FeaturedKomunitas

In Memoriam Andi Lubis

Bang Andi Lubis meninggal karena sakit apa ya, Mas?

Meskipun sudah lebih dari tiga pekan Bang Andi Lubis (69) telah meninggalkan kita, namun pertanyaan seperti itulah yang disampaikan kepada reporter Media GolfJoy oleh beberapa orang komunitas golf yang tersebar di kota-kota besar di seluruh Indonesia.

Dan, seperti kita tahu, Bang Andi — sebagai wasit senior di pergolfan nasional — semasa hidupnya almarhum memang nyaris tak pernah absen mewasiti event berskala nasional, regional maupun internasional yang berlangsung di Indonesia sebagai host.

Salah satunya dia tampil sebagai wasit dalam event Olympic Jabar Amateur Open (OJAO)  2021yang berlangsung di East Course Gunung Geulis & Country Club.

Pada saat itu Ketua Panitia Penyelenggara OJAO 2021 yang berjalan lancar tanpa hambatan sejak Round #1 hingga final Round #3 berada di bawah pimpinan Joyada Siallagan — dari SJS Group — owner Oxyndo, Ironcard dan GolfJoy.

HB DROP KE ANGKA 7

Merujuk dari pertanyaan tersebut di atas, Media GolfJoy menghubungi Erry R Wijaya — juga wasit golf nasional yang tinggal di Bandung.

“Sakitnya Bang Andi karena HB ngedrop ke angka 7, Mas, dan menurut dokter Bang Andi kena serangan jantung juga,” katanya.

Andi Lubis (no 2 dari kiri) wasit SEA Games 2011 di Jagorawi GCC

Ketika Media GolfJoy menyinggung masalah persahabatannya dengan Andi Lubis,  Kang Erry, sapaan akrabnya mengungkapkan bahwa selain sudah dianggap sebagai seorang kawan sekaligus kakak yang luar biasa, almarhum juga dikenal sebagai wasit senior yang handal, dan memiliki pemahaman terhadap Rule of Golf yang menyeluruh karena almarhum selalu belajar.

Kang Erry menegaskan bahwa almarhum tidak pernah berhitung untuk membantu teman, baik materi maupun ilmu pengetahuan. Di samping itu almarhum juga memiliki kepedulian yang tinggi. Teman-temannya selalu disupport untuk maju dan berkembang.

Terlepas dari masalah tersebut, yang jelas almarhum Andi Lubis selalu siap sedia membantu pelaksanaan turnamen-turnamen.

Dan, dalam bertugas sebagai wasit almarhum menerapkan Rule of Golf tanpa kompromi, hitam dan putih — tidak ada abu-abunya dalam menerapkan peraturan golf kepada siapapun.

KATA “TIDAK BISA” TIDAK DALAM KAMUS KEHIDUPANNYA

Dalam kehidupan sehari-harinya — sebagaimana informasi yang disampaikan Kang Erry kepada Media GolfJoy — Andi Lubis adalah pribadi yang periang, optimistis dan dalam kamus hidupnya tidak ada kata “tidak bisa”.

“Bang Andi selalu bilang  bisa, murah hati dan tidak segan untuk berbagi, juga pemaaf .. Yang patut dicontoh  almarhum memilih mengalah dalam perselisihan .. dan masih banyak yang perlu diteladani dari almarhum .. Pendek kata banyak pelajaran dan kebaikan yang tidak bisa saya ungkapkan …”

Hal yang sama juga disampaikan oleh Dian Mariyun yang mengenal almarhum Andi Lubis sejak sekitar 25 tahun yang lalu.

“Betul bahwa Andi Lubis memang dikenal sebagai wasit golf yang tegas dan tidak kenal kompromi,” kata Dian Mariyun.

“Meskipun begitu dia tidak kaku, karena dia selalu mengingatkan para peserta turnamen agar membuka kembali buku panduan milik golf course yang menjadi tuan rumah turnamen di mana almarhum bertugas sebagai wasit,” tambahnya.

Apa yang dikemukakan Dian Mariyun bukan basa-basi tapi berdasarkan fakta dan data yang dapat dipertanggungjawabkan.

Paling tidak Media GolfJoy melihat sendiri secara langsung ke-“tidak-kaku”-nya Andi Lubis saat almarhum menjadi salah satu wasit yang memimpin turnamen pro dalam rangka HUT Jawa Pos yang berlangsung di Baraya Golf Course, Malang – Jawa Timur beberapa waktu lalu.

Kepada para peserta turnamen golf profesional yang akan melanjutkan permainan mereka di salah satu hole yang sangat sulit — karena bola yang akan mereka pukul dari tee box melewati hamparan sawah dan dog leg sebelum bola jatuh di green — almarhum mengingatkan para pemain agar berhati-hati dan sebelum mereka memukul bola mereka diminta untuk membuka kembali buku panduan yang di setiap halamannya ada tertera (lay out) hole by hole — yang ada di Baraya Golf Course.

Sehingga tidaklah keliru apabila Eddy Putra menyebut walaupun pak Andi Lubis besar di Bandung dengan jiwa Batak-nya yang masih terlihat — di mana beliau orangnya tegas dan cukup “galak” dalam menjalankan tugasnya sebagai wasit — namun para pemain tidak “deg-deg”-an saat mereka akan melanjutkan permainan mereka di hole berikut yang berada di bawah pengawasan pak Andi Lubis.

ANGKATAN AWAL

Perlu kita ketahui bahwa pak Andi Lubis — seperti yang disampaikan Eddy Putra kepada Media GolfJoy — adalah hasil didikan wasit Angkatan Awal di mana sumber informasi yang terkait dengan Peraturan Golf masih sangat minim.

Dan, pendidikan Peraturan Golf dengan segala aspeknya pada saat itu hanya bersumber dari PGI dan rekan-rekan yang mendalami Peraturan.

“Tanggung jawab pak Andi cukup besar, mulai dari mendidik Caddie, Pengelola Lapangan, pemain golf serta atlet-atlet golf, semuanya merujuk kepada rekan-rekan pak Andi,” papar Eddy Putra.

“Pak Andi adalah satu dari angkatan tersebut, dan beliau turut mendampingi pak Ray Hindarto dan Ibu Jane Supriadi dalam menjalankan tugas berat tersebut,” tambah Eddy Putra.

Wasit asal Bali yang sering memimpin turnamen berskala nasional, regional dan internasional tersebut mengaku kalau pihaknya mendapat banyak kesempatan bekerjasama dengan pak Andi Lubis semasa hidupnya, sehingga Eddy Putra merasa kehilangan sosok yang tegas di lapangan namun ceria di luar lapangan.

“Dinamika yang membuat suasana kerja sangat menarik dan merindukan,” tambah Eddy Putra, mengakhiri perbincangannya bersama Media GolfJoy.

Di akhir perbincangan ketiga nara sumber mengucapkan:

“Selamat Jalan Bachtiar Andi Lubis”.

Penulis Toto Prawoto

Foto Dokumentasi

Related posts

Kerja Sama Phil Mickelson & Callaway Stop Sementara

Hasim

GolfJoy–BRIZZI BMW Tunas Trophy: Ujang Rebut Gelar BGO, Zulhaimi BNO

Toto Prawoto

Untung Besar Main di Pro-Am 75th Jawa Pos Platinum Golf Tournament

Syam

Leave a Comment

sixteen − four =