Langit gelap berawan ketika tim World Amateur Golfers Championship (WAGC) Indonesia bermain practice round kedua di Kuala Lumpur Golf & Country Club, klub yang dicap bersih, terawat dan rapi bagi para golfer pada Senin (14/11).
Banteng Eko Purnomo atau akrab dipanggil “Daddy” main bagus dengan skor 78, selalu 2 on.
“Kuncinya bukan di jauhnya pukulan, itulah yang sering jadi kesalahpahaman golfer kebanyakan, tetapi penempatan bola yang strategis bahkan kalau perlu ditempatkan di bunker bila lebih mudah untuk melakukan yang dinamakan “to hole” dalam istilah golf bahasa inggris yang artinya membidik langsung ke lubang, walau bola masih relatif jauh, dan penempatan itu supaya pukulan selanjutnya bisa terencana dengan baik,” kata Banteng yang bertaning di Flight E.
Skor maksimum bagi tiap hole-nya adalah par +4. Jika player berhenti di tengah permainan, akan ditulis skor maksimum di masing-masing hole yang tersisa, begitu juga dengan diskualifikasi
Kapten tim WAGC Indonesia Baromeus Gosal saat ditanya strategi championship menanggapi opini I Nyoman “Alit” Jiwandana yang katanya bermain tanpa caddy itu seni hanya untuk handicap rendah, tetapi hal yang berat untuk golfer lebih tua. Hanya di Kota Permai tidak disediakan caddy
“Rules dari referee championship: boleh menggunakan teropong yang menunjukkan jauh jarak tetapi tidak boleh digunakan bila ada informasi tinggi rendahnya lapangan dan informasi rekomendasi club atas jarak tersebut,” kata Gosal.
Salah seorang anggota tim WAGC Indonesia Doddy Sutanto menanyakan apakah boleh practice round lagi selama seminggu, karena ternyata setelah diberi 2 hari latihan, ia malah pesimistis, ternyata banyak latihan itu bisa membangun atau menurunkan mental player. Beda halnya “Daddy” Banteng Eko Purnama yang sedang good mood karena menemukan strategi padat “to hole”.
Ronde pertama WAGC World Final dimulai hari ini (15/11) di Kuala Lumpur Golf & Country Club.
Country Director WAGC Indonesia Joyada Siallagan berpesan kepada seluruh anggota tim untuk memberikan yang terbaik bagi Merah Putih.
“Mari kita tunjukkan sportivitas dan integritas kita di ajang internasional ini. Semoga kita bisa menggelar WAGC World Final di Indonesia tahun 2024,” pesan Joyada.
Selamat bertanding tim WAGC Indonesia.
—Media menjadi wadah efektif untuk exposure sponsor turnamen Anda ke audiens. Hubungi golfjoy@yahoo.com untuk peliputan GolfJoy di turnamen Anda.
DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!









