FeaturedKomunitasTour News

Webinar GolfJoy-Ironcard Bahas Implikasi Perubahan Peraturan Status Amatir 2022

USGA dan R&A telah menerbitkan Peraturan Status Amatir Golf yang baru sebelum diberlakukan efektif pada 1 Januari 2022. Ini merupakan langkah terbaru oleh badan pengatur tersebut untuk membuat Peraturan lebih mudah dipahami dan menjadi bagian dari proses modernisasi Peraturan Golf. Ada perubahan signifikan dari peraturan itu, seperti pembedaan antara kompetisi “tanpa handicap” dan “dengan handicap” dalam hal hadiah yang dapat diterima, serta amatir boleh menerima pembiayaan dari mana pun, baik itu lewat iklan atau promosi.

GolfJoy bersama Ironcard kembali mengadakan webinar untuk membahas isu tersebut pada Selasa, 30 November.

Berikut kutipan pendapat para narasumber.

Joyada Siallagan, CEO Ironcard

GolfJoy dan Ironcard berkomitmen untuk melakukan terobosan-terobosan untuk pemberdayaan golf Indonesia lebih baik sekaligus menggerakkan industri golf Indonesa. Manajemen Ironcard dan GolfJoy selalu bersinergi dan berkolaborasi tanpa batas untuk perbaikan-perbaikan golf Indonesia. Baru-baru ini kami selama 1 minggu berada di Bali untuk berkolaborasi dengan PGI Bali dan komunitas golf serta stakeholder di sana bagaimana menggerakkan golf di masa pandemi ini bersama asosiasi pemilik hotel  dan Bank BNI di Bali. Kami berterimakasih kepada para narasumber di webinar ini semoga bisa memberikan pencerahan kepada semua komunitas dan stakeholder golf Indonesia.

Eddy Putra, Ketua Sub Badan Peraturan PBPGI

Dulu ada istilah ”open golf”, suatu tinjauan apakah status keamatiran ini perlu dipertahankan atau dihilangkan keseluruhannya. Namun kita tidak bisa menafikan program keamatiran yang sudah berjalan secara luas sehingga tidak bisa program keamatiran itu dihapuskan begitu saja. Jadi status amatir ini harus tetap dijaga.

Dalam keamatiran ini ada dua kelompok besar, yakni amatir yang bermain untuk fun of the game atau rekreasional dan elite amateur atau pemain amatir yang bertransisi menjadi profesional. Kelompok yang kedua ini yang berisiko terkena sanksi status amatir atas peraturan yang lama. Dalam konsep  keseluruhan inilah muncul perubahan Peraturan Status Amatir.

Perubahan ini mencakup limit hadiah yang tadinya US$750 menjadi US$1000. Hadiah uang ini hanya berlaku untuk kompetisi “tanpa handicap”.

Dalam kompetisi “tanpa handicap” atau kompetisi amatir high level seperti elite amateur pegolf amatir diperbolehkan menerima hadiah uang (tunai maupun bentuk lain atau digital) hingga batasan limit. Dalam kompetisi “dengan handicap” di mana pemenangnya dibagi dalam kategori handicap tertentu pegolf amatir hanya boleh menerima hadiah selain uang hingga batasan limit.

Pegolf amatir dalam kompetisi “dengan handicap” tidak boleh menerima uang dan ekuivalennya kecuali natura, misalnya barang, hingga limit yang ditentukan.

Pegolf amatir kehilangan status amatir saat ia menerima hadiah uang sesuai Peraturan ini.

Pegolf amatir boleh menerima pembiayaan dari mana pun, baik itu lewat iklan atau promosi. Peraturan ini tidak lagi melarang pegolf amatir menerima benefit dari penggunaan nama, gambar dan rupa pemain, termasuk menerima kompensasi biaya. Peraturan tidak lagi melarang bagaimana pegolf amatir membiayai pengeluarannya, termasuk bantuan yang diberikan sebagai imbalan atas kegiatan promosi atau iklan.

Ketentuan ini hanya berlaku untuk kompetisi yang dimainkan dari area tee ke lubang (termasuk kompetisi simulator). Tidak berlaku untuk kompetisi lain (keahlian) yang tidak dimainkan sebagai bagian dari kompetisi tee-ke-lubang.

Untuk kategori instruksi atau pemberian pelatihan, secara garis besar tetap sama, namun pegolf amatir diperbolehkan menerima kompensasi dalam memberikan instruksi dalam bentuk digital (seperti sosmed), selama instruksi dilakukan “satu arah”. Artinya selama tidak terjadi komunikasi dua arah sebagaimana dalam pelatihan tradisional.

Peraturan tidak lagi menggunakan terminologi “pegolf profesional”. Peraturan hanya melarang pegolf amatir melakukan tindakan profesional sebagai berikut: bermain dalam kompetisi golf sebagai seorang profesional, bekerja (termasuk mandiri) sebagai profesional di klub golf atau driving range, dan menjadi anggota asosiasi pegolf profesional.

