Tak dinyana, justru Si Anak Bontot dari trah Haji Anam Koteng – Hajjah Nurlaela inilah telah lahir sang juara sirkuit pro nasional ITGPS.
Bukan coach Alga Topan, bukan coach Denis Fella, dan bukan pula coach Fahmi Reza, yang menjadi simbol kejayaan, sekaligus kebanggan bagi salah-satu legenda golf Tanah Air asal Sawangan, Depok, Jawa Barat, yakni Haji Anam Koteng.
Namun, justru, Moch. Seandy Alfaraby lah, yang pada Kamis, 31 Agustus 2023, ia sukses merengkuh gelar pro perdananya, yakni juara di PGA Tour of Indonesia (PGATI) Indonesia Tourism Golf Pro Series (ITGPS) 2023 seri ke-12 di golf course berusia 152 tahun, Jakarta Golf Club Rawamangun, Jakarta Timur.
Kini, Abi, sapaan akrab Moch. Seandy Alfaraby, sontak menjadi kebanggaan bagi keluarga besar Haji Anam Koteng - Hajjah Nurlaela. Sebab Ibni Anam Koteng yang bungsu inilah “pemecah telur” prestasi di kancah pro golf nasional yang mewakili ketiga abangnya, Alga, Denis dan Fahmi.
“Pertama-tama, puji syukur atas nikmat Allah yang diberikan kesempatan dan kesehatan kepada saya sehingga saya dapat melaksanakan tiga hari pertandingan ini dengan lancar dan sehat. Kedua, saya berterima kasih kepada kedua orang tua, ayah dan ibu saya dan juga kakak-kakak saya Alga, Denis, dan Fahmi yang selalu memberikan support kepada saya. Terima kasih juga saya ucapkan kepada PGATI yang telah menyelenggarakan ITGPS ke-12 ini dengan lancar tanpa hambatan apa pun. Serta caddy saya yang telah membantu saya dengan susah payah.serta pihak sponsor turnamen ini yang mendukung hingga seri ke-12 di JGC ini,” begitulah ungkapan pria kelahiran Bogor, 31 Desember 1996 setelah menerima piala PGATI ITGPS yang diberikan oleh Ketua Dewan Penasehat PB PGI Komjen Pol (Purn) Boy Rafli Amar didepan para awak media, peserta dan caddy JGC Rawamangun di Kamis siang (31/9).
Ya, boleh dibilang, alumni mahasiswa Universitas Indonesia (UI) Departemen Geografi, Fakultas MIPA Angkatan 2015 ini, selama tiga hari turnamen PGATI ITGPS ke-12 yang lalu bermain cukup rapih. Meskipun terlihat santai, namun Abi tetap berhati-hati, meski lapangan JGC diakuinya tidak begitu jauh jaraknya. Namun demikian, ia tetap perlu berhati-hati dan sabar sehingga tidak membuat banyak kesalahan. Alhasil, skor yang berhasil ditoreh Abi di PGATI ITGPS #12 adalah 210 (70-71-69) atau 3-under.
Si “pemecah telur” keluarga Anam Koteng
“Selamat untuk adik saya, Abi, akhirnya bisa juga menjuarai turnamen PGATI ITGPS seri ke-12 di JGC Rawamangun hari ini. Dia anak terakhir dari empat anak lelaki Pak Haji Anam Koteng yang akhirnya mampu “pecah telur,” begitulah kata Denis Fella, kakak kedua Moch. Seandy Alfaraby.
Kebanggaan terhadap Abi juga menyelubungi Fahmi Reza, kakak ketiga Abi.
“Selamat buat Abi. Sebagai kakak-kakaknya kami sangat bangga. Dan tentu saja, kedua orang tua kami juga pastinya sangat bangga. Terutama untuk ayah. Sebab, kami bertiga (kakak-kakaknya Abi) sejak junior sudah pernah mengenyam juara di tingkat junior dan amateur. Namun di level professional justru kami belum pernah merasakan manisnya juara,” ujar Fahmi Reza yang diungkapkan usai menyaksikan winning putting Abi di hole 18.
Pegolf yang nggak ada takutnya
Sebagai debutan di kancah sirkuit pro nasional, Abi bisa dibilang adalah rising star-nya PGATI ITGPS. Sebab dirinya baru saja turned pro pada 2023 ini dan bermain perdana di PGATI ITGPS #3 di Pondok Cabe Golf Club pada Mei 2023 lalu.
