FeaturedKomunitas

Meneropong Sosok Ketua Umum PB PGI periode 2023-2027

Menyongsong Munas PB PGI pada Februari 2023 yang agenda utamanya adalah memilih Ketua Umum PB PGI periode 2023-2027, GolfJoy bersama Ironcard berinisiatif menyelenggarakan webinar dengan tema Meneropong Sosok Ketua Umum PB PGI periode 2023-2027 pada Selasa, 20 Desember 2022.

Webinar ini berdiskusi mengenai tantangan dan peluang yang dihadapi oleh Ketua Umum PB PGI periode 2023-2027.dalam memajukan prestasi olahraga golf di Indonesia serta karakter seperti apakah bakal Ketua Umum itu nanti dalam menghadapi tantangan dan peluang tersebut.

Para narasumber webinar ini adalah Joyada Siallagan, CEO Ironcard dan Founder SJS Foundation; Komisaris Jenderal Polisi (Purn.) Ito Sumardi, Ketua Dewan Pembina Fella Golf Club; Komisaris Jenderal Polisi  Boy Rafli Amar, seorang golfer yang menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme; dan Herry Safarry, Ketua PGI Pengprov Jawa Barat.

Berikut petikan dari para narasumber:

Joyada Siallagan

Kami, GolfJoy dan Ironcard, secara konsisten berupaya memberikan kontribusi terhadap pembinaan atlet-atlet golf di seluruh nusantara. Kami senantiasa berdiskusi dengan para stakeholder bagaimana mencari cara untuk membuat golf Indonesia lebih baik. Saya sebagai stakeholder golf bersama-teman-teman mencari sosok yang tepat untuk menjadi calon ketua umum PB PGI 2023-2027. Saya berharap siapa pun yang terpilih menjadi Ketua Umum PB PGI 2023-2027 dapat mengajak pengprov, pengkab, pengkot PGI dan seluruh komunitas golf Indonesia untuk berkolaborasi tanpa batas dan secara ikhlas memajukan dunia golf Indonesia lebih baik. Olahraga golf Indonesia saat ini sudah baik. tapi kita berupaya bagaimana membuat golf Indonesia lebih baik lagi supaya berbicara di dunia internasional.

Kita rindu pegolf Indonesia mampu bersaing di Asian Tour bahkan kalau perlu di PGA Tour. Ini mungkin menjadi tugas berat bagi pemimpin kita, siapa pun yang terpilih nantinya.

Komjen Pol. Boy Rafli Amar

Golf Indonesia sebenarnya bisa menjadi olahraga yang mampu meningkatkan prestasi para atletnya di kancah internasional. Jika kita melihat sumber daya Indonesia, atlet kita seharusnya bisa berprestasi lebih baik lagi. Sumber daya manusia kita, yang jumlahnya 270 juta jiwa, juga sarana dan prasarana golf kita, tentunya sangat mendukung peningkatan prestasi Indonesia. Apalagi didukung dengan industri golf kita. Jumlah pegolf berprestasi kita masih sangat kecil. Padahal negara-negara tetangga kita, contohnya Thailand, yang SDM-nya masih jauh lebih kecil daripada Indonesia, jumlah atlet berprestasinya jauh lebih banyak daripada Indonesia. Kita memiliki kira-kira 300 sampai 500 atlet golf, sedangkan Thailand memiliki ribuan. Ini menjadi tantangan kita ke depan bagaimana menghasilkan lebih banyak lagi golfer-golfer muda. Kita harus mencari cara bagaimana golf bisa dimainkan di kalangan lebih luas, tidak hanya menengah ke atas saja. Dengan kata lain bagaimana kita bisa memasyarakatkan olahraga golf supaya lebih membumi sehingga semakin banyak masyarakat Indonesia mencintai olahraga ini. Salah satu caranya adalah memberikan coaching clinic kepada pelajar secara gratis. Ini akan menumbuhkan kecintaan golf di antara para remaja dan kaum muda.

Cara kedua berkaitan dengan kompetisi. Liga golf Indonesia perlu disemangatkan lagi. Kita tak bisa hanya mengandalkan turnamen yang sifatnya parsial. Kita harus membuat kompetisi yang mampu melibatkan seluruh kelompok umur secara masif, mungkin mulai dari tingkat provinsi. Lalu ada wilayah zona barat, tengah, timur. Kemudian secara berjenjang ada kompetisi junior, senior. Ini akan meningkatkan competitiveness kita sebagai negara yang memiliki golfer-golfer andal.

Cara ketiga adalah kita harus terus mempromosikan lapangan golf Indonesia sebagai wisata andalan kita. ini akan berdampak pada kehadiran dan animo golf di Indonesia. Hal keempat yang perlu diperhatikan adalah persatuan dan kesatuan di kalangan stakeholder golf Indonesia. Untuk meningkatkan prestasi golf Indonesia, dibutuhkan semangat untuk maju bersama. Bila hubungan stakeholder terjalin dengan baik, tentunya program pembinaan yang dilaksanakan berdampak baik pula. Contohnya bila stakeholder kita bersedia memberikan kemudahan-kemudahan bagi generasi muda untuk berlatih, tentu kendala-kendala yang biasanya menghambat prestasi bisa segera teratasi. Hal berikutnya yang penting dalam memajukan gof Indonesia adalah industri golf Tanah Air. Kita akan upayakan melalui program pemerintah agar konten lokal atau Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dalam industri golf bisa ditingkatkan.

