Suara gemuruh penonton menggema di sekitar green ke-18 ketika Woods selesai dengan 2 under par 70 untuk menang di under 13, satu pukulan unggul dari sesama pemain Amerika Dustin Johnson, Xander Schauffele dan Brooks Koepka. Ini merupakan gelar ke-5 setelah 14 tahun sejak kemenangan terakhirnya di Augusta National, dan kemenangan mayornya yang ke-15.

Woods, yang sering dianggap kariernya hampir selesai ketika dia menghadapi masalah dalam beberapa tahun terakhir, meninju udara dengan gembira, senyum lebar di wajahnya, sebelum merayakan kemenangan dengan anak-anaknya di belakang green.



(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

“Aku agak serak karena berteriak,” kata pria 43 tahun itu. “Saya hanya mencoba untuk berjalan sepanjang hari lalu tiba-tiba saya yang memimpin. Datang ke hole 18, saya hanya berusaha membuat lima. Ketika saya memukul putt masuk, saya tidak tahu apa yang saya lakukan, saya langsung berteriak.”

Tiger merasa sangat bahagia kemenangannya ini disaksikan langsung anak-anaknya. “Memiliki anak-anak saya di sana merupakan kebahagiaan sempurna. Ayah saya ada di sini pada tahun 1997 dan sekarang saya menjadi ayah dengan dua anak di sana.”

Kemenangan ini memberikan kebangkitan yang luar biasa bagi Woods, yang absen pada Masters 2016 dan 2017 dengan masalah punggung sebelum akhirnya menjalani operasi tulang punggung bawah pada April tahun itu.

Tahun 2018 yang hebat menyusul di mana ia menantang di The Open sebelum finis T-6 dengan Koepka sebagai juara di PGA Championship AS.

Dia kemudian mengakhiri musim dengan memenangkan Tour Championship untuk gelar PGA Tour ke-80 dan kemenangan ini menempatkannya di belakang rekor 82 yang dipegang oleh Sam Snead.

Pemimpin skor putaran sebelumnya Francesco Molinari tenggelam dengan dua bogeys ganda di sembilan hole terakhir dan dia harus puas dengan T-5 di 11-under.