Diikuti 168 peserta, dan pemenang seri ke-2 harus ditentukan lewat babak play-off.
Tidak sama seperti turnamen fun golf kebanyakan, kemunculan Signature Open Series di season 2024 ini, tidak lain untuk mewadahi para newbie golfer yang ingin berkompetisi golf secara baik dan benar, menjungjung etika dan rules of golf, namun tetap dengan chill vibes.
Adalah Persatuan Indonesia Junior Amateur Golf atau PIJAG yang diketuai oleh ayah dari salah satu junior golfer Indonesia Athallah Assyauqie, yaitu Yance Romeo, sang inisiator yang patut diacungi jempol karena berani melakukan terobosan di industri golf Tanah Air untuk bersinergi dengan para komunitas golf pandemic demi wujudkan A Signature Open Series.
Dan kini, pada Kamis, 10 Oktober 2024 di Padang Golf Pangkalan Jati, Cinere, Depok Jawa Barat, Signature Open Series 2 kembali digelar dan menuai sukses dari sisi peserta yang mencapai 168 partisipan dari beragam komunitas golf.
Sebut saja mereka diantaranya seperti Kisruh Golf Club, Suami Suami Takut Bogey, Raja Kadal Golf, 37GA, Newbee Golf, GO, Pemain Golf Asik (PGa), CJB, Family 100 Golf Club, Queens Family Golf Club, Best Golf, dan Notaris Golf Club (NGC).
“Berawal dari sebuah apparel olahraga bernama Signature dan telah memiliki beberapa brand ambassador dari national sport talent, alhamdulillah, Signature tergerak untuk mendukung pembinaan terhadap pegolf junior seperti Athallah Assyauqie dengan menggelar Signature Open Series. Kami juga melakukan sinergi dan ajakan kepada para komunitas golf yang eksis di dunia golf masa kini untuk bermain di turnamen Signature Open Series ini. Ternyata, kita direspon positif di seri pertama waktu digelar di Pondok Cabe Golf Club, dan kali ini di series kedua dengan harga yang sama murahnya juga direspon baik. Dan juga perlu saya sampaikan, bahwa Signature Open Series ketiga di Klub Golf Bogor Raya di bulan November, juga sudah telah terdaftar sebanyak 137 peserta yang membayar early bird green fee sebesar 1,3 juta rupiah,” demikian ungkap Ketua PIJAG Yance Romeo didepan mata kamera GolfJoy TV.
Dan Signature Open Series ini pun dibiasakan kepada para pesertanya untuk menegakkan nilai-nilai etika dan peraturan olahraga golf sebagai mana mestinya meskipun dalam suasana yang fun dan santai atau chill vides.
“Di turnamen ini ada wasitnya, ada aturan mainnya. Jadi kita mengharapkan kepada mereka ada aware, namun juga dapat fun-nya, dapat seriusnya, sehingga harapannya semua peserta bisa happy,” ungkap Joner Sitepu, waasit Asian Tour yang bertugas di Signature Open Series 2.
“Peraturan golf itu adalah untuk lebih memudahkan, bukan untuk menyulitkan. Mereka akan mendapatkan keuntungan-keuntungan yang mana sebelumnya belum pernah mereka ketahui dari peraturan-peraturan golf yang sejatinya bisa mereka jalankan atau praktekkan pada permainan golf, baik di turnamen atau grouping gobar golf yang mereka lakukan, ucap Roqib, wasit Asian Tour menambahkan dari penjelasan rekannya Joner Sitepu.
Dalam rangka menjaring calon-calon atlet golf yang bisa berprestasi dimasa depan dan mewakili Indonesia, saya kira, Signatur Open Series ini sangat bagus sekali untuk melahirkan para pegolf berbakat nasional ini. Dan managemen Padang Golf Pangkalan Jati juga mengucapkan terima kasih dan merasa bangga atas dipercayanya sebagai venue turnamen ini,” demikian ucap Khairudin, Manager Administrasi PG Pangkalan Jati.
Akhirnya, selayaknya sebuah turnamen mid-amateur pada umumnya, juara Best Gross Overall (BGO) Signature Open Series 2 ini harus diputuskan lewat babak play-off setelah dua pegolf dari Kisruh Golf Cluh Muhammad Luthfi Hiban dan Akbar keduanya memperoleh skor yang sama 71 stroke atau 1 under par.
Mereka harus menjalani dua kali play-off di hole #9 par 4 dogleg kiri, dimana di game pertama, keduanya sama mencetak par meski Akbar secara sensasional melakukan pukalan one shot on dari tee box.
Di percobaan play-off kedua yang jaraknya dimajukan dan tersisa sekitar 300 meter, tee shot Akbar bolanya meluncur kebelakang pin dan diposisi rough yang menurun. Sementara Hiban on pada pukulan pertama. Second shot Akbar hanya berhenti di jarak setengah meter yang tidak jauh dengan posisi bola Hiban. Namun, akhirnya Hiban melakukan second shot, dan hasilnya in the hole. Hiban dapat eagle, dan Akbar birdie. Sontak, warga Kisruh GC pun berubah kisruh disekitaran green hole #9 menyambut kemenangan Hiban.
Ya, nama Yance memang bukan orang baru di blantika golf nasional. Melalui PIJAG, beliau terlibat menggelar beberapa turnamen amateur yang ‘bernapaskan’ charity untuk perkembangan dan pembinaan para junior golfer, seperti PIJAG Charity Golf Tournament 2023, serta beberapa turnamen antar caddy dan pekerja lapangan golf berskala nasional seperti Jawa-Bali Caddy Golf Tournament di tahun lalu dan kini.
PIJAG sendiri adalah sebuah klub golf yang mewadahi para atlet junior dan amateur golfer Indonesia. Namun, kini PIJAG lebih menitik beratkan kepada pembinaan junior golfer yang sedang berjalan dan berhome base di Pondok Cabe Golf Club, Tangerang Selatan. PIJAG juga sedang menggalakkan turnamen fun mid-amateur seperti Signature Open Series ini agar para pandemic golfer Indonesia semakin menyenangi olahraga golf itu sendiri.
