FeaturedTour News

Kurang Jam Terbang Dinilai Penyebab Kegagalan Pemain Kita di BNI Indonesian Masters

DALAM turnamen terbesar di Indonesia bertajuk BNI Indonesian Masters yang berlangsung di Royale Jakarta Golf Club pada 31 Oktober 2024 – 3 November 2024 lalu untuk pertama kalinya pegolf kita cuma menjadi penonton. 

Kenapa hal tersebut terjadi, karena dari 18 pegolf kita, baik yang pro maupun amatir, yang bertanding di ajang ini tak ada seorang pun yang lolos cut off dalam event terbesar di Indonesia yang gelar juaranya direbut Richard T Lee dengan total skor 265 (62-67-66-70) atau 23 under tersebut. 

Beberapa pemain Indonesia yang dihubungi setelah mereka gagal lolos cut off dalam event yang memperebutkan total hadiah sebesar US$ 2.000.000 tersebut, tidak segera merespon pertanyaan Media GolfJoy baik langsung by phone maupun pertanyaan tertulis.

Patut dapat diduga karena mereka masih belum hilang lelahnya — baik fisik maupun psikis setelah mereka berkompetisi dalam event Asian Tour – International Tour yang diikuti oleh para pegolf  dari seluruh dunia tersebut.

“Kegagalan saya di Indo Masters jujur saja karena saya kurang persiapan … Baru coba driver dan putter, ternyata tidak sesuai dengan apa yang saya harapan,” kata Asep Saefulloh. “Tadinya saya enggak nyangka bisa main di Indo Masters. Jadi, pas turnamen saya enggak PD,” tambah Asep berterus terang.

Hal yang sama juga disampaikan Sandro Bernard saat hadir bersama istri dan putri keduanya menyaksikan secara langsung acara penyerahan hadiah utama kepada Richard T Lee yang diberikan oleh pihak penyelenggara dan sponsor. 

“Jujur saja .. Kegagalan saya tidak lolos cut off, karena jarang bermain golf di Royale. Jadi, waktu tampil di Indo Masters agak sulit untuk menyesuaikan dengan lapangan,” kata Sandro. “Kalau dihitung-hitung ada sekitar tujuh sampai delapan tahun saya tidak pernah main di Royale .. Jadi, selain agak susah untuk menyesuaikan dengan lapangan, terus terang saya juga sedikit grogi,” tambahnya sambil tersenyum penuh arti. 

Seperti kita ketahui bahwa penyelenggara event BNI Indonesian Masters 2024 menetapkan para pemain yang lolos cut off adalah mereka yang pada hari kedua dalam event tersebut membukukan skor 3 under. 

Sedangkan Asep Saefulloh mengakhiri permainannya di hari kedua BNI Indonesian Masters dengan 20 over, sementara Sandro dengan 9 over. 

Bahkan seorang Jonathan Wijono pun performancenya jauh dari apa yang diharapkan oleh para penggemarnya. Pasalnya, Jowi, dalam BNI Indonesian Masters 2024 membukukan skor 11 over!

Perlu diketahui bahwa hingga berita ini tayang, jawaban pertanyaan tertulis dari Jowi belum masuk ke WA reporter Media GolfJoy. 

Akan tetapi, terlepas dari masalah tersebut, yang jelas Beni Kasiadi yang membukukan skor +4 dan tidak lolos cut off dalam event terbesar di Indonesia bertajuk BNI Indonesian Masters 2024, dengan senang hati dan sangat terbuka mengungkapkan bahwa set up lapangan tahun ini lebih mudah dari tahun sebelumnya.

Hal tersebut, kata Beni Kasiadi lebih lanjut, bisa dilihat dari tingkat kekerasan green yang tahun ini lebih soft dibandingkan dengan tahun lalu. Selain itu di beberapa hole ada juga tee  box yang dimajukan ke depan. “Itu jelas sekali terlihat dari baik cutt-nya di tiga under,” kata Beni, menegaskan.

Menjawab tentang kegagalannya kali ini, Beni Kasiadi mengungkapkan bahwa, “Driver dan putting saya kurang solid,” selanya. “Akibatnya banyak chance birdie lepas, dan bogey karena pukulan driver saya masuk rough dan bunker,” tambahnya. 

“Apa harapan Beni ke depan?” tanya Media GolfJoy.

Dan, Benita Kasiadi yang akrab disapa dengan panggilan akrab BK, pun langsung menyahut:

“Harapan saya ke depan lebih banyak lagi event di dalam negeri!”

Dan di akhir perbincangan bersama Media GolfJoy, BK menegaskan bahwa pihaknya — yakni para profesional golf — juga mengharapkan adanya support dari pihak lapangan supaya kita bisa banyak latihan sebelum event yang akan kita ikuti dilaksanakan di sana.

Wahyu Hendarman, seorang pengamat, presenter dan komentator golf di sebuah televisi swasta nasional, mengungkapkan semakin meningkatnya nilai hadiah BNI Indonesian Masters mendorong semakin banyak pegolf pro dari luar negeri yang sedang dalam permainan terbaiknya untuk berpartisipasi dalam ajang ini sehingga persaingan makin meningkat.

“Dengan hadiah yang semakin besar tentunya sangat menarik untuk para pegolf pro dari luar yang notabene sedang dalam permainan terbaiknya untuk hadir di IM kali ini. Dengan begitu otomatis persaingan dalam turnamen ini jelas semakin meningkat. Ditambah lagi dengan kurang siapnya pemain pro kita yang di tahun ini kurang jam terbangnya alias kurang turnamennya,” kata Uke, panggilan akrab Wahyu Hendarman 

Indonesian Masters sudah berlangsung selama lebih dari satu dekade di tempat yang sama. Seharusnya kita menyaksikan semakin banyak pemain kita yang lolos cut, bukan justru sebaliknya. Jangan sampai ke depannya para pemain kita hanya menjadi penonton di turnamen golf terbesar Tanah Air.

Tulisan Toto Prawoto

Foto Dokumentasi

Related posts

Masuki Putaran Final, Rory Hie Terpaut 4 Stroke dari Pimpinan Papan Skor

Tiara

Brooks Koepka Kalahkan Sebastian Munoz untuk Gelar LIV Golf-Orlando

Hasim

Putter Odyssey 2-Ball Ten untuk Pukulan Percaya Diri dan Konsisten

Hasim

Leave a Comment

3 + sixteen =