Herry Safarry

Saya percaya siapa pun yang maju menjadi calon ketua umum punya niat awal untuk memajukan golf sehingga bisa berkiprah di internasional. Tinggal sekarang apakah yang bersangkutan punya waktu. Dia harus banyak berkorban, terutama waktu. Selain itu, dia harus mampu menarik sponsor demi kemajuan golf. Begitu dia terpilih pada Februari 2023, dia dihadapkan dengan kegiatan yang sangat padat, seperti babak kualifikasi PON, SEA Games di bulan Mei. Kemudian ada Asian Games yang sempat tertunda. Belum lagi ada event-event lain seperti Putra Cup, Santi Cup, Asia Pacific Amateur dan sebagainya.

PGI Pengprov Jabar memiliki pengkab dan pengkot paling banyak di Indonesia. Kami memberikan banyak fasilitas bagi para pemain junior. Contohnya saja Naraajie [Emerald Ramadhan Putra]. Ketika dia masih menjadi amatir junior bersama atlet-atlet lainnya, mereka berlatih secara gratis di lapangan Dago Heritage Bandung. Mereka berlatih tanpa caddy. Pembinaan selanjutnya banyak didukung oleh dana hibah dari KONI Bandung. Kami harap ketua umum yang baru nanti memiliki agenda yang baik kapan menggunakan atlet-atlet provinsi yang salah satunya adalah provinsi Jabar karena kami juga memiliki agenda internal. Tiap tahun kami menyelenggarakan kegiatan junior bekerjasama dengan lapangan Dago Heritage. Mereka bukan atlet, tapi para pegolf pemula. Mereka bertanding secara gratis di hari Minggu. Dana diperoleh dari hibah pengkab/pengkot. Ini tentunya pekerjaan gila. Dari situ muncul para calon atlet. Seandainya seluruh provinsi di Indonesia mendapat dukungan pembinaan dari pengkab/pengkot minimal 50 persen saja, saya kira cukup banyak atlet yang bisa dilahirkan. 

Kami pernah mencoba memasyarakatkan golf dengan memperkenalkannya ke sekolah-sekolah lewat ekstrakurikuler. Kami juga bekerjasama dengan driving range agar para murid bisa mencoba berlatih secara gratis di jam-jam yang sepi. Stik golf dipinjamkan dari teman-teman golfer.

Salah satu hal yang membuat golf digandrungi anak-anak muda di Thailand adalah adanya idola mereka, yakni Tiger Woods yang memiliki darah Thailand. Naraajie yang saat ini berada di peringkat ketiga ADT dan mudah-mudahan tahun depan bisa main di Asian Tour bisa menjadi idola anak-anak muda Indonesia untuk mulai menggandrungi olahraga ini.

Komjen Pol (Purn.) Ito Sumardi

Kita tentu berharap olahraga golf ini tidak diikuti dengan interest lain, misalnya bisnis atau politik. Kalau bisnis menggunakan golf sebagai sarana, saya kira ini tidak akan membuat maju golf kita. Hal kedua terkait interest adalah politik. Kita tahu saat ini mendekati pilpres. Golf digunakan untuk kepentingan politik, misalnya turnamen golf melibatkan partai politik tertentu. Saya kira hal ini tidak sesuai dengan jiwa dari olahraga. Saya ingin mencari figur yang benar-benar concerned dengan golf. Saya kebetulan masih bekerja di Paramount yang mengelola lapangan golf Gading Raya Serpong. Saya sudah berbicara dengan presdirnya dan mereka siap untuk mendukung pimpinan PB PGI yang baru. 

Mengenai siapa figur yang cocok, ini bukan promosi ya, bukan pula karena Pak Boy [Rafli] anggota Polri atau junior saya. Saya berharap kalau Pak Boy terpilih jadi ketua umum paling tidak saya bisa mengawal juga. Seandainya Pak Boy tidak bekerja sesuai kesepakatan, saya bisa mengingatkan dia

Saya pernah berbincang dengan teman baik saya dubes di Thailand. Saya bertanya mengapa golf di Thailand maju pesat. Pertama adalah pemerintah Thailand mendukung penuh perkembangan golf di sana. Melalui tangan pemerintah, lapangan golf di sana memberi kemudahan bahkan sampai memberi free bagi atlet golf mulai dari profesional, amatir hingga junior sehingga mereka tidak perlu memikirkan uang untuk berlatih. Saya kira ini perlu disepakati bersama para pemilik lapangan golf. Hal kedua adalah kita memerlukan figur yang siap berkorban untuk perkembangan golf Indonesia. Kita tahu kiprah adik kita Pak Joyada [Siallagan] terhadap golf Indonesia. Kita memerlukan orang-orang yang mau berkorban meluangkan waktunya untuk pembinaan calon golfer-golfer kita. Kita berharap bahwa calon ketua umum yang kita usung tidak mencampuradukkan antara golf dan politik ataupun bisnis. Figur kita ini harus menempatkan golf sebagai murni olahraga. Saya percaya Pak Boy tidak memiliki interest politik atau bisnis dalam memajukan golf Indonesia.


Media menjadi wadah efektif untuk exposure sponsor turnamen Anda ke audiens. Hubungi golfjoy@yahoo.com untuk peliputan GolfJoy di turnamen Anda.

DOWNLOAD E-MAGZ GOLFJOY TERBARU GRATIS!


https://ironindo.com/

Related posts

Catlin Klaim Juara Lewat Play-off di Thailand Open

Tiara

IKPI Rayakan Ulang Tahunnya yang Ke-60 dengan Turnamen Golf Meriah di Permata Sentul

Hasim

WAGC Road To Final Malaysia Sambangi Bali National Golf Club

Hasim

Leave a Comment

3 × four =