Uke Hendarman, Anggota Dewan Presidium PGA Indonesia

Dengan adanya perubahan peraturan status amatir kami dari profesional menilai ada plus minusnya. Kalau saya bilang mungkin acuannya ke Amerika, dengan apa yang mereka miliki di sana jelas jauh berbeda antara amatir dan profesional. Kalau profesional di sana juaranya saja hadiahnya jutaan dollar per sekali turnamen, jauh dibanding dengan Indonesia. 

Kalau dilihat dari sisi minusnya dulu, saya rasa mungkin kalau dengan batasan yang ditentukan oleh R&A dan USGA jelas akan merugikan para profesional. Karena, mungkin saja amatir jadi malas ke profesional. Saingannya nggak banyak, jadi mereka tetap di amatir.

Kemudian kalau kita lihat dari kacamata lain, di mana banyak sekali amatir ini yang memang punya kualitas permainan bagus tapi kurang punya modal. Sementara sponsor di Indonesia susah, kebanyakan jadi juara dulu baru dapat sponsor.  Untuk menunjukan prestasinya kan butuh modal. Nah, mungkin ini salah satu solusi, terutama para amatir yang kekurangan modal ini untuk bisa berprestasi dan melangkah kedepan sehingga mereka selanjutnya bisa masuk ke level profesional. 

Dalam hal ini mungkin PBPGI yang punya kewenangan untuk menentukan besaran angka yang dibolehkan untuk para amatir ini.

Peraturan mengenai hadiah uang ini hanya berlaku untuk turnamen elite amateur jadi tidak semua turnamen-turnamen amatir dibolehkan untuk memberikan hadiah dalam bentuk uang. Kami dari profesional tidak khawatir. Justru yang kami khawatirkan adalah sekarang malah marak sekali amatir-amatir yang turut mengajar. 

Mirisnya adalah sementara pegolf profesional ini yang notabene sumber penghidupannya adalah di dunia tersebut malah nggak mendapat apa-apa. Apalagi sekarang karena nggak ada turnamen mereka jadi mengajar dan bersaing juga dengan para teaching pro dan juga para amatir yang mengajar. Jadi ibaratnya ya makin sempit lagi game mereka sekarang.

Nah untungnya sekarang banyak sekali orang yang mau belajar gof. Kebanyakan juga mereka baru  tahu golf dan nggak tahu apa-apa tentang golf. Buat dia, siapapun yang dia kenal bisa mengajar. Ya kalau perlu bayar dibayarkan gitu. Jadi dilemanya jadi profesional di Indonesia seperti itu, jadi kalau dikatakan tidak ada event kita akui tidak ada event. Tapi kenapa tidak ada event karena kalau dari kacamata kami sebagai Profesional para sponsor ini lebih memilih untuk mensponsori turnamen-turnamen amatir. Karena para pemain amatir ini notabene-nya adalah potensial kliennya mereka para sponsor ini. Jadi mereka mau menderek marketing ke calon customer-nya mereka. Nah kita para professional jadi dianggap angin lalu aja sama mereka.

Sebagai seorang golfer itu sudah jelas  ditentukan antara start amatir dan profesional secara status. Umumnya hampir semua negara yang ada PGA-nya itu pasti merekomendasikan para amatir atau yang sudah memikirkan dirinya sebagai profesional itu untuk bergabung di Organisasi Professional Golf Association di negaranya masing-masing.

Jerry Rambasco, pegolf amatir

Saya sebenarnya masuk kategori pemain amatir rekreasional. Kalau untuk masuk pro, jangan setengah-setengah. Harus diputuskan sejak usia muda. Sementara ini saya sudah berusia 51 tahun. Saya merasa tak perlu menjadi pro. Pro itu merupakan jalur prestasi, berprestasi tidak hanya di Indonesia, tapi juga Asia bahkan dunia. Menurut saya, pemain amatir itu mereka yang bermain golf rekreasional. Saya menyambut baik perubahan peraturan status amatir ini sehingga saya bisa menjual diri dengan brand.

Saya percaya atlet-atlet kita mampu berprestasi di tingkat regional maupun internasional. Mungkin dari segi mentalitas yang perlu disempurnakan. Para pemain kita bagus di putaran-putaran awal, tapi menurun di akhir. Perlu dibuat keseragaman dalam modul pelatihan agar hasilnya efektif, sehingga para pegolf kita bisa bermain lebih baik.

DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!


GolfJoy Cover

Related posts

Riverside Golf Club Semarakkan Hari Kartini dengan Pesona Kartini Golf Tournament 2026

Hasim

Bryson DeChambeau Terobsesi dengan Kecepatan hingga Hampir Pingsan

Hasim

Rory McIlroy Bongkar ‘Ekonomi Palsu’ LIV Golf Senilai $5 Miliar 

Hasim

Leave a Comment

eleven + two =