Ryder Cup sedang dipertimbangkan untuk digelar tanpa penonton akibat COVID-19, demikian menurut CEO PGA of America Seth Waugh.

Berbicara pada hari Minggu dengan WFAN di New York, Waugh mengatakan “sulit membayangkan event tanpa penggemar” dan “para penggemar itu adalah di Piala Ryder, sampai tingkat tertentu”. Ia mengakui organisasinya sedang membahas prospek untuk pertandingan dua tahunan itu, yang akan mengunjungi Wisconsin pada akhir September.

“Kami sudah mulai berbicara tentang apakah kita dapat membuat pengalaman penggemar virtual, dan kami akan mencoba untuk menjadi sekreatif yang kami bisa,” kata Waugh kepada WFAN. “Terus terang, harus ditentukan, apakah kita bisa menggelarnya tanpa pengemar atau tidak.”

Kamis lalu, PGA Tour mengumumkan bahwa empat acara pertama ketika musimnya dimulai kembali pada bulan Juni tidak akan ada penggemar di lapangan. Waugh membuat komentar serupa tentang PGA Championship, dengan mengatakan acara itu bisa diadakan tanpa penggemar atau dapat dipindahkan dari San Francisco ke tempat lain.

Meski begitu, event-event itu, Waugh berpendapat, tidak persis sama jika tanpa kehadiran orang banyak.

“Jelas semua itu lebih baik dengan penggemar,” katanya, “dan saya tidak mengatakan itu tidak mengubah pengalaman, tetapi di Ryder Cup itu sangat penting. Kami akan sangat berhati-hati tentang itu. Ini hal yang sangat unik. “

Ryder Cup sangat penting secara finansial bagi PGA of America dan European Tour, dan menunda acara hingga 2021 dapat memiliki implikasi besar pada kedua institusi. Selain itu, European Tour tetap belum menentukan tanggal kembali, turnamennya dibatalkan dan ditunda hingga Juli. Komisioner Keith Pelley pada Jumat lalu memperingatkan hal-hal bisa sangat berbeda ketika tur kembali.

Ryder Cup 2020 dijadwalkan akan dimulai 25 September di Whistling Straits di Haven, Wis. Eropa menjadi juara bertahan.

Read our digital edition at https://golfjoy.co.id/majalah/