ini green-nya jelas lebih menantang keran keberadaan pin location. Namun begitu tidak terlalu sulit untuk menyelesaikan permainan putting saya,” ucap Josef Perry Bucay dalam sambutannya setelah menerima tropi piala yang diserahkan oleh Menteri Pertanian dan Ketahanan Pangan Malaysia Datuk Seri Haji Mohamad Sabu di MAHA Exhibition Park.
Bucay mendulang total skor 211 (70-68-73) atau 5 under par. Sementara Cedo meraih total skor 218 (71-75-72) atau 2 over par. Dan skor tim keduanya adalah 248 (141-143).
Sedang Saanvi Somu (B Girls Division), junior golfer asal India menjadi yang terbaik di MAJIIC 2024 sebagai pemenang Girls Best Gross dengan raihan total skor 203 (67-68-68) atau 13 under par.