“Saya melihat permainan Abi cukup konsisten. Dibandingkan ketiga saudara kandungnya, Abi ini pegolf yang paling tenang, dan cuek. Jadi bisa dibilang, inilah waktunya bagi Abi. Andai kami tidak menonton atau ditonton permainannya Abi pun, kami sudah cukup yakin lah. Kan ada sebagian pegolf yang butuh ditemanin agar lebih tenang dan pede permainannya. Jadi, Abi ini biar dilepas sendirian, dia sudah bisa struggle dengan sendirinya,” ungkap Fahmi Reza lagi, kakak kandung nomer tiga Moch. Seandy Alfaraby mengulas kedewasaan dan kemampuan dari permainan Abi.
Senada dengan Fami, Denis Fella, juga menyoroti bagaimana karakter permainan Abi di lapangan.
“Sejak kecil, Abi memang sudah terlihat bertalenta. Artinya dia sangat pede (percaya diri) dengan pukulan swing dia. Hal itu, yang mungkin, membuat dirinya bisa juara di level pro di turnamen PGATI ITGPS ini. Itu bisa dilihat di hole terakhir kalau dia nggak ada takutnya. Dia sikat pake driver, tapi bukan karena dia nothing to lose, tapi dia confident dengan pukulannya. Sebagai pegolf dengan postur tubuh yang terbilang kecil, namun dengan swing dia yang cukup bagus, maka hal itu tidak menghalangi dia guna menghasilkan power yang besar sehingga dirinya bisa bersaing dengan pegolf pro yang memiliki postur tubuh yang lebih besar dari dirinya. Distance yang dihasilkan Aby bisa sama jauhnya dengan pegolf lainnya,” demikian ungkap Denis menilai kemampuan permainan adik bontotnya itu.
Sebagai catatan bagi ketiga Ibni Anam Koteng di seri PGATI ITGPS 2023, Abi, Denis dan Fahmi baru tujuh kali berpartisipasi. Meski demikian, ketiganya selalu lolos cut-off alias melaju ke final round. Ketuju seri PGATI ITGPS 2023 yang diikutinya antara lain seri ke-3, 4, 7, 8, 9, 11, dan 12.
Bersinar sejak junior-amateur
Seperti diutarakan kedua kakak Abi sebelumnya, talenta yang dimiliki Abi sudah bersinar disaat masa-masa junior dan amateur. Beragam prestasi telah ia rasakan.
Antara lain menjadi skuad Timnas Indonesia di Putra Cup pada tahun 2014, 2015, dan 2018. Peraih medali emas individu dalam Pekan Olahraga Daerah (Porda) Provinsi Banten pada 2018 dan 2022. Juara Seleksi Nasional (Seleknas) PON Jabar 2016 di Damai Indah Golf BSD. Dua kali menjadi runner up di kejuaraan Elite Amateur 2015 dan Olympic Jabar Open (OJAO) 2017.
Juga moncer di akademik
Di bidang akademik, bahwa Aby memang bisa dibilang prestasinya lebih baik atau encer otaknya dibanding ketiga kakaknya. Sejak SD hingga kuliah, Abi selalu bersekolah di sekolah negeri. Dan sebagai mahasiswa UI dirinya keterima lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).
Namun begitu, bukan Ibni Anam Koteng namanya jika tidak memperhatikan soal akademik walau ketiga anaknya telah berkibar di dunia golf Tanah Air.
Sebagai informasi saja, jika pelatih Tim Nasional Golf Indonesia yang dikepalai Alga Topan merupakan sarjana S1 di Universitas Tarumanegara dan doctoral S2 di Universitas Indonesia. Sedangkan Danis Fella adalah sarjana S1 di Universitas Trisakti, dan Fahmi Reza adalah sarjana S1 di Universitas Bina Nusantara. Dan tentu saja, Moch. Seandy Alfaraby adalah sarjana S1 MIPA Universitas Indonesia lulusan 2015.
Kiprah Moch. Seandy Alfaraby di PGATI ITGPS 2023
1. ITGPS #3 Pondok Cabe GC Pos: T-22 (77-78-70)
2. ITGPS #4 Damai Indah Golf BSD Pos: T-4 (73-71-70)
3. ITGPS #7 Modern GCC Pos: T-23 (76-71-73)
4. ITGPS #8 Jatinangor Pos: T-21 (72-70-79)
5. ITGPS #9 Damai Indah Golf PIK Pos: T-6 (72-73-65)
6. ITGPS #11 Riverside GC Pos: T-5 (69-76-71)
7. ITGPS #12 JGC Rawamangun Pos: Juara (70-71-69)
(Tulisan dan foto oleh Syam Al Aminy)
—Hubungi golfjoy@yahoo.com untuk peliputan GolfJoy di event Anda.
DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!

